Nahyan “Petsam” Mohammed: Petarung Muay Thai Asal Prancis

Piter Rudai 07/05/2025 3 min read
Nahyan “Petsam” Mohammed: Petarung Muay Thai Asal Prancis

Jakarta – Di balik gemerlap panggung pertarungan ONE Championship, terdapat sebuah kisah yang tidak biasa. Bukan tentang veteran dengan pengalaman puluhan tahun, melainkan tentang seorang pemuda berusia 16 tahun asal Prancis bernama Nahyan Mohammed, atau yang lebih dikenal dengan julukan “Petsam”. Di usia yang bahkan belum menginjak dewasa, Petsam sudah berdiri sejajar dengan petarung elite dunia di divisi Catchweight Muay Thai, membuktikan bahwa usia bukanlah batas bagi semangat, kerja keras, dan keberanian.

Akar yang Tumbuh Jauh dari Tanah Muay Thai

Lahir dan dibesarkan di Prancis, sebuah negara yang tidak dikenal sebagai pusat Muay Thai dunia, Nahyan menemukan panggilannya di antara ritme cepat pad-punch, gemeretak shin-pad, dan hiruk pikuk sasana sejak usia dini. Ketertarikannya terhadap seni bela diri asal Thailand ini tidak datang dari warisan keluarga, tetapi tumbuh dari kekaguman yang tulus terhadap keindahan teknik dan filosofi di balik Muay Thai — “seni delapan anggota tubuh”.

Berbeda dengan banyak anak remaja yang tumbuh di Eropa, waktu luang Nahyan dihabiskan bukan di pusat perbelanjaan atau di depan gim video, tetapi di dalam sasana, menyerap pelajaran dari pelatih, mengasah kombinasi pukulan dan tendangan, serta belajar bagaimana mengendalikan napas dan pikiran di tengah tekanan.

Perjalanan dari Talenta Lokal Menuju Panggung Dunia

Petsam mulai menunjukkan dominasinya di kompetisi regional Muay Thai di Prancis sejak usia belia. Ia meraih berbagai gelar tingkat junior dan menjadi buah bibir di kalangan pelatih lokal sebagai talenta yang “terlalu matang untuk usianya”. Tidak butuh waktu lama sebelum sorotan media dan promotor internasional mulai mengarah padanya.

Keberaniannya menghadapi lawan-lawan yang lebih tua dengan teknik yang presisi dan mental yang matang membuat ONE Championship tertarik untuk memberinya kesempatan. Bagi seorang remaja 16 tahun, tampil di ajang sekelas ONE Championship adalah tantangan besar, tetapi bagi Petsam, itu adalah panggilan jiwa yang siap dijawab.

Simfoni Presisi dan Keberanian

Di atas ring, Nahyan “Petsam” Mohammed bukan sekadar remaja biasa. Ia adalah petarung dengan gaya bertarung yang menawan — kombinasi sempurna antara kecepatan, kelincahan, dan kontrol emosi yang luar biasa. Ia tidak gegabah dalam menyerang, tapi juga tidak pasif. Setiap gerakan, baik pukulan, tendangan, siku maupun clinch, dilakukan dengan ketepatan tinggi.

Pelatihnya menggambarkan dia sebagai “seniman Muay Thai muda dengan naluri tajam”, seseorang yang memahami kapan harus menekan, kapan harus menunggu, dan kapan harus menyelesaikan pertarungan. Banyak pengamat menyebut bahwa salah satu kekuatan terbesar Petsam adalah ketenangan dan kemampuan adaptasinya yang cepat.

Melangkah ke ONE Championship: Mimpi yang Menjadi Kenyataan

Bergabung dengan ONE Championship menjadi bukti nyata dari pencapaian yang telah diraih oleh Petsam. Di usia yang bahkan belum diperbolehkan menyetir mobil di sebagian besar negara, ia telah menjadi bagian dari organisasi seni bela diri terbesar di Asia dan salah satu yang paling prestisius di dunia.

Debutnya di atas ring ONE membawa semangat muda dan gelombang harapan baru. Petsam bukan sekadar menjadi “petarung muda”, tetapi simbol generasi baru Muay Thai di Eropa — cerminan dari bagaimana seni bela diri tradisional Thailand bisa melintasi budaya dan benua, menyentuh hati anak muda di Prancis, dan menjelma menjadi jalan hidup.

Impian Besar dan Jalan yang Masih Panjang

Meski pencapaiannya terbilang luar biasa, Petsam tetap rendah hati. Dalam berbagai wawancara, ia menyebutkan bahwa perjalanannya baru saja dimulai. Ia masih terus belajar dari setiap pertarungan, dari lawan-lawan yang lebih berpengalaman, dan dari para pelatih yang membimbingnya dengan sabar.

Tujuannya jelas: menjadi juara dunia Muay Thai di ONE Championship, serta membawa semangat Muay Thai ke generasi muda di Eropa. Ia ingin menunjukkan bahwa keberhasilan bukan soal di mana kamu lahir, tapi bagaimana kamu memupuk semangat dan berani mengambil risiko.

Kisah Nahyan “Petsam” Mohammed adalah pengingat bahwa semangat, kerja keras, dan mimpi besar bisa membawa siapa saja — bahkan remaja 16 tahun dari Prancis — ke panggung global. Dunia Muay Thai mungkin telah mengenal banyak legenda, tapi dengan semangat dan dedikasi seperti milik Petsam, masa depan olahraga ini tampak lebih cerah dari sebelumnya.

Ia adalah bukti bahwa talenta sejati tak mengenal usia, dan bahwa semangat juang bisa tumbuh di mana saja, bahkan jauh dari akar tradisi. Dunia sebaiknya bersiap, karena “The Next Generation” sudah hadir — dan namanya adalah Petsam.

(PR/timKB)

Sumber foto: skysports.com

Download aplikasi Kulit Bundar untuk membaca berita dan artikel lebih mudah di gadget anda

Loading next article...