Pethaokradong Lukjaomaesaithong: Bintang Muda Muay Thai

Piter Rudai 09/12/2025 5 min read
Pethaokradong Lukjaomaesaithong: Bintang Muda Muay Thai

Jakarta – Di tengah hiruk-pikuk arena Lumpinee dan sorot lampu terang ONE Friday Fights, nama Pethaokradong Lukjaomaesaithong mulai pelan tapi pasti mencuri perhatian. Masih berusia 20 tahun, petarung Muay Thai asal Thailand ini membawa paket lengkap: tinggi menjulang, jangkauan panjang, gaya bertarung agresif, dan mentalitas pantang mundur. Di panggung ONE Championship, ia turun di divisi lightweight Muay Thai dan sudah membuktikan bahwa usianya yang muda bukan alasan untuk dipandang remeh—terutama setelah mencatat kemenangan KO atas Ayoub El Khadraoui dan sempat satu ring dengan mantan juara dunia, Alaverdi Ramazanov.

Talenta Muda dari Negeri Nak Muay

Pethaokradong Lukjaomaesaithong mewakili generasi baru nak muay Thailand yang kini bermigrasi ke panggung global. Di usia 20 tahun, ia sudah tampil di ajang paling bergengsi untuk striking, yaitu ONE Championship. Turun di divisi lightweight, ia biasanya berhadapan dengan lawan-lawan yang tak hanya kuat secara fisik, tetapi juga sangat berpengalaman. Namun, Pethaokradong datang dengan modal yang menjadi ciri khas para petarung Thailand: jumlah ronde latihan dan pertarungan yang jauh melampaui usianya.

Posturnya yang jangkung menjadi senjata utama. Berbeda dengan beberapa nak muay tradisional yang bermain di jarak dekat, Pethaokradong memanfaatkan jangkauan tangan dan kakinya untuk menguasai ruang. Dari luar, ia menebar jab dan tendangan panjang, lalu masuk dengan clinch ketika lawan mencoba memotong jarak.

Dari Sasana Lokal ke Panggung Dunia

Seperti banyak petarung Thailand lainnya, perjalanan Pethaokradong hampir pasti dimulai dari kampung halaman: sasana sederhana, ring kecil, dan jadwal latihan yang nyaris tanpa hari libur. Sejak usia belia, ia ditempa dalam rutinitas khas Muay Thai—lari pagi, latihan teknik, sparring, diulang setiap hari hingga menjadi kebiasaan. Dari situlah dasar-dasar kuatnya terbentuk: cardio yang tak habis-habis, ketahanan menerima pukulan dan tendangan, serta disiplin menjalani gaya hidup seorang atlet.

Pertarungan demi pertarungan di ajang lokal dan stadion-stadion Thailand—baik di daerah maupun di Bangkok—membantu membangun reputasinya. Nama “Lukjaomaesaithong” yang tersemat di belakang namanya mengindikasikan afiliasi sasana atau sponsor, sesuatu yang lazim dan penting dalam kultur Muay Thai Thailand. Setiap kemenangan membawa Pethaokradong selangkah lebih dekat ke panggung internasional, hingga akhirnya pintu ONE Championship terbuka.

Ketika ONE mengumumkan rangkaian ONE Friday Fights di Lumpinee Boxing Stadium, banyak talenta muda Thailand diberi kesempatan untuk unjuk gigi. Pethaokradong termasuk di antara nama-nama yang mendapatkan kepercayaan tersebut—dan ia tidak menyia-nyiakannya.

Debut di ONE Championship

Pethaokradong Lukjaomaesaithong pertama kali tampil di panggung ONE Friday Fights 124 pada 12 September 2025 di Lumpinee Boxing Stadium, Bangkok. Dalam debutnya, ia langsung mendapat ujian berat menghadapi mantan juara dunia bantamweight kickboxing, Alaverdi Ramazanov. Pertarungan berakhir dengan kekalahan KO di ronde pertama, sebuah pengalaman keras yang menjadi pelajaran penting bagi petarung muda Thailand ini.

Kemenangan KO yang Mengesankan

Bangkit dari debut yang sulit, Pethaokradong kembali ke ring di ONE Friday Fights 133 pada 14 November 2025. Kali ini ia menghadapi Ayoub El Khadraoui. Dengan memanfaatkan tinggi badan dan jangkauan panjangnya, Pethaokradong tampil agresif sejak awal. Hanya dalam waktu 53 detik ronde pertama, ia mencatat kemenangan KO yang spektakuler. Kemenangan ini bukan hanya menambah catatan positif di rekornya, tetapi juga menjadi pernyataan bahwa ia adalah salah satu prospek muda paling menarik di divisi lightweight Muay Thai.

Muay Thai Agresif dengan Jangkauan Mematikan

Apa yang membuat Pethaokradong menarik bukan hanya rekornya, tetapi cara ia bertarung. Ia adalah prototipe nak muay modern yang memadukan tradisi dan penyesuaian terhadap format internasional.

