Chokdee Maxjandee: Petarung Sor Sommai Dengan Gaya Agresif

Piter Rudai 08/04/2026 4 min read
Chokdee Maxjandee: Petarung Sor Sommai Dengan Gaya Agresif

Jakarta – Di panggung Muay Thai modern, tidak semua petarung membangun nama lewat sorotan besar sejak awal. Ada yang justru meniti jalannya dari pertarungan-pertarungan keras, dari kemenangan yang harus direbut dengan susah payah, dan dari kekalahan yang memaksa mereka belajar lebih cepat daripada yang lain. Chokdee Maxjandee adalah salah satu nama yang cocok diletakkan dalam kategori itu. Petarung asal Thailand ini lahir pada 27 Oktober 1997, memiliki tinggi 160 cm, bernaung di Sor Sommai, dan dalam profil resmi ONE Championship saat ini tercatat sebagai atlet berusia 28 tahun yang aktif bertarung di ranah Muay Thai ONE Friday Fights. Profil resmi ONE juga mencantumkan tinggi, negara asal, dan timnya secara jelas.

Chokdee menarik bukan karena ia dibungkus citra glamor, melainkan karena gaya bertarungnya terasa sangat membumi dan sangat “Thailand”. Ia hadir dengan karakter Muay Thai yang hidup dari ritme agresif, kombinasi serangan yang rapat, dan keberanian untuk masuk ke jarak tempur. Gambaran yang Anda berikan tentang dirinya sebagai petarung dengan kombinasi tendangan cepat dan pukulan agresif terasa sejalan dengan jejak performanya di ONE, terutama karena sebagian besar kemenangannya datang lewat penyelesaian, bukan semata-mata keputusan angka. Di statistik resmi ONE, Chokdee saat ini memiliki 4 kemenangan dan 4 kekalahan dalam total 8 laga, dengan 3 kemenangan finis dan finish rate 75 persen.

Perjalanan Chokdee di ONE dimulai dengan cara yang cukup menjanjikan. Di halaman pertandingan lama versi Thailand pada profil ONE, ia tercatat meraih kemenangan atas Yoddoi Kaewsamrit lewat unanimous decision di ONE Friday Fights 6. Itu adalah kemenangan yang penting, bukan hanya karena memberi langkah awal yang positif, tetapi juga karena menunjukkan bahwa Chokdee mampu menyelesaikan tiga ronde penuh dan meyakinkan juri bahwa ia layak menang. Dalam dunia Muay Thai, kemenangan angka seperti ini sering menjadi tanda bahwa seorang petarung punya dasar teknik yang rapi, pembacaan laga yang baik, dan disiplin menjaga tempo.

Namun seperti banyak kisah petarung lain, jalur Chokdee tidak bergerak lurus ke atas. Di ONE Friday Fights 23 tanggal 30 Juni 2023, ia kalah unanimous decision dari Numsurin dalam duel 116-pound catchweight Muay Thai yang oleh ONE digambarkan sebagai pertarungan penuh aksi. Kekalahan ini menjadi pengingat bahwa di level ONE, bahkan petarung yang sedang naik daun pun bisa langsung diuji oleh lawan yang sama-sama keras dan berpengalaman. Dalam banyak kasus, justru momen seperti inilah yang membentuk mental seorang atlet.

Setelah itu, Chokdee kembali mengalami ujian berat ketika ia kalah KO dari Songchainoi Kiatsongrit di ONE Friday Fights 30. Hasil resmi profil ONE mencatat kekalahan itu terjadi pada ronde kedua. Bagi seorang petarung Muay Thai yang mengandalkan agresivitas, kekalahan seperti ini sering menjadi titik refleksi: bagaimana menjaga tekanan tanpa terlalu terbuka, bagaimana tetap menyerang tanpa kehilangan disiplin bertahan. Kekalahan dari Songchainoi memperlihatkan bahwa agresivitas Chokdee memang berbahaya, tetapi di level tinggi ia juga harus dibarengi kontrol yang lebih matang.

