David Villa: Sang “El Guaje” Peraih Piala Eropa Dan Piala Dunia

Eva Amelia 09/09/2025 4 min read
David Villa: Sang “El Guaje” Peraih Piala Eropa Dan Piala Dunia

Jakarta – David Villa Sánchez, yang dikenal luas dengan julukan “El Guaje”, adalah salah satu penyerang paling legendaris yang pernah dimiliki sepak bola Spanyol. Lahir pada 3 Desember 1981 di Langreo, sebuah kota kecil di wilayah Asturias, Spanyol, Villa menapaki perjalanan karier yang penuh perjuangan hingga akhirnya menjadi salah satu nama besar dalam sejarah sepak bola dunia. Dengan kemampuan mencetak gol yang luar biasa, teknik sempurna, dan dedikasi tinggi, Villa menjadi simbol kesuksesan generasi emas sepak bola Spanyol.

Perjalanan Menuju Sepak Bola

David Villa lahir di keluarga sederhana di Langreo, sebuah kota kecil yang sebagian besar penduduknya bekerja di sektor pertambangan. Ayahnya, José Manuel Villa, adalah seorang penambang, sementara ibunya, Dorita Sánchez, adalah seorang ibu rumah tangga. Dari mereka, Villa belajar tentang nilai kerja keras dan semangat pantang menyerah, yang kemudian menjadi landasan dalam perjalanan hidupnya.

Cedera di Usia Muda

Pada usia empat tahun, Villa mengalami cedera parah ketika tulang paha kanannya patah. Cedera ini sempat mengancam kariernya bahkan sebelum dimulai. Namun, dengan dukungan keluarganya, terutama ayahnya yang selalu melatihnya di rumah, Villa perlahan pulih. Selama masa pemulihan, ia mulai melatih kaki kirinya, yang akhirnya membuatnya mampu menggunakan kedua kaki dengan sama baiknya—atribut yang menjadi keunggulan utamanya sebagai pemain profesional.

Awal Karier di Klub Lokal

Villa memulai karier sepak bolanya di klub-klub kecil di Langreo, di mana bakatnya mulai terlihat. Pelatih-pelatih lokal mengenalnya sebagai anak kecil dengan kemampuan luar biasa dalam mencetak gol. Bakatnya menarik perhatian akademi Sporting Gijón, yang kemudian menjadi pintu masuknya ke dunia sepak bola profesional.

Langkah Menuju Kejayaan

Villa memulai karier profesionalnya bersama tim B Sporting Gijón pada tahun 2000. Performa impresifnya membuatnya segera dipromosikan ke tim utama. Di Sporting Gijón, ia mencetak 38 gol dalam 80 penampilan, menarik perhatian klub-klub besar Spanyol.

Real Zaragoza

Pada tahun 2003, Villa bergabung dengan Real Zaragoza, sebuah klub La Liga, dan ini menjadi titik awalnya di level tertinggi sepak bola Spanyol. Di Zaragoza, ia mencetak 31 gol dalam 73 pertandingan, termasuk gol-gol penting yang membantu tim memenangkan Copa del Rey 2004. Kemenangannya di Zaragoza membuktikan bahwa ia mampu bersaing di tingkat tertinggi.

Menjadi Penyerang Elit

Pada tahun 2005, Villa pindah ke Valencia CF dengan nilai transfer besar saat itu. Di Valencia, Villa benar-benar menunjukkan dirinya sebagai salah satu penyerang terbaik dunia. Selama lima musim, ia mencetak lebih dari 100 gol dan menjadi andalan tim. Salah satu pencapaian terbesarnya di Valencia adalah memenangkan Copa del Rey 2007–2008, di mana ia menjadi pencetak gol utama.