Dengan stance ortodoks, Pethaokradong mengandalkan beberapa elemen utama:

    1. Pertama, jangkauan. Kaki dan tangan yang panjang membuatnya bisa menyerang lawan dari jarak di mana tidak semua petarung merasa nyaman. Tendangan teep ke tubuh dan tendangan roundhouse ke sisi badan sering ia gunakan untuk mengontrol jarak dan memotong ritme serangan lawan.
    2. Kedua, kombinasi pukulan cepat. Alih-alih hanya mengandalkan satu-dua pukulan, ia sering melepaskan kombinasi tiga sampai empat pukulan, lalu diakhiri dengan tendangan atau serangan lutut. Hal ini mencerminkan adaptasi gaya Muay Thai tradisional ke arah kickboxing modern yang lebih berbasis volume dan kombinasi.
    3. Ketiga, clinch dominan. Begitu lawan terpaksa mendekat untuk menghindari rentetan serangan jarak jauh, Pethaokradong mengunci mereka dalam clinch. Di posisi ini, lututnya menjadi senjata utama. Clinch bukan sekadar tempat beristirahat; baginya, clinch adalah laboratorium kecil di mana ia membongkar pertahanan lawan, menekan leher, mengendalikan postur, lalu menyisipkan lutut ke tubuh atau kepala.
    4. Keempat, mentalitas maju. Pethaokradong jarang bertarung dengan gaya “lari dan pukul”. Ia lebih suka berjalan maju, memberi tekanan, dan memaksa lawan untuk bereaksi. Ini membuat pertarungannya hampir selalu menarik bagi penonton, meski dari sisi strategi berarti ia perlu menjaga disiplin pertahanan yang tinggi.

Prestasi dan Momen Kunci di ONE Championship

Di usianya yang baru 20 tahun, Pethaokradong belum memiliki daftar panjang sabuk stadion atau gelar dunia, namun ia telah menorehkan beberapa pencapaian penting yang menunjukkan arah kariernya:

    • Kemenangan KO atas Ayoub El Khadraoui di ONE Friday Fights menjadi salah satu sorotan utama. Bukan hanya cara ia menang, tetapi ketenangan dalam menyusun serangan—tidak terburu-buru, namun tetap berbahaya di setiap momen.
    • Kesempatan menghadapi Alaverdi Ramazanov juga menjadi prestasi tersendiri. Tidak semua petarung muda mendapatkan kesempatan untuk melawan mantan juara kelas dunia; hanya mereka yang dinilai punya nilai jual dan potensi besar. Pertarungan semacam ini menjadi pengalaman berharga, terlepas dari hasil akhir, karena memaksa Pethaokradong untuk naik satu level dalam hal persiapan, strategi, dan kepercayaan diri.
    • Di luar itu, setiap penampilannya di Lumpinee dalam kartu ONE Friday Fights memperkaya jam terbangnya di bawah sorotan global—disiarkan ke seluruh dunia, ditonton oleh jutaan penggemar striking.

Aspek Menarik: Simbol Generasi Baru Nak Muay

Ada beberapa hal yang membuat Pethaokradong menarik untuk diikuti:

    • Pertama, usianya. Di usia 20 tahun, ia masih jauh dari puncak usia fisik seorang petarung. Artinya, masih banyak ruang untuk berkembang—baik secara teknik, taktik, maupun mental.
    • Kedua, kombinasi tradisi dan modernitas. Ia jelas lahir dari kultur Muay Thai Thailand yang sangat kuat, tetapi gaya bertarungnya menunjukkan adaptasi terhadap tuntutan panggung global: tempo lebih tinggi, kombinasi lebih panjang, dan kesadaran akan scoring dalam format internasional.
    • Ketiga, profil lawan yang ia hadapi. Mengalahkan nama seperti Ayoub El Khadraoui dan menghadapi Alaverdi Ramazanov di usia semuda ini menunjukkan bahwa Pethaokradong bukan sekadar pengisi kartu tanding, tetapi bagian dari rencana jangka panjang ONE untuk membangun generasi baru bintang Muay Thai.
    • Keempat, potensi bintang. Dengan gaya agresif, peluang KO tinggi, dan latar belakang Thailand yang selalu punya basis penggemar loyal, Pethaokradong berpotensi menjadi salah satu wajah baru divisi lightweight Muay Thai di masa depan—terutama jika ia mampu mengumpulkan rangkaian kemenangan beruntun dan mungkin suatu hari menantang sabuk juara.

Dari Friday Fights Menuju Perburuan Gelar

Karier Pethaokradong bisa dibilang baru memasuki babak awal. Tantangan berikutnya mungkin berupa lawan-lawan dengan pengalaman puluhan pertarungan internasional, striker dari Eropa yang bermain dengan gaya berbeda, atau sesama nak muay veteran yang terbiasa dengan perang tiga ronde penuh.

Jika ia bisa terus mengasah pertahanan, memperkaya variasi serangan, dan mempertajam finishing instinct yang sudah ia miliki, jalan menuju peringkat atas divisi lightweight bukanlah mimpi kosong. ONE Championship selalu mencari sosok baru yang bisa menjadi wajah divisi—dan Pethaokradong Lukjaomaesaithong memiliki banyak elemen yang dibutuhkan: muda, agresif, menarik untuk ditonton, dan lahir dari kultur Muay Thai yang autentik.

Bagi penggemar Muay Thai, mengikuti perjalanan Pethaokradong sejak sekarang adalah seperti menyaksikan bab-bab pertama dari kisah panjang seorang calon bintang. Ia belum sampai pada puncaknya, tapi setiap langkah di ring Lumpinee dan panggung ONE adalah batu loncatan yang bisa membawanya ke level yang lebih tinggi.

(PR/timKB).

Sumber foto: onefc.com

Download aplikasi Kulit Bundar untuk membaca berita dan artikel lebih mudah di gadget anda

Berita Lainnya

Loading next article...