Dayne Viernes: Dari Hawaii Menuju Panggung Power Slap

Piter Rudai • 20/10/2026 • 3 min read
Dayne Viernes: Dari Hawaii Menuju Panggung Power Slap

Jakarta – Dayne Viernes, yang dikenal dengan julukan Da Hawaiian Hitman, merupakan salah satu atlet slap fighting yang menarik perhatian melalui penampilannya di Power Slap. Berasal dari Honolulu, Hawaii, Amerika Serikat, Viernes meniti karier dalam olahraga adu tampar yang mengandalkan kekuatan serangan, ketahanan fisik, dan kesiapan mental. Berbeda dari petarung yang membangun reputasi melalui Ultimate Fighting Championship (UFC) atau ONE Championship, Viernes memilih jalur kompetisi yang lebih spesifik, yaitu slap fighting. Perjalanannya menunjukkan bagaimana kesempatan yang tidak biasa dapat membuka jalan menuju karier profesional di dunia olahraga.

Ketertarikan Viernes terhadap slap fighting turut dipengaruhi oleh kakaknya, Layne Viernes, yang lebih dikenal dengan julukan Da Crazy Hawaiian. Layne telah lebih dahulu membangun reputasi di dunia Power Slap, sehingga memberikan gambaran tentang peluang yang tersedia dalam olahraga tersebut. Sebelum menekuni kompetisi ini, Dayne juga mengikuti kelas tinju di Richard Steele Boxing Gym untuk membantu menyempurnakan teknik tamparannya. Pengalaman tersebut menjadi bagian dari persiapannya sebelum memasuki arena profesional.

Sebelum dikenal sebagai atlet Power Slap, Viernes menjalani pekerjaan sebagai pengemudi antar-jemput untuk sebuah dispensari dan petugas keamanan klub malam. Kesempatan berkompetisi di Power Slap kemudian menjadi peluang untuk mengembangkan kehidupannya melalui olahraga. Keputusan tersebut menuntut keberanian karena slap fighting memiliki karakteristik yang berbeda dari olahraga bela diri konvensional. Dalam kompetisi ini, atlet harus menghadapi serangan langsung dengan telapak tangan, sehingga kekuatan fisik dan kemampuan mengendalikan respons terhadap benturan menjadi aspek penting.

Viernes memulai perjalanan profesionalnya di Power Slap 2 pada 24 Mei 2023 dengan menghadapi Adam Hutchinson. Ia berhasil meraih kemenangan melalui technical knockout (TKO) pada ronde kedua. Hasil tersebut menjadi awal yang menjanjikan bagi kariernya. Namun, perjalanan menuju puncak tidak berlangsung mulus. Pada April 2024, ia mengalami kekalahan melalui diskualifikasi ketika menghadapi Eviahn Scott di Power Slap 7. Dua bulan kemudian, ia kembali kalah melalui keputusan mutlak juri dari Duane Crespo di Power Slap 8. Dua hasil tersebut menjadi tantangan yang harus dihadapi dalam upayanya membangun konsistensi di tingkat profesional.

Setelah mengalami periode sulit, Viernes kembali menunjukkan kemampuannya pada 30 Januari 2025. Dalam ajang Power Slap 11, ia menghadapi Denis Vildanov dan berhasil menang melalui TKO pada ronde kedua. Kemenangan tersebut menjadi momentum penting untuk kembali bersaing di tingkat yang lebih tinggi. Ia kemudian mendapatkan kesempatan menghadapi Vasily Kamotsky dalam perebutan gelar super heavyweight pada Power Slap 13, 27 Juni 2025. Setelah pertarungan berlangsung selama lima ronde, Viernes dinyatakan menang melalui keputusan mayoritas juri. Hasil itu menjadi salah satu pencapaian terbesar dalam kariernya karena membawanya meraih gelar juara super heavyweight.

Perjalanan Viernes berlanjut pada 17 April 2026 ketika ia menghadapi Makini Manu dalam pertandingan utama Power Slap 19. Pertarungan tersebut kembali memperebutkan gelar super heavyweight dan berlangsung selama enam ronde, termasuk ronde tambahan. Viernes akhirnya meraih kemenangan melalui keputusan terbelah juri atau split decision. Kemenangan ini memperkuat posisinya sebagai salah satu pesaing penting di divisinya sekaligus menunjukkan kemampuannya bertahan dalam pertandingan yang berlangsung ketat.

Dari segi fisik, Viernes tercatat memiliki tinggi sekitar 188 sentimeter dan berat 365 pon atau sekitar 166 kilogram. Ia bertanding di kelas super heavyweight dengan tangan dominan kanan. Karakteristik tersebut mendukung gaya bertarung yang mengutamakan tenaga besar dalam setiap serangan. Meski demikian, slap fighting tidak hanya bergantung pada kekuatan. Posisi tubuh, keseimbangan, ketepatan sasaran, dan kemampuan mempertahankan konsentrasi juga memengaruhi hasil pertandingan. Tidak seperti MMA, olahraga ini tidak melibatkan kombinasi tendangan, bantingan, atau kuncian.

Mentalitas kompetitif Viernes terlihat dari ambisinya untuk mendominasi lawan. Akan tetapi, kekalahan yang pernah dialaminya menunjukkan bahwa kekuatan fisik saja tidak cukup untuk menjamin kemenangan. Disiplin terhadap aturan, kesiapan menghadapi tekanan, dan konsistensi selama pertandingan turut menentukan hasil akhir. Ia juga memiliki pengalaman latihan tinju, meskipun rincian lengkap mengenai program latihan, pola pemulihan, dan metode pengondisian fisiknya tidak tersedia secara terbuka. Oleh karena itu, aspek persiapannya perlu dipahami berdasarkan informasi yang telah dipublikasikan, tanpa mengasumsikan rutinitas yang belum terverifikasi.

Hingga April 2026, catatan resmi Power Slap menunjukkan bahwa Dayne Viernes memiliki empat kemenangan dan dua kekalahan tanpa hasil imbang. Dua kemenangannya diraih melalui KO atau TKO. Rekor tersebut mencerminkan perjalanan yang mencakup kemenangan awal, periode kemunduran, hingga keberhasilan merebut gelar. Dari pekerjaannya sebelum menjadi atlet hingga mencapai puncak divisi super heavyweight, Viernes memperlihatkan bagaimana keberanian mengambil peluang dapat membentuk jalur karier yang berbeda. Tantangan selanjutnya adalah mempertahankan prestasi dan membuktikan konsistensinya di tengah persaingan Power Slap yang terus berkembang.

(PR/timKB)

Sumber foto: google

Download aplikasi Kulit Bundar untuk membaca berita dan artikel lebih mudah di gadget anda

Loading next article...