Jakarta – Tim Nasional Senegal tengah menjadi sorotan jelang partisipasi mereka di Piala Dunia 2026, sebuah turnamen akbar yang akan diselenggarakan di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Tim berjuluk Lions of Teranga ini menunjukkan performa kuat dalam kualifikasi zona Afrika (CAF), menempatkan mereka di posisi teratas Grup B.
Baca alasan Gelar Juara Senegal Dicabut, Maroko Juara Piala Afrika
Namun, persiapan mereka tidak lepas dari drama kontroversial terkait pencabutan gelar juara Piala Afrika yang baru saja usai. Meskipun keputusan dari Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF) telah membatalkan kemenangan mereka di final, Senegal tetap menunjukkan sikap tegas dan optimisme tinggi. Di tengah perjuangan di lapangan hijau dan meja hukum, Timnas Senegal tetap bertekad membuktikan kualitasnya di panggung dunia, dengan harapan mengulang kejutan seperti debut mereka di Piala Dunia 2002.
Tim Nasional Senegal tergabung dalam Grup B kualifikasi Piala Dunia 2026 zona CAF, bersaing dengan Republik Demokratik Kongo, Mauritania, Togo, Sudan, dan Sudan Selatan. Sistem kualifikasi CAF menetapkan sembilan pemenang grup akan langsung lolos ke Piala Dunia, sementara empat runner-up terbaik akan memperebutkan satu tempat di babak play-off antar-konfederasi.
Senegal menjalani kampanye mereka dengan solid, berhasil memenangkan pertandingan pembuka dan menduduki puncak klasemen Grup B. Senegal lalu memastikan tiket ke Piala Dunia 2026 setelah menjadi juara Grup B dalam kualifikasi CAF, berkat kemenangan 4-0 atas Mauritania. Konsistensi performa ini menjadi modal penting bagi mereka untuk mengamankan tiket langsung ke turnamen utama.
Dengan kombinasi pemain berpengalaman yang berlaga di liga-liga top Eropa dan talenta muda yang menjanjikan, Senegal dipandang memiliki kedalaman skuad yang mumpuni. Hal ini menempatkan mereka sebagai salah satu tim Afrika yang paling berpotensi untuk melaju jauh di Piala Dunia 2026.
Sebelum edisi 2026, Timnas Senegal telah mencatatkan tiga kali penampilan di Piala Dunia, yaitu pada tahun 2002, 2018, dan 2022. Debut mereka di Piala Dunia 2002 di Korea Selatan dan Jepang menjadi momen paling bersejarah. Pada tahun 2002, Senegal menciptakan kejutan besar dengan mengalahkan juara bertahan Prancis 1-0 di laga pembuka, berkat gol ikonik Papa Bouba Diop. Mereka berhasil melangkah hingga babak perempat final, menyamai rekor Kamerun sebagai tim Afrika kedua yang mencapai tahap tersebut.
Sayangnya, di Piala Dunia 2018 di Rusia, perjalanan mereka terhenti di fase grup karena aturan fair play, meskipun memiliki poin dan selisih gol yang sama dengan Jepang. Empat tahun kemudian, pada Piala Dunia 2022 di Qatar, Senegal berhasil lolos dari grup namun harus mengakui keunggulan Inggris di babak 16 besar.
Di lapangan, Sadio Mane adalah pemain bintang sekaligus kapten Timnas Senegal yang menjadi motor serangan tim. Dikenal karena kecepatan, kemampuan menggiring bola, dan penyelesaian akhir yang mematikan, Mane telah memenangkan berbagai penghargaan individu dan tim, termasuk Liga Champions dan Liga Inggris bersama Liverpool, serta Piala Afrika bersama Senegal. Ia juga merupakan pencetak gol terbanyak sepanjang masa untuk negaranya.
(bP/timKB).
Sumber foto: google
Download aplikasi Kulit Bundar untuk membaca berita dan artikel lebih mudah di gadget anda