Jakarta – Di balik setiap suara gemuruh oktagon Ultimate Fighting Championship (UFC), ada kisah tentang keberanian dan pengorbanan. Namun, tak banyak kisah yang seunik dan semenggetarkan seperti milik Loma Lookboonmee, petarung wanita pertama dari Thailand yang menembus panggung terbesar MMA dunia. Lahir dengan nama asli Suphisara Konlak pada 18 Januari 1996 di Buriram, sebuah provinsi agraris di timur laut Thailand, Loma menulis babak baru dalam sejarah bela diri negaranya—sebuah perjalanan penuh kerja keras, jatuh bangun, dan tekad baja.
Dari Tanah Sawah ke Arena Tarung
Buriram bukanlah kota besar. Ini adalah tempat yang tenang, jauh dari gemerlap Bangkok atau hiruk pikuk pertarungan di Las Vegas. Namun di tanah subur ini, semangat petarung muda bernama Suphisara tumbuh. Lahir dalam keluarga petarung Muay Thai, Loma kecil menyaksikan langsung bagaimana saudara-saudaranya bertarung demi menghidupi keluarga.
Ayahnya, seorang pelatih Muay Thai, adalah sosok yang memperkenalkannya pada dunia keras pertarungan sejak usia dini. Pada usia 7 tahun, ia menjalani pertandingan Muay Thai pertamanya. Bayangkan, seorang anak perempuan, kurus dan kecil, berdiri di atas ring dengan sarung tangan yang nyaris lebih besar dari tubuhnya. Tapi semangat itu—yang tak pernah padam—membuatnya terus bertarung, menang atau kalah.
Tak butuh waktu lama hingga kemampuannya mendapat perhatian. Ia mulai berlatih secara profesional di Lookboonmee Gym, dan kemudian mengadopsi nama kamp sebagai nama panggungnya: Loma Lookboonmee.
Gelar Demi Gelar untuk Sang Juara
Muay Thai bukan hanya seni bela diri bagi orang Thailand. Ia adalah warisan, ritual, dan kebanggaan. Loma memeluk semuanya. Ia bertarung di berbagai kompetisi lokal dan internasional, membangun reputasi sebagai salah satu petarung wanita terbaik di Thailand.
Prestasi yang ia raih di antaranya:
-
- Juara Dunia IFMA (International Federation of Muaythai Associations)
- Medali Emas di SEA Games
- Juara Nasional Thailand di kelas Atomweight dan Strawweight
- Juara Kejuaraan Dunia Muay Thai untuk Wanita
Dengan lebih dari 200 pertandingan profesional Muay Thai, Loma menapaki ring demi ring, tidak hanya sebagai kompetitor, tetapi sebagai representasi kekuatan perempuan dalam dunia yang sering kali didominasi pria.
Tantangan Baru, Dunia Baru
Di puncak kejayaannya sebagai petarung Muay Thai, Loma mengambil keputusan yang mengejutkan banyak orang: ia pindah ke dunia MMA pada tahun 2017. Transisi ini bukan hal mudah. MMA adalah dunia lain—lebih kompleks, lebih luas, dan lebih menantang. Loma harus belajar dari nol tentang wrestling, submission, takedown defense, dan teknik Brazilian Jiu-Jitsu.
Namun ia tak gentar. Ia pindah ke Phuket dan berlatih keras di Tiger Muay Thai, gym internasional tempat lahirnya banyak bintang UFC. Setiap hari, ia melatih diri untuk menutup celah dalam grappling, membangun stamina, dan mengembangkan IQ bertarung yang tinggi.
Loma memulai debut profesional MMA-nya di Invicta FC, sebuah organisasi khusus wanita yang telah melahirkan banyak bintang UFC. Debutnya mencuri perhatian. Tak lama setelah itu, UFC meliriknya—dan sejarah pun tercipta.
Masuk ke UFC: Lembaran Baru untuk Thailand
Pada 26 Oktober 2019, Loma mencatat sejarah sebagai wanita Thailand pertama yang bertarung di UFC, saat ia mengalahkan Aleksandra Albu melalui keputusan split di ajang UFC Fight Night di Singapura.
Laga itu bukan hanya kemenangan pribadi. Itu adalah kemenangan untuk seluruh komunitas Muay Thai dan wanita Thailand yang selama ini kurang terwakili dalam dunia olahraga global.
Loma kini berkompetisi di divisi Strawweight Wanita UFC (115 lbs) dan telah mencatatkan beberapa kemenangan penting, seperti:
-
- Kemenangan atas Jinh Yu Frey
- Kemenangan impresif atas Sam Hughes
- Pertarungan kompetitif melawan Angela Hill dan Elise Reed
Setiap pertarungan Loma membawa bendera Thailand, bukan hanya di celana tandingnya, tapi juga dalam teknik, semangat, dan cara ia bertarung—dengan martabat dan keteguhan.
Kombinasi Tradisi dan Evolusi
Loma membawa esensi Muay Thai otentik ke dalam dunia MMA. Ia dikenal sebagai petarung yang:
-
- Memiliki kontrol clinch yang luar biasa kuat
- Menggunakan teknik lutut dan siku yang presisi dan mematikan
- Memiliki defense grappling yang solid dan terus berkembang
- Fleksibel dalam striking dan menjaga jarak
Dalam setiap pertarungannya, Loma tidak hanya bertarung untuk menang—ia menunjukkan bagaimana seni tradisional bisa hidup di ring modern.
Dampak dan Warisan: Loma Sebagai Simbol Perempuan Asia Tenggara di UFC
Bagi banyak gadis kecil di Thailand, Loma bukan hanya atlet—dia adalah panutan, simbol harapan, dan inspirasi nyata. Ia membuktikan bahwa tidak peduli dari mana kamu berasal, apakah dari kota kecil seperti Buriram atau pusat metropolis dunia, kerja keras, disiplin, dan impian bisa membawamu jauh.
Loma membuka jalan bagi petarung muda Thailand lainnya untuk mengikuti jejaknya. Dan bagi komunitas seni bela diri tradisional, kehadirannya di UFC adalah bukti bahwa warisan bisa bertransformasi tanpa kehilangan jati diri.
Petarung, Pionir, dan Pejuang Warisan
Loma Lookboonmee adalah lebih dari sekadar atlet. Ia adalah jembatan antara masa lalu dan masa depan, antara ring Muay Thai di pedesaan Thailand dan oktagon modern UFC di panggung global. Perjalanannya adalah pengingat bahwa untuk menjadi besar, kamu tak harus lahir di tempat besar—yang penting adalah keberanian untuk bermimpi dan kemauan untuk berjuang.
Dan dalam setiap langkah kakinya di oktagon, dunia tahu bahwa warisan Muay Thai hidup dalam dirinya.
(PR/timKB).
Sumber foto: usatoday.com
Download aplikasi Kulit Bundar untuk membaca berita dan artikel lebih mudah di gadget anda