Kayla Harrison: Dari Judo Olimpiade Menuju MMA Dunia

Piter Rudai • 17/10/2026 • 4 min read
Kayla Harrison: Dari Judo Olimpiade Menuju MMA Dunia

Jakarta – Kayla Harrison merupakan salah satu petarung perempuan paling menonjol dalam dunia mixed martial arts (MMA). Sebelum dikenal sebagai ancaman serius di oktagon, atlet asal Amerika Serikat ini lebih dahulu membangun reputasi melalui judo, cabang bela diri yang mengantarkannya meraih dua medali emas Olimpiade. Perjalanan Harrison menjadi istimewa karena ia tidak sekadar berpindah dari satu olahraga ke olahraga lain, tetapi juga membuktikan bahwa disiplin, kekuatan mental, dan kemampuan beradaptasi dapat membawanya menaklukkan tantangan baru.

Lahir pada 2 Juli 1990 di Middletown, Ohio, Harrison mulai berlatih judo sejak berusia enam tahun. Ia dibimbing oleh pelatih Daniel Doyle dan sejak muda menunjukkan potensi besar sebagai atlet kompetitif. Namun, perjalanan awalnya tidak sepenuhnya mulus. Harrison pernah mengungkapkan pengalaman pelecehan seksual yang dilakukan mantan pelatihnya, sebuah pengalaman traumatis yang turut membentuk perjalanan hidupnya. Setelah meninggalkan lingkungan tersebut, ia melanjutkan karier bersama pelatih Jimmy Pedro dan mulai membangun kembali fondasi atletiknya. Pengalaman itu menjadi bagian penting dari kisah Harrison, yang kemudian aktif menyuarakan pentingnya perlindungan atlet dan mendukung penyintas kekerasan seksual.

Bakatnya dalam judo berkembang menjadi prestasi internasional. Harrison memenangkan medali emas kelas 78 kilogram pada Olimpiade London 2012, sekaligus menjadi perempuan Amerika Serikat pertama yang meraih emas Olimpiade dalam cabang judo. Empat tahun kemudian, ia kembali berdiri di podium tertinggi pada Olimpiade Rio de Janeiro 2016. Dua gelar tersebut mengukuhkan namanya sebagai salah satu judoka terbaik Amerika Serikat. Meski telah mencapai puncak prestasi di olahraga tersebut, Harrison tidak berhenti mencari tantangan. Ia kemudian memutuskan memasuki MMA, arena yang menuntut kemampuan bertarung lebih lengkap daripada judo semata.

Harrison menjalani debut profesional MMA pada Juni 2018 bersama Professional Fighters League (PFL). Dengan bekal judo kelas dunia, ia segera menunjukkan dominasi melalui bantingan, kontrol posisi, dan kuncian. Pada musim 2019, ia menjuarai turnamen kelas ringan perempuan PFL dan membawa pulang hadiah utama sebesar US$1 juta. Ia kembali meraih gelar juara turnamen pada 2021 setelah mengalahkan Taylor Guardado di partai final. Dua gelar tersebut menjadikannya salah satu petarung perempuan paling dominan di PFL. Namun, perjalanan Harrison juga memiliki titik terendah. Pada final PFL 2022, ia kalah melalui keputusan mutlak dari Larissa Pacheco, lawan yang sebelumnya telah dua kali ia kalahkan. Kekalahan itu menjadi pengingat bahwa reputasi dan kemenangan masa lalu tidak menjamin hasil yang sama pada pertandingan berikutnya.

Setelah membangun reputasi di PFL, Harrison memutuskan menguji kemampuannya di panggung UFC. Debutnya berlangsung pada UFC 300, 13 April 2024, melawan mantan juara kelas bantam Holly Holm. Harrison tampil meyakinkan dan mengakhiri pertandingan melalui rear-naked choke pada ronde kedua. Kemenangan tersebut langsung memperkuat statusnya sebagai calon penantang gelar. Pada Oktober 2024, ia kembali mencatat kemenangan atas Ketlen Vieira melalui keputusan mutlak di UFC 307. Dua kemenangan awal itu memperlihatkan bahwa kemampuannya bukan hanya efektif menghadapi lawan dengan kemampuan gulat terbatas, tetapi juga mampu mengatasi petarung berpengalaman di level elite.

Puncak perjalanan tersebut hadir pada UFC 316, 7 Juni 2025, ketika Harrison menghadapi juara bertahan Julianna Peña untuk memperebutkan sabuk kelas bantam. Harrison mengendalikan pertarungan melalui tekanan fisik, kemampuan menjatuhkan lawan, dan penguasaan posisi di bawah. Pada ronde kedua, ia mengunci kimura hingga Peña menyerah. Kemenangan itu menjadikannya juara dunia kelas bantam UFC dan menambah gelar bergengsi setelah dua emas Olimpiade serta dua gelar PFL. Hingga Oktober 2026, rekor profesional MMA Harrison tercatat 19 kemenangan dan satu kekalahan, dengan tiga kemenangan di UFC sebelum masa pemulihan cederanya.

Secara teknis, kekuatan utama Harrison terletak pada kemampuan grappling yang berasal dari judo. Ia piawai memanfaatkan pegangan tubuh, bantingan, transisi posisi, serta tekanan dari posisi atas untuk membatasi ruang gerak lawan. Setelah membawa pertarungan ke lantai, ia mencari peluang melakukan ground-and-pound atau mengakhiri laga melalui submission. Meski demikian, ia tidak hanya mengandalkan kekuatan fisik. Harrison berlatih bersama American Top Team di Florida, dengan program yang mencakup pengembangan striking, gulat, jiu-jitsu, kebugaran, serta simulasi pertarungan. Ia juga menekankan pentingnya mempertahankan pola pikir sebagai pemula ketika mempelajari teknik baru, sebuah pendekatan yang membantunya beradaptasi dari judo ke MMA.

Di luar arena, Harrison dikenal memiliki mentalitas kompetitif yang kuat, tetapi perjalanannya juga diwarnai tantangan pribadi, tekanan mempertahankan prestasi, dan cedera. Pada awal 2026, ia terpaksa mundur dari pertarungan melawan Amanda Nunes di UFC 324 akibat masalah serius pada tulang belakang leher. Setelah menjalani operasi fusi dua tingkat, ia melewati proses pemulihan yang berat sebelum kembali mempersiapkan diri. Pertemuan dengan Nunes, mantan juara dua divisi UFC, kini dijadwalkan ulang untuk UFC 334 pada 14 November 2026. Pertarungan itu belum berlangsung pada saat artikel ini ditulis.

Dengan latar belakang sebagai juara Olimpiade, dua kali juara PFL, dan juara kelas bantam UFC, Kayla Harrison telah membuktikan kemampuannya melampaui batas satu cabang olahraga. Kisahnya bukan sekadar tentang kekuatan dan kemenangan, melainkan tentang keberanian menghadapi masa lalu, menerima kekalahan, serta membangun kembali diri ketika keadaan berubah. Di usia 36 tahun, ia masih memiliki tantangan besar di hadapannya. Namun, perjalanan Harrison sudah menempatkannya dalam percakapan mengenai petarung perempuan paling berprestasi dalam sejarah olahraga tarung modern.

(PR/timKB)

Sumber foto: google

Download aplikasi Kulit Bundar untuk membaca berita dan artikel lebih mudah di gadget anda

Loading next article...