Gabriella Fernandes, Dari Latihan Menurunkan Berat Badan hingga Menjadi Petarung UFC

Piter Rudai • 10/10/2026 • 4 min read
Gabriella Fernandes, Dari Latihan Menurunkan Berat Badan hingga Menjadi Petarung UFC

Jakarta – Gabriella Fernandes merupakan petarung seni bela diri campuran (MMA) asal Brasil yang membangun karier melalui perpaduan kemampuan striking, ketahanan fisik, dan kemauan untuk terus berkembang. Dikenal dengan nama panggilan “Gabi”, ia berkompetisi di kelas terbang putri UFC, divisi dengan batas berat 125 pon atau sekitar 56,7 kilogram. Perjalanannya menarik karena dunia bela diri awalnya bukanlah tujuan profesional, melainkan aktivitas untuk menurunkan berat badan. Dari langkah sederhana tersebut, Fernandes menemukan kecintaan terhadap pertarungan yang akhirnya membawanya ke panggung MMA terbesar di dunia.

Berawal dari Taekwondo hingga Memilih MMA

Gabriella Fernandes Hermogenes lahir pada 13 Agustus 1993 di Brasil. Ia berasal dari São Gonçalo dan kemudian dikenal sebagai petarung yang berlatih di MMA Masters, Miami, Amerika Serikat. Informasi mengenai kehidupan keluarga dan masa kecilnya masih terbatas dalam sumber biografi publik. Namun, catatan resmi UFC memberikan gambaran jelas mengenai awal perjalanannya: Fernandes mulai berlatih bela diri untuk menurunkan berat badan. Seiring waktu, aktivitas tersebut berkembang menjadi kegemaran, hingga ia memutuskan mengambil risiko dengan mengikuti kompetisi amatir sebelum akhirnya menjadi atlet profesional.

Sebelum dikenal di UFC, Fernandes telah membangun fondasi teknik melalui taekwondo. Ia tercatat sebagai pemegang sabuk hitam taekwondo dan sabuk cokelat Brazilian jiu-jitsu (BJJ). Kombinasi tersebut memberinya bekal untuk bertarung dalam berbagai situasi, baik ketika menjaga jarak dan melancarkan serangan maupun saat pertarungan berlanjut ke pergulatan. Ia menjalani debut profesional MMA pada 24 Maret 2018. Pada pertandingan pertamanya, Fernandes langsung mencatat kemenangan melalui TKO atas Iasmin Lucindo pada ronde pertama. Hasil itu menjadi awal yang menjanjikan, meskipun ia kemudian mengalami kekalahan melalui keputusan terbelah juri dari Maria Silva pada tahun yang sama.

Menanjak di LFA dan Meraih Kesempatan ke UFC

Setelah melewati fase awal karier, Fernandes mulai memperlihatkan konsistensi. Ia mengumpulkan kemenangan di sejumlah promosi regional sebelum bergabung dengan Legacy Fighting Alliance (LFA), organisasi yang dikenal sebagai salah satu jalur menuju UFC. Pada 2021, ia mengalahkan Queila Braga melalui keputusan bulat. Pada Mei 2022, ia menundukkan Edna Oliveira Ajala lewat penghentian akibat serangan lanjutan setelah situasi submission, kemudian mengalahkan Karoline Martins Moreira dengan guillotine choke pada September 2022. Kemenangan terakhir tersebut mengantarkannya meraih gelar interim kelas terbang putri LFA. Prestasi itu menjadi salah satu pencapaian penting sebelum ia melangkah ke panggung internasional.

Sumber foto tidak disertakan; artikel ini berfokus pada narasi dan verifikasi fakta.

Fernandes menjalani debut UFC pada 25 Februari 2023 melawan Jasmine Jasudavicius. Meski harus mengakui keunggulan lawan melalui keputusan bulat, pengalaman tersebut menjadi ujian pertamanya menghadapi persaingan elite. Pada Juni 2023, ia kembali kalah melalui keputusan bulat dari Tereza Bleda. Dua hasil tersebut menunjukkan bahwa pengalaman di tingkat regional belum otomatis menjamin keberhasilan di UFC, tempat setiap kesalahan kecil dapat dimanfaatkan lawan.

