Profil Timnas Aljazair Di Piala Dunia 2026

Bambang Parikesit 24/04/2026 2 min read
Profil Timnas Aljazair Di Piala Dunia 2026

Jakarta – Timnas Aljazair kembali ke panggung tertinggi sepak bola dunia dengan ambisi besar di Piala Dunia 2026. Setelah absen pada edisi 2022, tim berjuluk Les Fennecs ini datang dengan kombinasi pemain veteran berpengalaman dan talenta muda yang tengah naik daun di kompetisi Eropa. Di bawah asuhan tangan dingin Vladimir Petkovic, Aljazair siap membuktikan bahwa mereka tetap menjadi kekuatan utama dari benua Afrika.Sepak Bola.

Baca perjalanan Aljazair Singkirkan Kongo Di 16 Besar Piala Afrika 2025

Aljazair memiliki sejarah yang cukup berwarna di Piala Dunia. Penampilan paling ikonik mereka terjadi pada 1982 saat mengalahkan Jerman Barat. Namun, pencapaian terbaik mereka tercatat pada Piala Dunia 2014 di Brasil, ketika mereka berhasil menembus babak 16 besar dan memaksa Jerman bermain hingga babak perpanjangan waktu sebelum akhirnya kalah tipis 1-2. Vladimir Petkovic ditunjuk untuk membawa stabilitas dan disiplin taktis ke dalam skuad Aljazair. Pelatih yang sukses membawa Swiss melaju jauh di Euro 2020 ini dikenal dengan pendekatan yang fleksibel namun sangat terorganisir. Petkovic diharapkan mampu memadukan kreativitas alami pemain Aljazair dengan struktur pertahanan yang solid untuk menghadapi lawan-lawan tangguh di Grup J.

Kekuatan Aljazair di tahun 2026 akan bertumpu pada beberapa nama besar yang menjadi tulang punggung tim:

  • Riyad Mahrez (RW/FW): Sang kapten tetap menjadi nyawa serangan. Meski sudah memasuki usia senja bagi pesepak bola, visi dan kemampuan bola matinya tetap tak tergantikan.
  • Mohamed Amoura (FW): Penyerang yang tengah naik daun di Eropa. Kecepatan eksplosifnya akan menjadi senjata utama dalam skema serangan balik.
  • Ismaël Bennacer (DM): Jenderal lapangan tengah yang bertugas mengatur tempo permainan dan memutus serangan lawan.
  • Rayan Aït-Nouri (LB): Bek sayap modern yang aktif membantu serangan tanpa melupakan tugas defensif.
  • Aïssa Mandi (CB): Pemimpin di lini belakang yang diprediksi akan mencatatkan lebih dari 100 caps saat turnamen berlangsung.

Tergabung bersama sang juara bertahan, Argentina, membuat Aljazair harus bekerja keras untuk menjaga  asa lolos ke babak knock out. Argentina diprediksi akan mendominasi grup ini. Oleh karena itu, laga melawan Austria akan menjadi “final” bagi Aljazair untuk memperebutkan posisi kedua. Kemenangan atas Yordania adalah harga mati jika ingin menjaga asa lolos. Dengan kedalaman skuad yang dimiliki, Aljazair memiliki peluang 50-60% untuk melaju ke babak gugur, asalkan mampu meredam kolektivitas permainan Austria.

(bP/timKB).

Sumber foto: google

Download aplikasi Kulit Bundar untuk membaca berita dan artikel lebih mudah di gadget anda

Loading next article...