Jakarta – Timnas Pantai Gading akhirnya kembali merasakan atmosfer Piala Dunia setelah penantian panjang selama 12 tahun. Les Éléphants akan tampil untuk keempat kalinya di putaran final, menandai kebangkitan mereka di level tertinggi sepak bola dunia. Penampilan terakhir Pantai Gading di ajang ini terjadi pada 2014 di Brasil. Saat itu, mereka nyaris melangkah ke babak 16 besar sebelum tersingkir secara dramatis di menit-menit akhir fase grup.
Baca juga: Pantai Gading Kalahkan Mozambik 1-0
Kini, kehadiran mereka di Piala Dunia 2026 menjadi simbol era baru pasca-generasi emas Didier Drogba. Dengan komposisi pemain yang lebih segar serta sentuhan pelatih muda inovatif, Pantai Gading datang ke Amerika Utara dengan ambisi besar: melangkah lebih jauh dari sekadar fase grup. Tergabung bersama Jerman, Ekuador, dan Curacao, tantangan yang dihadapi jelas tidak ringan. Dalam tiga penampilan sebelumnya, Les Éléphants selalu gagal lolos dari fase grup. Kali ini, Seko Fofana dan rekan-rekannya bertekad mematahkan catatan tersebut.
Pantai Gading tampil luar biasa sepanjang kualifikasi zona Afrika. Mereka keluar sebagai juara Grup F dengan catatan sempurna di lini pertahanan yang tidak kebobolan satu gol pun dalam 10 pertandingan, sebuah pencapaian yang sangat impresif. Tiket ke putaran final dikunci lewat kemenangan meyakinkan 3-0 atas Kenya di laga terakhir. Meski mendapat tekanan dari Gabon yang diperkuat Pierre-Emerick Aubameyang, pertahanan Pantai Gading tetap kokoh hingga akhir.
Seko Fofana menjadi top skor tim di fase kualifikasi dengan tiga gol. Kontribusi juga datang merata dari pemain lain seperti Simon Adingra, Sebastien Haller, Franck Kessie, Yan Diomande, Evann Guessand, Karim Konate, Ibrahim Sangare, dan Hamed Traore. Rekor tanpa kebobolan ini menjadi sinyal kuat bahwa Pantai Gading bukan tim pelengkap. Pertahanan solid mereka berpotensi menjadi fondasi penting untuk melangkah jauh di turnamen.
Seko Fofana menjadi figur sentral dalam skuad Pantai Gading. Selain menjadi motor permainan di lini tengah, ia juga tampil sebagai pencetak gol terbanyak tim di kualifikasi. Di lini depan, duet Sebastien Haller dan Simon Adingra menjadi andalan dalam membongkar pertahanan lawan. Keduanya kerap tampil menentukan dalam laga-laga penting. Franck Kessie memberikan keseimbangan di lini tengah dengan pengalaman bermain di level elite Eropa. Sementara itu, Ibrahim Sangare berperan sebagai penjaga stabilitas sekaligus pelindung lini belakang.
(Yp/timKB).
Sumber foto: google
Download aplikasi Kulit Bundar untuk membaca berita dan artikel lebih mudah di gadget anda