Jakarta – Inter Milan menunjukkan performa gemilang dengan membantai Pisa 6-2 dalam lanjutan Serie A 2025/2026 di Stadion San Siro, Sabtu (24/1/2026) dini hari WIB. Kemenangan ini semakin mengokohkan posisi Nerazzurri di puncak klasemen sementara. Meski sempat tertinggal dua gol lebih dulu akibat brace Stefano Moreo, Inter Milan berhasil bangkit dan membalikkan keadaan. Gol-gol kemenangan Inter dicetak oleh Piotr Zielinski, Lautaro Martinez, Pio Esposito, Federico Dimarco, Ange Yoan Bony, dan Henrikh Mkhitaryan.
Baca juga: Kalahkan Lecce, Inter Kokoh Sebagai Capolista Serie A
Kemenangan telak ini membuat Inter Milan semakin nyaman di puncak klasemen dengan mengoleksi 52 poin dari 22 pertandingan. Pasukan asuhan Christian Chivu kini unggul 6 poin dari rival terdekatnya, AC Milan, yang baru akan melakoni pertandingan melawan AS Roma pada Senin (26/1) mendatang. Sementara itu, Pisa masih tertahan di dasar klasemen sebagai juru kunci. Tim yang berjuluk Il Torri ini baru mengumpulkan 14 poin hingga pekan ke-22, sama dengan perolehan Hellas Verona yang juga baru akan memainkan laga mereka pada Selasa (27/1) dini hari WIB.
Pisa tampil tanpa rasa gentar dan langsung menekan sejak menit awal. Stefano Moreo menjadi aktor utama dengan dua gol cepat yang membuat Inter terdiam. Gol pembuka Pisa lahir dari kesalahan distribusi Yann Sommer yang keluar dari kotaknya untuk menerima umpan balik. Moreo memotong bola dan melepaskan lob jarak jauh sejauh sekitar 30 meter yang langsung bersarang ke gawang. Delapan menit kemudian, Moreo kembali mencatatkan namanya di papan skor. Ia menyambut sepak pojok dari sisi kiri dengan sundulan di tiang dekat untuk menggandakan keunggulan tim tamu.
Tekanan yang terus meningkat menghasilkan penalti pada menit ke-39 akibat handball Matteo Tramoni. Piotr Zielinski maju sebagai eksekutor dan menjalankan tugasnya dengan baik. Gol tersebut menjadi titik balik yang mengembalikan kepercayaan diri Inter dalam membangun comeback. Hanya dua menit setelah gol penalti, Inter menyamakan kedudukan. Dimarco mengirimkan umpan silang akurat yang diselesaikan Lautaro Martinez dengan sundulan di tiang jauh, menaklukkan Simone Scuffet. Tekanan Inter tidak berhenti sampai di situ. Pada masa tambahan waktu babak pertama, Alessandro Bastoni mengirimkan umpan silang yang disambut Pio Esposito dengan sundulan keras dari dalam kotak penalti. Gol tersebut memastikan Inter berbalik unggul 3-2 yang bertahan hingga jeda
Memasuki babak kedua, Inter tetap mengontrol jalannya pertandingan. Pio Esposito kembali mengancam, namun Scuffet melakukan penyelamatan gemilang dengan menepis bola ke sudut atas gawang. Marcus Thuram dan Nicolo Barella kemudian masuk untuk menambah intensitas serangan. Thuram memimpin serangan balik cepat, meski upayanya digagalkan Scuffet, sebelum Dimarco menghantam tiang gawang dari bola rebound. Gol keempat akhirnya datang melalui aksi luar biasa Dimarco. Ia melepaskan tendangan voli yang menghantam bagian dalam tiang sebelum masuk, memastikan Inter menjauh dari kejaran Pisa.
Dimarco kembali terlibat dalam gol kelima Inter. Umpan terobosannya menemukan Bonny yang masuk ke kotak penalti, melewati dua pemain bertahan, dan mencetak gol dari sudut sempit. Inter belum berhenti menambah penderitaan Pisa. Henrikh Mkhitaryan mencetak gol Serie A pertamanya dalam lebih dari satu tahun dengan sundulan jarak dekat di tiang jauh, memanfaatkan umpan sundulan Yann Bisseck dari sepak pojok.
(Yp/timKB).
Sumber foto: facebook
Download aplikasi Kulit Bundar untuk membaca berita dan artikel lebih mudah di gadget anda