Setelah melalui periode yang tidak mudah itu, Chokdee kembali menemukan momentumnya pada ONE Friday Fights 141 tanggal 6 Februari 2026. Dalam laga tersebut, ia mengalahkan Mahesuan Aekmuangnon lewat TKO ronde pertama hanya dalam 1 menit 44 detik. Kemenangan cepat seperti ini sangat penting bagi seorang petarung yang sedang berusaha memulihkan laju. Ia tidak hanya mendapatkan angka kemenangan, tetapi juga mendapatkan kembali rasa percaya diri, keyakinan akan kekuatan serangannya, dan pesan kepada lawan-lawan lain bahwa dirinya tetap berbahaya sejak bel awal dibunyikan. Hasil resmi acara dan profil atlet ONE sama-sama menegaskan kemenangan cepat itu.

Kemenangan atas Mahesuan juga memperkuat identitas Chokdee sebagai petarung yang hidup dari kombinasi agresif. Jika melihat statistik resmi ONE, dari empat kemenangannya saat ini, tiga datang lewat finis: satu KO dan dua TKO. Angka ini menunjukkan bahwa saat Chokdee berada dalam ritme terbaiknya, ia bukan tipe petarung yang puas sekadar mengumpulkan poin. Ia ingin menyakiti lawan, mematahkan tempo lawan, dan menutup laga dengan tegas. Bagi media dan penonton, gaya seperti ini selalu punya nilai jual tinggi karena hampir selalu menjanjikan aksi.

Ada satu hal lain yang membuat kisah Chokdee menarik untuk dibaca sebagai artikel berita online: ia adalah representasi dari petarung Thailand level menengah-atas yang tumbuh di sistem ONE Friday Fights. Ia bukan nama besar yang datang dengan sorotan dunia sejak hari pertama, tetapi ia adalah tipe atlet yang justru membuat ekosistem itu hidup. Petarung seperti Chokdee membawa intensitas, rivalitas, dan ketidakpastian hasil yang membuat penonton ingin terus mengikuti perjalanan mereka. Mereka adalah wajah dari kompetisi yang sesungguhnya, tempat setiap kemenangan harus dibayar dengan risiko nyata. Penjadwalan terbaru dari ONE juga menunjukkan bahwa Chokdee masih terus aktif, karena ia diumumkan akan menghadapi Salai Htan Khee Shein pada ONE Friday Fights 150 tanggal 10 April 2026.

Dalam konteks yang lebih luas, Chokdee Maxjandee adalah gambaran petarung Muay Thai yang dibentuk oleh kerasnya lintasan pertandingan, bukan oleh narasi yang dibuat-buat. Ia lahir di Thailand, bertarung di bawah bendera Sor Sommai, membawa gaya Muay Thai yang cepat dan agresif, lalu menjalani karier di ONE dengan pola yang sangat manusiawi: menang, kalah, bangkit, lalu mencoba lagi. Itulah sebabnya kisahnya terasa dekat dengan esensi olahraga tarung itu sendiri. Bukan tentang kesempurnaan, melainkan tentang daya tahan, keberanian, dan kemauan untuk terus masuk ke ring meski tahu risikonya besar.

Pada akhirnya, Chokdee mungkin belum berada di jajaran nama paling besar di ONE Championship, tetapi justru di situlah daya tariknya. Ia masih lapar, masih berkembang, dan masih punya ruang untuk menulis bab yang lebih besar dalam kariernya. Setiap kali ia bertanding, ada kemungkinan penonton melihat duel teknis yang intens, pertarungan penuh tekanan, atau bahkan penyelesaian cepat yang meledak tiba-tiba. Dan selama ia mempertahankan gaya bertarung agresif yang menjadi ciri khasnya, nama Chokdee Maxjandee akan tetap menjadi salah satu nama yang layak diperhatikan di panggung Muay Thai ONE.

(PR/timKB).

Sumber foto: onefc.com

Download aplikasi Kulit Bundar untuk membaca berita dan artikel lebih mudah di gadget anda

Loading next article...