Jakarta – Timnas Amerika Serikat bersiap menatap panggung terbesar sepak bola dunia dengan penuh ambisi. Pada Piala Dunia 2026, skuad Negeri Paman Sam tidak hanya berstatus sebagai peserta, tetapi juga tuan rumah bersama Kanada dan Meksiko. Turnamen edisi kali ini akan menjadi yang ke-12 bagi Amerika Serikat sepanjang sejarah keikutsertaan mereka di ajang Piala Dunia. Dengan format baru yang melibatkan 48 tim, peluang sekaligus tantangan pun semakin besar bagi tim asuhan Mauricio Pochettino.
Baca juga: Amerika Serikat Lolos Ke Final CONCACAF Gold Cup 2025
Bukan kali pertama Amerika Serikat menjadi tuan rumah. Mereka sebelumnya sukses menggelar Piala Dunia1994, yang dikenal sebagai salah satu edisi paling sukses dari segi penyelenggaraan dan antusiasme penonton. Kini, lebih dari tiga dekade kemudian, mereka kembali mendapat kesempatan emas, kali ini dengan ekspektasi yang jauh lebih tinggi. Evaluasi besar tentu dilakukan setelah penampilan di Piala Dunia 2022. Saat itu, langkah Amerika Serikat terhenti di babak 16 besar usai dikalahkan Belanda. Hasil tersebut menjadi cambuk bagi tim untuk tampil lebih kompetitif di edisi berikutnya.
Di bawah arahan Pochettino, Amerika Serikat bertekad tidak sekadar menjadi pelengkap sebagai tuan rumah. Mereka membidik pencapaian yang lebih tinggi, bahkan membuka peluang mencetak sejarah baru di hadapan publik sendiri. Dengan kombinasi pemain muda berbakat dan pengalaman yang terus berkembang, Amerika Serikat berpotensi menjadi salah satu kekuatan yang patut diperhitungkan pada 2026. Kini, sorotan dunia akan tertuju pada bagaimana mereka memanfaatkan keuntungan sebagai tuan rumah untuk melangkah lebih jauh di turnamen paling prestisius tersebut.
Amerika Serikat tidak perlu melalui jalur kualifikasi untuk tampil di ajang Piala Dunia 2026. Keistimewaan tersebut didapat karena Amerika Serikat berstatus sebagai salah satu tuan rumah bersama Kanada dan Meksiko. Tak hanya itu, status tuan rumah juga memberikan keistimewaan lain. Amerika Serikat ditempatkan di Pot 1 dalam proses pengundian grup. Hasilnya, USMNT berada satu grup dengan Paraguay, Australia, dan Turki.
Ini bukan kali pertama Amerika Serikat menggelar Piala Dunia. Sebelumnya, mereka sukses menjadi tuan rumah tunggal pada edisi 1994. Saat itu, performa USMNT cukup kompetitif dengan berhasil melaju hingga babak 16 besar sebelum akhirnya tersingkir usai kalah tipis 0-1 dari Brasil yang kemudian keluar sebagai juara.
Amerika Serikat memiliki sejarah panjang dan menarik di ajang Piala Dunia. Meski belum pernah meraih gelar juara, perjalanan mereka di turnamen ini diwarnai sejumlah momen penting yang layak dikenang. Prestasi terbaik Amerika Serikat di Piala Dunia terjadi pada edisi perdana, yakni Piala Dunia 1930 yang digelar di Montevideo. Saat itu, Amerika Serikat menjadi salah satu dari 13 negara yang diundang untuk berpartisipasi dalam turnamen bersejarah tersebut.
Weston McKennie menjadi saalaah satu pemain andalan Timnas Amerika Serikat. