Jakarta – Posisi Michael Carrick sebagai manajer utama Manchester United kini berada di bawah tekanan yang sangat masif. Awal musim 2026/2027 berjalan jauh dari ekspektasi publik Old Trafford setelah performa tim terus merosot drastis. Tekanan terhadap juru taktik berkebangsaan Inggris tersebut semakin memuncak menyusul kekalahan 0-2 saat bertandang ke markas Atletico Madrid pada pertandingan kedua fase liga Liga Champions UEFA, Rabu (14/10/2026).
Di Stadion Metropolitano, Manchester United sudah tertinggal saat laga baru berjalan 53 detik akibat gol cepat Pablo Barrios. Situasi kian memburuk setelah Leny Yoro menerima kartu merah di babak kedua, sebelum Ademola Lookman mengunci kemenangan Atletico 2-0 pada menit ke-79.
Hasil negatif di Madrid memperpanjang rekor buruk The Red Devils yang kini telah melewati lima pertandingan berturut-turut tanpa kemenangan di seluruh kompetisi. Di panggung domestik Premier League, MU terlempar ke peringkat ke-13 klasemen sementara setelah hanya mampu memetik satu kemenangan dari enam pertandingan terakhir mereka.
Berikut adalah rekapitulasi hasil skor pertandingan Manchester United di ajang Premier League musim 2026/2027:
- Hull City vs Manchester United: 2 – 0 (Kalah)
- Manchester United vs Ipswich Town: 5 – 2 (Menang)
- Everton vs Manchester United: 2 – 2 (Imbang)
- Manchester United vs Manchester City: 0 – 1 (Kalah)
- Fulham vs Manchester United: 1 – 1 (Imbang)
- Manchester United vs Tottenham Hotspur: 1 – 1 (Imbang)
Keputusan manajemen dan pemilik MU mempercayakan kursi kepelatihan permanen kepada Michael Carrick pada Mei 2026 lalu bukanlah tanpa alasan. Carrick diangkat berkat kesuksesannya saat menjadi pelatih interim pasca pemecatan Rúben Amorim pada Januari 2026.
Selama masa interim tersebut, Carrick berhasil membawa stabilitas, merajut kembali keharmonisan ruang ganti, dan menghantarkan Manchester United finis di posisi ketiga klasemen akhir musim 2025/2026. Selain paham betul kultur internal klub karena statusnya sebagai mantan gelandang legendaris Setan Merah, gaya bermain ofensif dan fleksibilitas taktisnya sempat dipuji sebagai solusi jangka panjang.
Sejak Sir Alex Ferguson pensiun pada tahun 2013, Manchester United terus mengalami krisis stabilitas di kursi kepelatihan dan berulang kali melakukan pergantian manajer:
- David Moyes (2013–2014)
- Ryan Giggs (Caretaker) (2014)
- Louis van Gaal (2014–2016)
- José Mourinho (2016–2018)
- Ole Gunnar Solskjær (2018–2021)
- Ralf Rangnick (Interim) (2021–2022)
- Erik ten Hag (2022–2024)
- Rúben Amorim (2024–2026)
- Darren Fletcher (Interim) (Januari 2026)
- Michael Carrick (Januari 2026–Sekarang)
Meskipun jajaran direksi MU disebut masih memberikan kesempatan hingga laga tandang melawan Leeds United di akhir pekan, rumor mengenai pelatih pengganti sudah mencuat deras di media-media Inggris.
Manajer muda Brighton & Hove Albion, Fabian Hürzeler, menjadi kandidat utama yang paling disukai oleh hierarki INEOS berkat filosofi taktik modern dan performa impresifnya di Premier League. Selain Hürzeler, nama pelatih berpengalaman Antonio Conte serta bos timnas Inggris Eddie Howe juga masuk dalam bursa calon pelatih baru jika kepemimpinan Carrick di Old Trafford terhenti lebih awal.
(EA/timKB)
Sumber foto: google
Download aplikasi Kulit Bundar untuk membaca berita dan artikel lebih mudah di gadget anda