Perjalanan Sergio Busquets, Sang Maestro Lapangan Tengah

Eva Amelia 04/11/2025 4 min read
Perjalanan Sergio Busquets, Sang Maestro Lapangan Tengah

Jakarta – Dalam dunia sepak bola, ada pemain yang bersinar dengan gol-gol spektakuler, ada yang dikenal karena kreativitasnya dalam membangun serangan, dan ada yang diam-diam menjadi jantung permainan tanpa banyak sorotan. Sergio Busquets, atau yang akrab disapa Sergi, adalah tipe pemain terakhir.

Sebagai gelandang bertahan, Busquets mungkin bukan nama pertama yang muncul di benak penggemar saat membicarakan kejayaan Barcelona dan tim nasional Spanyol, tetapi perannya sangat vital dalam kesuksesan kedua tim tersebut. Dengan kecerdasan taktis, umpan presisi, serta kemampuan membaca permainan yang luar biasa, ia menjadi salah satu pemain paling berpengaruh dalam generasinya.

Baca juga: Sergio Busquets Resmi Umumkan Gantung Sepatu

Lahir pada 16 Juli 1988 di Sabadell, Spanyol, Busquets tumbuh dengan darah sepak bola dalam dirinya. Sejak muda, ia dilatih untuk memahami permainan lebih dalam dibanding pemain lain, dan itulah yang membuatnya menonjol meskipun bukan pemain yang flamboyan. Dari La Masia hingga mengangkat trofi Piala Dunia, Busquets telah melalui perjalanan luar biasa dalam kariernya.

Perjalanan Menuju La Masia

Sejak kecil, Sergio Busquets sudah akrab dengan dunia sepak bola. Ayahnya, Carles Busquets, adalah seorang mantan kiper yang pernah membela Barcelona pada era 1990-an. Sebagai anak dari seorang pesepak bola profesional, Busquets kecil menghabiskan banyak waktunya menonton pertandingan, berlatih di lapangan, dan belajar dari sang ayah.

Meski begitu, Busquets tidak memilih jalan yang sama dengan ayahnya sebagai penjaga gawang. Ia lebih tertarik untuk menjadi pemain outfield dan segera menunjukkan bakatnya sebagai gelandang yang memiliki visi luar biasa dan kontrol bola yang tenang.

Pada tahun 2005, Busquets bergabung dengan akademi Barcelona, La Masia, yang terkenal melahirkan banyak pemain hebat seperti Xavi Hernandez, Andres Iniesta, dan Lionel Messi. Di sana, ia mendapatkan pelatihan terbaik dan mulai mengasah kemampuannya sebagai gelandang bertahan.

Dari awal, Busquets bukan pemain dengan fisik paling atletis atau pemain yang mencolok dengan kecepatan atau dribbling luar biasa. Namun, ia memiliki pemahaman taktis yang sangat tinggi, yang membuatnya selalu berada di tempat yang tepat di waktu yang tepat. Kemampuannya dalam membaca permainan, merebut bola, dan mendistribusikan bola dengan cepat membuatnya segera menonjol di antara para pemain muda lainnya.

Percaya Diri di Bawah Pep Guardiola

Kesempatan besar datang pada musim 2008/09, ketika Pep Guardiola, yang saat itu baru ditunjuk sebagai pelatih utama Barcelona, melihat potensi besar dalam diri Busquets. Guardiola, yang juga pernah bermain sebagai gelandang bertahan, sangat memahami pentingnya peran seorang pivot dalam sistem permainan Barcelona.

Pada 13 September 2008, Busquets melakukan debutnya di La Liga melawan Racing Santander. Meski masih muda, ia menunjukkan ketenangan luar biasa di tengah lapangan, sesuatu yang sangat jarang dimiliki pemain seusianya.

Musim itu, Busquets dengan cepat menjadi starter reguler di lini tengah Barcelona, membentuk trio legendaris bersama Xavi Hernandez dan Andres Iniesta. Ia menjadi penghubung utama antara lini belakang dan lini serang, memungkinkan Barcelona memainkan sistem tiki-taka yang mendominasi dunia.

