Jakarta – Manchester United langsung menghadapi pertandingan berat di ajang Liga Champions melawan Villareal tiga hari setelah ditinggal pelatihnya yang telah dipecat usai kekalahan dari Watford akhir pekan lalu. Ole Gunnar Solksjaer langsung menerima pemutusan kontrak sehari setelah kekalahan telak yang diterima MU. Dengan belum adanya pelatih baru, maka Manchester United hanya akan didampingi Michael Carrick sebagai caretaker.
Manchester United datang ke markas Villarreal dengan kondisi tiga kali kalah dalam lima laga terakhir di seluruh kompetisi. Man Utd merasakan kekalahan dari Liverpool dengan skor 0-5, Manchester City (0-2), dan terakhir Watford (1-4). Bila dilihat secara matematis, maka MU adalah tim yang sedang sakit kronis dan akan sangat mudah dikalahkan oleh siapapun lawannya.

Namun pelatih Villarreal, Unai Emery seolah mengabaikan hal tersebut dan tetap menganggap Manchester United sebagai tim yang berbahaya saat ini. Emery justru menilai segala kesulitan yang dihadapi MU bisa membuat mereka makin termotivasi. Dan satu hal lagi yang perlu dicatat bahwa MU diperkuat para pemain terbaik dunia, termasuk Christiano Ronaldo. Jadi meremehkan MU adalah sebuah blunder bagi tim manapun juga.
Sebaliknya bagi MU, pertandingan melawan Villarreal ini bisa dijadikan sebagai titik balik kebangkitannya. Setidaknya ruang ganti MU sudah semakin kondusif setelah ditinggalkan Solksjaer, yang dianggap sebagai biang kerok keterpurukkan MU saat ini. Para pemain tinggal membuktikan diri bahwa masalah di tubuh MU sudah selesai. Mereka culupo bermain maksimal saja membuktikan bahwa masalah yang terjadi di MU bukanlah berasal dari para pemian.
Bagi pelatih interim yang ditunjuk MU, Michael Carrick, juga bisa membuktikan diri mampu mendampingi tim sebesar Manchester United walaupun hanya berstatus sebagai caretaker hingga pelatih baru resmi terpilih.
(Yp/teamKB)
Fototitle: setanmerah.net