Alessandro “Nono” Costa: Sang Penakluk Dari Hutan Amazon

Piter Rudai 01/08/2025 4 min read
Alessandro “Nono” Costa: Sang Penakluk Dari Hutan Amazon

Jakarta – Di tengah derasnya arus petarung berbakat dari Brasil, satu nama mulai mencuri perhatian di pentas dunia seni bela diri campuran: Alessandro Costa, pria yang lahir dan dibesarkan di tengah eksotisme kota Manaus, wilayah jantung Amazon, Brasil. Lahir pada 28 Januari 1996, Costa membawa warisan seni bela diri Brasil dengan cara yang unik: melalui kombinasi mematikan antara Brazilian Jiu-Jitsu kelas dunia dan striking eksplosif yang kerap mengejutkan lawan-lawannya. Dengan julukan “Nono”, ia tidak hanya menjadi simbol dari determinasi, tetapi juga salah satu representasi baru dari generasi petarung yang membawa semangat dan teknik dari hutan Amazon ke panggung Ultimate Fighting Championship (UFC).

Manaus dan Warisan Petarung Sejati

Terletak di jantung hutan hujan Amazon, Manaus dikenal bukan hanya karena keindahan alamnya, tetapi juga sebagai tanah kelahiran banyak atlet tangguh Brasil. Dari kota inilah Alessandro Costa memulai perjalanannya. Dibesarkan dalam lingkungan yang keras, Costa sejak muda telah terbiasa menghadapi tantangan hidup dan kompetisi yang ketat.

Ia pertama kali mengenal Brazilian Jiu-Jitsu (BJJ) di usia remaja, sebuah seni bela diri yang sangat dihormati di Brasil. Dengan cepat, Costa menunjukkan bakat luar biasa dalam grappling. Dalam waktu yang relatif singkat, ia naik peringkat dan meraih sabuk hitam BJJ, sebuah pencapaian yang hanya bisa diraih oleh petarung dengan dedikasi dan kemampuan teknik yang luar biasa.

Dari Matras BJJ ke Oktagon MMA

Meski awalnya dikenal sebagai spesialis grappler, Alessandro Costa tidak puas hanya mengandalkan kemampuan ground game. Ia mulai melatih striking—khususnya tinju dan Muay Thai—untuk melengkapi gaya bertarungnya. Perpaduan antara kemampuan submission dan kekuatan pukulan menjadikan Costa sebagai petarung serba bisa yang mampu mengendalikan laga baik di atas maupun bawah.

Gaya bertarung Costa disebut sebagai “jiu-jitsu agresif dengan taji striker”. Saat bertarung, ia kerap menekan lawan sejak awal, memaksakan takedown cepat, atau justru memancing lawan membuka ruang untuk serangan counter. Ia juga dikenal memiliki kekuatan ledakan tinggi (explosiveness) dalam serangan jarak dekat.

Menapak di Panggung Regional

Sebelum menginjakkan kaki di UFC, Alessandro Costa lebih dulu meniti karier di sejumlah organisasi MMA regional di Brasil dan Meksiko. Di sinilah ia membangun rekornya, mencatat berbagai kemenangan dominan, terutama melalui submission choke dan TKO pukulan ground and pound. Rekornya mulai diperhatikan oleh pengamat global, dan Costa segera dilirik oleh manajemen UFC.

Pencapaian penting dalam karier awalnya adalah keberhasilannya merebut dan mempertahankan sabuk di LUX Fight League, promotor ternama di Meksiko. Dominasi Costa di ajang ini menjadi bukti bahwa ia siap untuk naik ke panggung pertarungan terbesar di dunia.

Debut yang Menegangkan

Kesempatan emas datang ketika Costa dipanggil sebagai pengganti dalam sebuah pertarungan Ultimate Fighting Championship (UFC). Tanpa gentar, ia menerima tantangan tersebut meski waktu persiapannya minim. Meskipun pertarungan debutnya berakhir dengan kekalahan angka yang tipis, Costa justru mendapatkan respek tinggi dari penggemar dan analis MMA karena menampilkan semangat juang tanpa henti.

Tak lama kemudian, ia kembali mendapatkan kesempatan berlaga dan berhasil mencetak kemenangan penting, menegaskan bahwa tempatnya memang di UFC. Dengan kemenangan tersebut, Costa mulai membangun reputasi sebagai petarung Flyweight yang tidak hanya tangguh secara fisik, tetapi juga tenang dan cerdas dalam membaca situasi laga.

Kombinasi Cerdas antara BJJ dan Striking

Sebagai pemegang sabuk hitam BJJ, Costa memiliki insting luar biasa dalam posisi ground. Ia mampu mengendalikan lawan dari punggung, melakukan transisi halus ke posisi mount atau back control, dan mengakhiri laga dengan rear-naked choke atau armbar.

Namun kekuatannya tidak berhenti di sana. Costa memiliki striking dengan pukulan tajam dan tendangan keras, serta gaya bertarung ortodoks yang disiplin. Ia jarang gegabah, selalu menjaga jarak, dan menunggu momen tepat untuk menyergap lawan dengan kombinasi pukulan atau takedown ke arah matras.

Prestasi dan Statistik Penting

    • Juara Flyweight LUX Fight League
    • Sabuk hitam Brazilian Jiu-Jitsu
    • Beberapa kemenangan profesional diakhiri melalui submission (RNC, guillotine, armbar)
    • Penampilan impresif dalam pertarungan UFC yang menunjukkan stamina, strategi, dan teknik
    • Salah satu dari sedikit petarung Flyweight UFC yang berasal dari wilayah Amazon

Misi Menjadi Petarung Top Flyweight UFC

Dengan usia yang masih produktif dan rekam jejak yang terus berkembang, Costa memiliki ambisi besar: menjadi penantang gelar Flyweight UFC dan membawa nama Manaus ke panggung tertinggi dunia.

Costa percaya bahwa keseimbangan antara kerja keras, kerendahan hati, dan keyakinan pada teknik adalah kunci kesuksesan jangka panjang di dunia MMA yang kompetitif.

“Nono” dari Amazon Siap Mendominasi Dunia

Alessandro Costa adalah simbol kekuatan baru dari Brasil — bukan hanya seorang petarung, tapi juga seorang seniman bela diri sejati. Dengan perpaduan mematikan antara submission yang presisi dan striking yang eksplosif, “Nono” adalah ancaman nyata di divisi Flyweight UFC.

Perjalanannya baru saja dimulai, dan dengan mentalitas pantang menyerah, sangat mungkin dalam waktu dekat dunia MMA akan menyaksikan nama Alessandro Costa berdiri di antara para elite UFC — membawa semangat Amazon dalam setiap langkahnya di dalam oktagon.

(PR/timKB).

Sumber foto: espn.com

Download aplikasi Kulit Bundar untuk membaca berita dan artikel lebih mudah di gadget anda

Loading next article...