Puncak Karier Klub

Pada tahun 2010, Villa bergabung dengan FC Barcelona, klub yang dianggap sebagai salah satu tim terbaik dalam sejarah sepak bola. Bersama Barcelona, ia memenangkan berbagai gelar, termasuk La Liga, Liga Champions UEFA, dan Piala Dunia Antarklub FIFA. Salah satu momen paling berkesan adalah ketika ia mencetak gol spektakuler di final Liga Champions 2011 melawan Manchester United, mengamankan gelar Eropa untuk timnya.

Atlético Madrid

Setelah meninggalkan Barcelona, Villa bermain untuk Atlético Madrid pada musim 2013–2014. Meski hanya satu musim, kontribusinya sangat berarti, membantu tim memenangkan La Liga untuk pertama kalinya sejak 1996, mengakhiri dominasi Real Madrid dan Barcelona.

Petualangan Internasional

Villa kemudian melanjutkan kariernya di Major League Soccer (MLS) bersama New York City FC. Sebagai pemain pertama dalam sejarah klub, Villa menjadi ikon dan pencetak gol terbanyak klub selama empat musim. Ia mengakhiri kariernya di Jepang bersama Vissel Kobe, bermain bersama Andrés Iniesta, sebelum pensiun pada tahun 2020.

Membawa Spanyol ke Puncak Dunia

Villa memulai debutnya di tim nasional Spanyol pada tahun 2005 dan dengan cepat menjadi pemain kunci. Ia mencetak gol di hampir setiap turnamen besar yang diikutinya, menjadi salah satu penyerang paling produktif dalam sejarah Spanyol.

Euro 2008

Di Euro 2008, Villa menjadi salah satu bintang turnamen, mencetak empat gol, termasuk hat-trick melawan Rusia di fase grup. Performa gemilangnya membantu Spanyol memenangkan gelar, mengakhiri penantian panjang mereka selama lebih dari empat dekade untuk trofi besar.

Piala Dunia 2010

Villa melanjutkan dominasinya di Piala Dunia 2010, mencetak lima gol dan membawa Spanyol meraih gelar juara dunia pertama mereka. Gol-golnya di turnamen ini, termasuk yang ia cetak melawan Portugal dan Paraguay di fase gugur, sangat penting untuk kesuksesan Spanyol.

Rekor Gol

Villa pensiun dari tim nasional pada 2017 sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa Spanyol, dengan 59 gol dalam 98 penampilan. Rekor ini menjadikannya legenda yang tak tergantikan dalam sejarah sepak bola Spanyol.

Prestasi

Prestasi Klub

    • La Liga: 2010–2011 (Barcelona), 2013–2014 (Atlético Madrid)
    • Liga Champions UEFA: 2010–2011
    • Copa del Rey: 2004 (Zaragoza), 2008 (Valencia)
    • Piala Dunia Antarklub FIFA: 2011

Prestasi Internasional

    • Piala Dunia FIFA: 2010
    • Euro: 2008

Penghargaan Individu

    • Sepatu Emas Euro 2008
    • Pencetak Gol Terbanyak Tim Nasional Spanyol

Warisan dan Kehidupan Setelah Pensiun

Setelah pensiun, David Villa tetap aktif di dunia sepak bola. Ia mendirikan akademi sepak bola untuk membantu generasi muda mengembangkan bakat mereka. Selain itu, ia terlibat dalam berbagai kegiatan amal, menunjukkan bahwa ia tidak hanya seorang atlet hebat tetapi juga pribadi yang peduli terhadap masyarakat.

David Villa adalah contoh sempurna dari seorang pemain yang tidak hanya mengandalkan bakat, tetapi juga kerja keras dan dedikasi. Perjalanannya dari kota kecil Langreo hingga menjadi juara dunia adalah inspirasi bagi banyak orang, terutama generasi muda yang bermimpi menjadi pemain sepak bola profesional. Sebagai “El Guaje”, ia akan selalu dikenang sebagai salah satu penyerang terbaik dalam sejarah sepak bola, baik di tingkat klub maupun internasional.

(EA/timKB).

Sumber foto: google

Download aplikasi Kulit Bundar untuk membaca berita dan artikel lebih mudah di gadget anda

Loading next article...