Jakarta – Di dunia Mixed Martial Arts (MMA), hanya segelintir petarung yang mampu membangun reputasi mereka dengan kecepatan, gaya bertarung eksplosif, dan kisah hidup yang emosional. Salah satu di antaranya adalah Cody Ray Allen Garbrandt, atau yang lebih dikenal dengan nama Cody “No Love” Garbrandt. Lahir pada 7 Juli 1991 di Uhrichsville, Ohio, Amerika Serikat, Garbrandt adalah petarung kelas Bantamweight UFC yang pernah mencapai puncak sebagai Juara Dunia UFC.
Dikenal dengan pukulan mematikan, kecepatan luar biasa, dan gaya bertarung penuh emosi, Garbrandt merupakan simbol dari kekuatan, kebangkitan, dan keberanian dalam menghadapi segala rintangan di dalam dan luar oktagon.
Tumbuh dalam Lingkungan Keras
Cody dibesarkan dalam lingkungan yang keras di Ohio. Sejak kecil, ia akrab dengan kekerasan, tantangan hidup, dan keputusan sulit. Namun dari masa kecil itulah, Cody menemukan pelarian dan arah hidupnya dalam tinju dan gulat.
Didorong oleh pamannya, seorang petinju amatir, Cody mulai bertinju sejak usia 15 tahun dan kemudian meraih banyak kemenangan di level junior. Di saat bersamaan, ia juga berkembang sebagai pegulat yang sukses di tingkat sekolah menengah. Kombinasi dua seni bela diri ini kelak membentuk gaya bertarung khas Cody—cepat, eksplosif, dan mematikan.
Dari Cage Warriors ke UFC
Setelah mengakhiri karier amatirnya dengan catatan sempurna, Cody Garbrandt memulai debut profesionalnya di MMA pada tahun 2012. Ia memenangkan enam pertarungan secara berturut-turut, semuanya melalui KO atau TKO, yang membuat para pengamat mulai memperhatikannya sebagai talenta luar biasa.
Pada tahun 2015, UFC resmi mengontraknya. Dalam waktu singkat, Garbrandt menorehkan jejak sebagai petarung paling mematikan di divisi Bantamweight. Kecepatannya dalam menghabisi lawan dan ekspresinya yang penuh emosi membuatnya cepat dicintai penggemar, sekaligus disegani oleh lawan.
Menjadi Juara UFC di Tahun 2016
Puncak karier Cody Garbrandt datang pada 30 Desember 2016, ketika ia menghadapi juara bertahan sekaligus rivalnya, Dominick Cruz, dalam ajang UFC 207. Dalam pertarungan lima ronde yang epik, Garbrandt tampil dengan kombinasi gaya santai, pergerakan lincah, dan pukulan yang akurat.
Ia menjatuhkan Cruz beberapa kali, mengontrol tempo pertarungan, dan menunjukkan bahwa ia bukan sekadar petarung bertenaga, tetapi juga berjiwa seni tinggi dalam pertarungan. Kemenangan mutlak itu membuatnya menjadi Juara UFC Bantamweight dan mempertegas statusnya sebagai salah satu petarung terbaik generasi baru.
Julukan “No Love” dan Filosofi Hidupnya
Julukan “No Love” bukan hanya nama panggung, tetapi juga menggambarkan sisi emosional Cody. Ia membawa semangat balas dendam terhadap masa lalu yang keras dan selalu bertarung dengan emosi mentah di setiap laga.
Namun di balik penampilannya yang garang, Cody adalah sosok yang sangat penyayang terhadap keluarga, terutama putranya, dan menjadikan pengalaman hidup sebagai bahan bakar untuk terus maju.
Tantangan Karier dan Perjuangan Bangkit
Setelah menjadi juara, Cody menghadapi masa-masa sulit. Ia kehilangan gelarnya saat melawan TJ Dillashaw dalam dua pertarungan yang intens dan mengalami serangkaian kekalahan. Namun Cody tidak menyerah. Ia terus melatih diri, memperbaiki kelemahan, dan menunjukkan bahwa ia adalah petarung yang tak pernah kehilangan semangat juang.
Pada tahun 2020, Cody kembali mencetak KO spektakuler atas Raphael Assunção, membuktikan bahwa meski sempat terpuruk, ia masih memiliki daya ledak.
Gaya Bertarung dan Ciri Khas
Cody Garbrandt dikenal sebagai petarung dengan teknik striking elite. Ia mengandalkan:
-
- Pukulan kanan yang cepat dan akurat
- Footwork yang mirip dengan petinju kelas dunia
- Counter-striking mematikan
- Emosi tinggi yang dapat menjadi kekuatan sekaligus kelemahan
Dengan gaya yang menghibur, Cody tetap menjadi favorit penonton, baik menang maupun kalah.
Prestasi dan Statistik Penting
-
- Juara UFC Bantamweight (2016–2017)
- Kemenangan atas Dominick Cruz, salah satu pertarungan terbaik di UFC
- Nominasi KO of the Year UFC 2020 (vs Assunção)
- Salah satu petarung dengan rasio KO tinggi di divisi Bantamweight
Petarung Emosional yang Terus Berkembang
Cody Garbrandt adalah simbol kekuatan yang lahir dari masa lalu kelam. Ia bukan hanya seorang petarung di dalam oktagon, tetapi juga petarung kehidupan yang terus berjuang untuk menjadi lebih baik. Dengan usia yang masih produktif dan semangat yang menyala, Cody masih menjadi ancaman serius di divisi Bantamweight UFC.
Bagi para penggemar MMA, kisah hidup dan gaya bertarung Cody adalah perpaduan sempurna antara hiburan dan inspirasi.
(PR/timKB).
Sumber foto: si.com
Download aplikasi Kulit Bundar untuk membaca berita dan artikel lebih mudah di gadget anda