Lucas Ganin: Petarung Argentina Di ONE Championship

Piter Rudai 08/05/2026 4 min read
Lucas Ganin: Petarung Argentina Di ONE Championship

Jakarta –  Di dunia MMA, ada petarung yang membangun nama lewat dominasi tenang, dan ada pula yang datang membawa energi liar, agresi mentah, lalu memaksa orang untuk memperhatikan. Lucas Ganin terasa masuk ke kelompok kedua. Petarung asal Argentina ini lahir pada 21 Maret 1996 di Mar del Plata, dan saat ini mulai dikenal luas lewat kiprahnya di ONE Championship.Lucas “Tazmania” Ganin, berasal dari Argentina, dengan tinggi sekitar 167 cm, dan aktif bertarung di jalur bantamweight MMA dalam ajang ONE Friday Fights.

Lucas Ganin berasal dari Mar del Plata, Buenos Aires dan memiliki rekor profesional 9 kemenangan, 2 kekalahan, dan 1 no contest. Profil resmi ONE mencatat distribusi kemenangan Ganin dengan sangat jelas: 2 kemenangan KO/TKO, 6 submission, dan 1 keputusan, sementara dua kekalahannya terdiri dari 1 KO/TKO dan 1 keputusan. Komposisi ini menunjukkan bahwa meski ia punya striking yang berbahaya, identitas utamanya justru sangat kuat pada sisi submission.

Sebelum masuk ke ONE Championship, Lucas Ganin sudah lebih dulu membangun nama di panggung regional internasional. Sebuah sumber mencatat salah satu fase awal penting dalam kariernya datang di Titan FC 50 pada 2018, ketika ia menang split decision atas Alberto Blas dalam duel bantamweight. Jejak seperti ini penting karena memperlihatkan bahwa Ganin tidak datang ke ONE sebagai petarung tanpa dasar. Ia sudah menempuh jalur panjang, sudah merasakan duel tiga ronde penuh, dan sudah membangun pengalaman di luar negaranya sendiri. Itu membuat transisinya ke panggung Asia terasa lebih logis.

Namun, nama Lucas Ganin benar-benar mulai mencuri perhatian penonton global saat memasuki ONE. Salah satu momen paling mencolok datang pada ONE Friday Fights 103 tanggal 4 April 2025, ketika ia melakoni debut bantamweight MMA melawan Harlysson “Tuxaua” Nunes. Hasilnya benar-benar eksplosif: Ganin menang lewat TKO hanya dalam 30 detik ronde pertama. ONE bahkan membuat sorotan khusus yang menggambarkan penampilannya sebagai penghancuran kilat. Untuk seorang petarung yang baru masuk panggung besar, debut seperti ini sangat berarti. Ia tidak sekadar menang, tetapi langsung memperkenalkan dirinya dengan cara yang sulit dilupakan.

Kemenangan 30 detik atas Harlysson Nunes itu seperti pernyataan awal tentang siapa Lucas Ganin sebenarnya. Ia datang dengan julukan “Tazmania,” dan cara bertarungnya memang terasa sesuai dengan nama itu: cepat, kasar, dan tidak memberi lawan waktu untuk nyaman. Dalam MMA, kemenangan secepat itu selalu punya nilai psikologis besar. Lawan-lawan berikutnya tidak lagi hanya memikirkan bagaimana mengalahkannya, tetapi juga bagaimana bertahan dari agresi awalnya. Dan ketika seorang petarung mampu menanamkan rasa waspada seperti itu sejak debut, ia sudah memenangi sebagian perang bahkan sebelum masuk ke arena.

Menariknya, setelah menang dengan cara secepat itu, Ganin justru menunjukkan sisi lain dari dirinya pada penampilan berikutnya. Pada ONE Friday Fights 127 tanggal 3 Oktober 2025, ia menghadapi Ayumu Yamamoto dalam laga bantamweight MMA dan menang lewat submission (ankle lock) pada 2:03 ronde pertama. Hasil ini sangat penting karena menunjukkan bahwa debut TKO bukan berarti Ganin hanya hidup dari ledakan striking. Ia bisa kembali menang dengan cepat, tetapi kali ini lewat jalur yang sangat berbeda: grappling dan submission. Ini memperkuat gambaran bahwa Lucas Ganin memang petarung campuran yang berbahaya, bukan sekadar brawler yang kebetulan punya pukulan keras.

Kemenangan atas Ayumu Yamamoto juga memberi bobot yang menarik pada narasi kariernya. Bila debut melawan Harlysson Nunes menunjukkan kekuatan dan agresinya, maka kemenangan atas Yamamoto memperlihatkan ketenangan teknisnya. Ankle lock bukan submission yang bisa didapat hanya dengan semangat menyerang. Itu membutuhkan timing, kontrol posisi, dan pemahaman mekanik tubuh lawan. Untuk petarung yang juga punya reputasi menyerang, kemenangan seperti ini menambah dimensi baru. Ganin bukan petarung satu arah. Ia bisa menyerang dengan liar, tetapi juga bisa menyelesaikan dengan dingin.

Kekalahan dari Ilyas Eziyeu justru penting untuk membaca posisi Lucas Ganin dengan lebih jujur. Ia tidak kalah lewat finish, tidak dihentikan cepat, dan tidak dipatahkan secara telak. Ia kalah tipis lewat split decision, yang berarti pertarungan berjalan ketat dan kompetitif. Untuk seorang petarung yang sebelumnya lebih dikenal lewat kemenangan cepat, laga seperti ini memberi informasi baru: Ganin juga bisa bertahan dalam duel panjang dan tetap cukup kompetitif untuk membuat juri terbelah. Dalam banyak kasus, kekalahan semacam ini justru lebih berharga daripada kemenangan mudah, karena memperlihatkan apa yang masih harus dibangun tanpa menghancurkan legitimasi seorang petarung.

Dari sisi prestasi, Lucas Ganin memang belum memiliki sabuk besar di ONE. Namun fondasi yang ia miliki sudah cukup kuat untuk dihargai. Ia punya rekor 9-2-1, mayoritas kemenangan lewat submission, dua kemenangan impresif di ONE yang datang lewat TKO 30 detik dan ankle lock ronde pertama, serta pengalaman menghadapi lawan yang lebih berat dalam duel ketat sampai kartu juri dibacakan. Untuk petarung yang masih sedang membangun namanya di ONE Championship, ini adalah dasar yang sangat baik.

Pada akhirnya, Lucas Ganin adalah kisah tentang petarung Argentina yang datang ke ONE Championship dengan identitas yang kuat dan permainan yang berlapis. Ia lahir di Mar del Plata pada 21 Maret 1996, membawa julukan “Tazmania,” bertarung di jalur bantamweight dengan kombinasi striking dan submission, lalu langsung mencuri perhatian lewat kemenangan-kemenangan cepat. Kekalahan dari Ilyas Eziyeu mungkin menghentikan laju sempurnanya di ONE, tetapi tidak menghapus pesan besar yang sudah ia tanamkan: Lucas Ganin adalah petarung yang selalu berbahaya, sejak detik pertama sampai ronde terakhir. Dan selama ia terus bertarung dengan cara seperti itu, namanya akan tetap menarik untuk diikuti.

(PR/timKB).

Sumber foto: onefc.com

Download aplikasi Kulit Bundar untuk membaca berita dan artikel lebih mudah di gadget anda

Berita Lainnya

Loading next article...