Mohamad Redho: Petarung Muay Thai Indonesia

Piter Rudai 02/10/2025 4 min read
Mohamad Redho: Petarung Muay Thai Indonesia

Jakarta – Indonesia selama ini dikenal dengan ragam budaya dan tradisi bela diri lokalnya, mulai dari pencak silat hingga tarung tradisional. Namun, di tengah perkembangan seni bela diri global, lahirlah generasi baru yang memilih Muay Thai sebagai jalur untuk menorehkan nama Indonesia di panggung internasional. Dari Tasikmalaya, Jawa Barat, muncullah seorang anak muda bernama Mohamad Redho dan juga disebut sebagai “Rodtang dari Tasikmalaya” karena gaya bertarungnya yang agresif, atau yang kini lebih dikenal dengan julukan “Redho Rocky.”

Lahir pada 1999, Redho tumbuh dengan mimpi besar: menjadi petarung profesional yang mampu mengharumkan nama Indonesia. Kini, mimpi itu sedang menjadi kenyataan. Dengan rekor profesional 3-0 tak terkalahkan serta medali emas PON XXI 2024, ia siap melangkah ke panggung yang lebih besar, yakni ONE Championship. Debutnya dijadwalkan pada 3 Oktober 2025 di divisi Atomweight, sebuah momentum bersejarah bukan hanya bagi dirinya, tetapi juga bagi perkembangan Muay Thai Indonesia.

Anak Tasikmalaya dengan Mimpi Besar

Tasikmalaya, kota yang kental dengan nuansa religius dan tradisi Sunda, mungkin bukan tempat yang sering diasosiasikan dengan Muay Thai. Namun, justru dari kota inilah Redho menemukan jalan hidupnya. Sejak kecil, ia dikenal sebagai anak yang aktif, penuh energi, dan selalu ingin mencoba hal-hal baru.

Ketertarikannya pada seni bela diri muncul ketika ia masih remaja. Awalnya, ia menjajal olahraga bela diri lokal, lalu beralih mencoba tinju. Namun, ketika pertama kali berkenalan dengan Muay Thai, Redho merasakan kecocokan luar biasa. Seni bela diri asal Thailand ini memadukan kekuatan, ketahanan, dan strategi—semua hal yang sesuai dengan karakternya yang keras dan pantang menyerah.

Di gym lokal Tasikmalaya, ia mulai ditempa. Latihan fisik keras setiap pagi, pukulan repetitif, tendangan tanpa henti, hingga sparring dengan petarung yang lebih berpengalaman membentuk mental baja dalam dirinya. Dari sinilah lahir sosok “Rocky” Indonesia yang siap berjuang melawan siapa pun di atas ring.

Julukan “Redho Rocky”: Cerminan Mental Baja

Julukan “Redho Rocky” bukan sekadar nama panggung, melainkan refleksi dari gaya bertarung dan kepribadiannya. Seperti tokoh fiksi legendaris Rocky Balboa, Redho memiliki karakter:

    • Pantang menyerah meski menghadapi tekanan besar.
    • Agresif dalam menyerang, selalu menekan lawan sejak awal ronde.
    • Mental baja, tidak mudah goyah meski mendapat pukulan keras.

Dalam setiap pertarungan, ia dikenal sebagai petarung yang “selalu maju.” Gaya inilah yang membuatnya cepat dikenal di kancah nasional, sekaligus menjadi sosok inspiratif bagi generasi muda yang ingin menekuni Muay Thai.

Tekanan Konstan dan Eksplosif

Redho mengusung Muay Thai klasik dengan sentuhan modern. Ia dikenal eksplosif, penuh tenaga, dan tidak memberi kesempatan lawan untuk bernapas.

Ciri khas gaya bertarungnya adalah:

    • Tekanan penuh sejak ronde pertama, membuat lawan terdesak dan kehilangan ritme.
    • Kombinasi pukulan dan tendangan tajam, diarahkan untuk mencetak poin sekaligus melemahkan lawan.
    • Ketahanan fisik luar biasa, yang memungkinkan dirinya menjaga tempo agresif hingga akhir pertarungan

Gaya bertarung seperti ini tidak hanya efektif, tetapi juga menarik penonton. Setiap kali “Redho Rocky” naik ring, publik tahu mereka akan disuguhi laga penuh aksi dan intensitas tinggi.

Prestasi Nasional

Puncak prestasi Redho di tingkat nasional datang pada PON XXI 2024, ketika ia berhasil merebut medali emas. Kemenangan ini bukan sekadar pencapaian pribadi, tetapi juga bukti bahwa Muay Thai Indonesia mampu melahirkan juara berkelas.

Selain itu, Redho juga menorehkan rekor profesional 3-0 tanpa kekalahan. Catatan ini menegaskan bahwa ia bukan hanya sukses di arena amatir, tetapi juga konsisten di level profesional. Setiap pertarungan profesional yang ia jalani memperlihatkan ketenangan, disiplin, dan determinasi untuk menyelesaikan laga dengan kemenangan.

Menuju Debut di ONE Championship

Tanggal 3 Oktober 2025 akan menjadi momen penting dalam perjalanan karier Redho. Ia akan menjalani debutnya di ajang ONE Championship, sebuah organisasi bela diri terbesar di Asia dan salah satu yang paling bergengsi di dunia.

Bertarung di divisi Atomweight, Redho akan menghadapi lawan-lawan internasional dengan latar belakang beragam—mulai dari petarung Muay Thai Thailand, kickboxer Jepang, hingga striker Filipina. Tantangan ini tidak membuatnya gentar. Justru, debut ini menjadi panggung untuk membuktikan bahwa Indonesia juga mampu melahirkan petarung Muay Thai kelas dunia.

Masa Depan “Redho Rocky”: Harapan Baru Muay Thai Indonesia

Di usianya yang kini memasuki 26 tahun, Redho masih berada di jalur emas seorang atlet tempur. Ia memiliki fondasi prestasi yang kuat, rekor profesional sempurna, serta dukungan publik Indonesia yang haus akan bintang baru di dunia seni bela diri.

Banyak yang menaruh harapan agar Redho bisa menjadi ikon baru, sejajar dengan nama-nama petarung Indonesia lain yang lebih dulu mendunia. Jika konsistensi, disiplin, dan mental juaranya tetap terjaga, bukan mustahil “Redho Rocky” akan menorehkan sejarah sebagai salah satu legenda baru Muay Thai Indonesia.

Mohamad Redho “Redho Rocky” adalah bukti bahwa mimpi besar bisa lahir dari kota kecil. Dari Tasikmalaya, ia menempuh jalan panjang hingga menjadi juara nasional dengan emas PON XXI 2024, mencatat rekor profesional 3-0, dan kini bersiap debut di ONE Championship Atomweight pada 3 Oktober 2025.

Dengan gaya bertarung agresif, penuh tekanan, serta mental pantang menyerah, Redho bukan hanya membawa nama dirinya sendiri, tetapi juga kebanggaan Indonesia. Dunia kini menanti debutnya, sementara publik Tanah Air bersiap menyaksikan lahirnya bintang baru yang akan menorehkan sejarah di panggung Muay Thai internasional.

(PR/timKB).

Sumber foto: google

Download aplikasi Kulit Bundar untuk membaca berita dan artikel lebih mudah di gadget anda

Berita Lainnya

Loading next article...