Jakarta – Usai drama penuh keharuan di laga terakhir Lionel Messi di kandang Argentina, Albiceleste harus bersiap memulai era baru tanpa Messi. Argentina menutup perjalanan di Kualifikasi Piala Dunia 2026 dengan kekalahan 0-1 dari Ekuador pada laga terakhir di Estadio Monumental, Rabu (10/9) pagi WIB. Meski hasil ini tidak berpengaruh pada kelolosan Albiceleste yang sudah memastikan tiket ke putaran final, absennya Lionel Messi membuat permainan Argentina kehilangan sosok pembeda. Kapten mereka memilih kembali ke Miami untuk fokus bersama Inter Miami di kompetisi Major League Soccer (MLS) usai mencetak dua gol melawan Venezuela pada laga sebelumnya.
Sejak awal pertandingan, Argentina tampil dominan dalam penguasaan bola, tetapi kesulitan menciptakan peluang bersih. Sementara Ekuador beberapa kali mengancam lewat serangan cepat. Pada menit ke-6, tendangan sudut mereka nyaris membuahkan gol. Situasi semakin sulit bagi tuan rumah ketika bek Nicolas Otamendi dikartu merah pada menit ke-34 akibat pelanggaran terakhir terhadap Enner Valencia. Dari situasi penalti, Valencia sukses menaklukkan kiper Argentina dan membawa Ekuador unggul 1-0 menjelang turun minum.
Memasuki babak kedua, Argentina meningkatkan tekanan. Namun, Ekuador tetap solid di lini belakang. Pada menit ke-53, giliran Moises Caicedo diusir wasit karena menerima kartu merah kedua, membuat kedua tim sama-sama bermain dengan 10 pemain. Meski mendapat lebih banyak ruang, Argentina tetap kesulitan mencetak gol. Ekuador melakukan rotasi di lini tengah untuk menjaga ritme permainan, sementara Albiceleste menambah kekuatan ofensif. Namun hingga akhir pertandingan, tidak ada gol tambahan tercipta. Skor 1-0 bertahan sampai peluit panjang. Gol penalti Enner Valencia menjadi pembeda sekaligus memperpanjang catatan impresif Ekuador dengan lima clean sheet beruntun di ajang kualifikasi.
(Yp/timKB).
Sumber foto: facebook
Download aplikasi Kulit Bundar untuk membaca berita dan artikel lebih mudah di gadget anda