Kebangkitan Fernandes mulai terlihat pada 2024. Ia mengalahkan Carli Judice melalui keputusan terbelah juri pada Juni, kemudian mencatat kemenangan penting atas Wang Cong pada November. Dalam pertandingan itu, Fernandes menuntaskan lawannya dengan rear-naked choke pada ronde kedua. Kemenangan tersebut menjadi salah satu hasil paling menonjol dalam karier UFC-nya karena memperlihatkan kemampuannya mengubah pertarungan menjadi peluang submission. Pada Agustus 2025, ia kembali menang melalui keputusan bulat atas Julija Stoliarenko, memperlihatkan bahwa ia juga mampu bertahan dan bekerja efektif hingga tiga ronde penuh.

Gaya Bertarung, Latihan, dan Mentalitas Kompetitif

Fernandes dikenal sebagai petarung dengan kecenderungan striking. Ia bertarung dalam posisi southpaw, yakni dengan kaki dan tangan kanan berada di depan, sementara sisi kiri menjadi senjata utama dari posisi belakang. Latar belakang taekwondo membantunya membangun variasi serangan berdiri, sedangkan kemampuan BJJ memberinya alternatif ketika pertarungan memasuki fase grappling. Catatan profesionalnya menunjukkan kemenangan melalui knockout, submission, dan keputusan juri. Keragaman tersebut memperlihatkan bahwa ia tidak hanya mengandalkan satu cara untuk meraih kemenangan.

Sejak 2023, Fernandes berlatih di MMA Masters di Miami. Meski rincian lengkap program latihan hariannya tidak tersedia secara terbuka, latar belakang bela dirinya menunjukkan pentingnya pengembangan striking, pertahanan takedown, dan kemampuan grappling dalam persiapannya. Mentalitas kompetitifnya tercermin dari kemauan melanjutkan karier setelah dua kekalahan awal di UFC. Ia kemudian mampu meraih tiga kemenangan beruntun di organisasi tersebut sebelum kembali menghadapi kemunduran.

Pada 28 Maret 2026, Fernandes kalah melalui TKO akibat pukulan Casey O’Neill pada ronde pertama. Hasil itu menjadi pengingat bahwa persaingan di kelas terbang putri menuntut konsistensi, pertahanan yang disiplin, dan kemampuan menyesuaikan strategi terhadap tekanan lawan.

Rekor dan Perjalanan yang Belum Berakhir

Berdasarkan catatan pertarungan hingga Oktober 2026, Gabriella Fernandes memiliki rekor profesional 11 kemenangan dan 4 kekalahan, tanpa hasil imbang. Dari 11 kemenangan tersebut, tiga diraih melalui knockout atau TKO, tiga melalui submission, dan lima melalui keputusan juri. Di UFC, rekornya tercatat tiga kemenangan dan tiga kekalahan. Ia bertanding di kelas terbang putri dengan tinggi sekitar 168 sentimeter dan jangkauan tangan sekitar 168 sentimeter.

Kisah Fernandes merupakan gambaran tentang bagaimana ketertarikan sederhana dapat berkembang menjadi perjalanan profesional yang menuntut pengorbanan besar. Gelar interim LFA membuktikan kemampuannya bersaing sebelum mencapai UFC, sedangkan kemenangan atas Wang Cong menunjukkan potensi yang masih dapat dikembangkan. Tantangan terbesarnya kini adalah menjaga konsistensi dan meningkatkan ketahanan menghadapi tekanan petarung papan atas. Perjalanannya belum selesai: dengan fondasi taekwondo, kemampuan grappling, serta pengalaman menghadapi kemenangan dan kekalahan, Fernandes masih memiliki kesempatan untuk memperkuat posisinya di salah satu divisi paling kompetitif dalam MMA putri.

(PR/timKB)

Sumber foto: mmafighting.com

Download aplikasi Kulit Bundar untuk membaca berita dan artikel lebih mudah di gadget anda

Loading next article...