Barcelona mengakhiri musim dengan mencetak sejarah sebagai tim Spanyol pertama yang meraih treble (La Liga, Copa del Rey, dan Liga Champions UEFA 2008/09). Keberhasilan ini mengukuhkan posisi Busquets sebagai salah satu gelandang bertahan terbaik di dunia, meskipun ini baru musim pertamanya di tim utama.

Dominasi Barcelona dan Tim Nasional Spanyol

Setelah musim debut yang luar biasa, Busquets terus menjadi pemain kunci Barcelona selama lebih dari satu dekade. Ia membantu klub meraih berbagai gelar domestik dan internasional, termasuk:

    • 9 Gelar La Liga (2008/09, 2009/10, 2010/11, 2012/13, 2014/15, 2015/16, 2017/18, 2018/19, 2022/23)
    • 7 Copa del Rey
    • 3 Liga Champions UEFA (2008/09, 2010/11, 2014/15)
    • 3 Piala Dunia Antarklub FIFA
    • 3 Piala Super UEFA

Di level internasional, Busquets menjadi bagian dari generasi emas Spanyol yang memenangkan Piala Dunia FIFA 2010 dan Euro 2012

Busquets dikenal sebagai pemain yang tidak tergantikan dalam sistem Spanyol yang berbasis penguasaan bola. Pelatih Vicente del Bosque bahkan pernah mengatakan:

“Jika saya bisa terlahir kembali sebagai seorang pemain, saya ingin menjadi Sergio Busquets.”

Menguasai Lapangan Tanpa Sorotan

Banyak orang tidak menyadari betapa pentingnya peran Busquets di lapangan, karena ia bukan tipe pemain yang mencetak gol atau melakukan dribbling spektakuler. Namun, bagi mereka yang memahami sepak bola lebih dalam, perannya sangat jelas:

    • Kemampuan membaca permainan: Busquets selalu bisa memprediksi ke mana arah serangan lawan, memotong umpan, dan merebut bola dengan cara yang bersih.
    • Presisi umpan: ia memiliki akurasi umpan lebih dari 90% dalam hampir setiap pertandingan, membantu timnya mengontrol tempo permainan.
    • Ketenangan di bawah tekanan: Busquets dikenal sebagai pemain yang tidak mudah panik meskipun dikepung oleh lawan.

Akhir Perjalanan di Barcelona dan Pindah ke Inter Miami

Setelah 15 tahun mengabdi di Barcelona, Busquets memutuskan untuk meninggalkan klub pada akhir musim 2022/23. Kepergiannya menjadi akhir dari era tiki-taka di Barcelona, mengingat ia adalah salah satu pemain terakhir dari generasi emas klub tersebut.

Pada tahun 2023, ia bergabung dengan Inter Miami di Major League Soccer (MLS), bersatu kembali dengan Lionel Messi dan Jordi Alba. Di Amerika Serikat, ia masih menunjukkan kelasnya sebagai maestro lini tengah, membantu timnya meraih trofi Leagues Cup 2023.

Warisan dan Pengaruh Busquets dalam Sepak Bola

Sebagai salah satu gelandang bertahan terbaik dalam sejarah, Busquets telah menginspirasi banyak pemain muda seperti Rodri (Manchester City) dan Aurélien Tchouaméni (Real Madrid).

Meskipun ia tidak selalu mendapatkan sorotan seperti Messi atau Ronaldo, perannya sangat krusial dalam kesuksesan Barcelona dan tim nasional Spanyol.

Kini, meskipun sudah tidak lagi bermain di Eropa, warisan Busquets dalam dunia sepak bola tetap akan dikenang selamanya.

Sang Maestro yang Tak Tergantikan

Sergio Busquets bukan hanya seorang pemain biasa, ia adalah seorang legenda yang telah mengubah cara bermain gelandang bertahan dalam sepak bola modern. Dengan kesederhanaan dan kecerdasannya di lapangan, ia telah membawa banyak kesuksesan bagi Barcelona dan Spanyol.

Dari La Masia hingga mengangkat trofi Piala Dunia, perjalanan Busquets adalah bukti bahwa kejeniusan dalam sepak bola tidak selalu harus mencolok, tetapi bisa datang dari seorang maestro yang mengendalikan segalanya dari lini tengah.

(EA/timKB).

Sumber foto: google

Download aplikasi Kulit Bundar untuk membaca berita dan artikel lebih mudah di gadget anda

Loading next article...