Warisan Tak Tergoyahkan Gianluca Pagliuca Di Sepak Bola Italia

Eva Amelia 03/01/2026 4 min read
Warisan Tak Tergoyahkan Gianluca Pagliuca Di Sepak Bola Italia

Jakarta – Gianluca Pagliuca adalah salah satu nama yang paling dihormati dalam sejarah penjaga gawang Italia dan sepak bola dunia pada era 1990-an. Dikenal karena keandalan yang luar biasa, refleks yang eksplosif, dan umur panjang kariernya, Pagliuca membela beberapa klub top di Serie A dan menjadi kiper utama Italia di dua Piala Dunia yang ikonik. Ia adalah perwujudan dari catenaccio pertahanan Italia yang klasik: kuat, fokus, dan hampir tidak bisa ditembus.

Masa Awal dan Kedewasaan di Sampdoria (1987–1994)

Karier profesional Gianluca Pagliuca mencapai kematangan pertamanya di U.C. Sampdoria. Setelah menghabiskan beberapa tahun di akademi Bologna, Pagliuca pindah ke klub Genoa pada tahun 1987. Di bawah bimbingan pelatih karismatik Vujadin Boškov, Pagliuca menjadi bagian tak terpisahkan dari apa yang dikenal sebagai “Sampdoria yang Hebat”.

Periode ini adalah era paling sukses dalam sejarah Sampdoria. Pagliuca menjadi tembok pertahanan yang penting dalam skuad yang dipenuhi talenta seperti Roberto Mancini dan Gianluca Vialli. Bersama Blucerchiati, ia memenangkan sejumlah gelar domestik dan Eropa:

  • Scudetto (Liga Italia): 1990–91. Ini adalah satu-satunya gelar Liga Italia yang pernah dimenangkan Sampdoria dan merupakan pencapaian monumental.

  • Coppa Italia (Piala Italia): Tiga kali (1987–88, 1988–89, 1993–94).

  • Piala Winners UEFA: 1989–90.

Puncak emosional dari masa Pagliuca di Sampdoria adalah Final Piala Champions Eropa 1992 di Wembley. Meskipun Sampdoria kalah 1-0 dari Barcelona yang dipimpin Johan Cruyff melalui tendangan bebas Ronald Koeman, Pagliuca tampil heroik sepanjang pertandingan. Penampilannya di Sampdoria membuatnya diakui sebagai salah satu kiper terbaik di Serie A, yang pada saat itu merupakan liga terkuat di dunia.

Puncak Karier di Inter Milan (1994–1999)

Pada tahun 1994, Pagliuca membuat langkah besar dengan bergabung dengan Inter Milan, menggantikan legenda sebelumnya, Walter Zenga (setelah Inter sempat diperkuat oleh kiper lain untuk waktu singkat). Transfer ini menegaskan statusnya sebagai kiper elit Italia.

Di San Siro, Pagliuca melanjutkan reputasinya sebagai kiper yang konsisten dan pembuat penyelamatan spektakuler. Meskipun gelar domestik sulit diraih Inter pada era 90-an yang didominasi oleh Juventus dan Milan, Pagliuca tetap menjadi pilar pertahanan.

Pencapaian terbesarnya bersama Inter adalah memenangkan Piala UEFA 1997–98. Dalam turnamen tersebut, Inter yang diperkuat oleh Ronaldo Nazário (Ronaldo Fenômeno) berhasil mengalahkan Lazio di final 3-0. Pagliuca tidak hanya memenangkan trofi, tetapi juga memantapkan dirinya sebagai pemain pertama yang diusir dari lapangan dalam pertandingan final Piala Dunia (detail ini akan dibahas di bagian Tim Nasional).

Kebanggaan Nasional: Piala Dunia dan Momen Ikonik

Di level internasional, Gianluca Pagliuca mengumpulkan 39 caps untuk tim nasional Italia dan menjadi kiper utama mereka di beberapa turnamen besar.

Piala Dunia FIFA 1994 (Amerika Serikat)

Turnamen ini adalah yang paling mendefinisikan kariernya di timnas. Ia memulai turnamen sebagai kiper pilihan pertama. Namun, di pertandingan penyisihan grup kedua melawan Norwegia, Pagliuca melakukan kesalahan yang jarang terjadi pada menit ke-21. Ia keluar dari area penalti untuk mencegat umpan jauh dan menjatuhkan pemain lawan, yang berujung pada kartu merah langsung. Ia menjadi kiper pertama yang diusir dalam sejarah Piala Dunia.

Setelah menjalani skorsing, Pagliuca kembali di perempat final melawan Spanyol dan membantu Italia maju ke final. Di Final Piala Dunia 1994 melawan Brasil, Pagliuca tampil fantastis, menjaga gawangnya tetap perawan melalui 120 menit. Ia menjadi kiper Italia pertama yang memiliki clean sheet di final Piala Dunia sejak Dino Zoff pada tahun 1982. Sayangnya, Italia kalah dalam adu penalti, di mana Pagliuca nyaris menyelamatkan salah satu tendangan penalti Brasil.

Piala Dunia FIFA 1998 (Prancis)

Pada Piala Dunia 1998, Pagliuca kembali menjadi kiper utama Italia. Ia tampil solid dan membantu tim mencapai perempat final, di mana mereka kembali tersingkir melalui adu penalti yang menyakitkan melawan tuan rumah, Prancis, yang kemudian menjadi juara.

Umur Panjang dan Rekor Serie A (1999–2007)

Setelah meninggalkan Inter pada tahun 1999, Pagliuca kembali ke klub masa kecilnya, Bologna, di mana ia bermain hingga tahun 2006. Meskipun sudah berada di usia veteran, ia mempertahankan standar kebugaran dan penampilannya yang tinggi.

Pada akhir kariernya, ia mencatatkan penampilan untuk Ascoli sebelum akhirnya pensiun pada tahun 2007.

Secara keseluruhan, karier Pagliuca sangat panjang dan mengesankan. Dia mencatatkan 592 penampilan di Serie A, sebuah rekor yang sangat besar untuk seorang penjaga gawang. Ia memegang rekor sebagai penjaga gawang dengan penyelamatan penalti terbanyak dalam sejarah Serie A (24 kali).

Warisan: Penjaga Gawang Generasi

Gianluca Pagliuca dikenal karena kemampuannya untuk mendominasi area penalti, penguasaannya terhadap one-on-one situation (situasi satu lawan satu), dan yang paling penting, mentalitas yang kuat di bawah tekanan.

Dia adalah simbol generasi emas penjaga gawang Italia yang juga mencakup Angelo Peruzzi dan Francesco Toldo. Warisannya terpatri bukan hanya dalam gelar yang ia menangkan, tetapi dalam konsistensi dan profesionalismenya selama dua dekade di level tertinggi. Pagliuca adalah jaminan keandalan, seorang kiper yang selalu bisa diandalkan ketika timnya paling membutuhkannya.

(EA/timKB).

Sumber foto: google

Download aplikasi Kulit Bundar untuk membaca berita dan artikel lebih mudah di gadget anda

Loading next article...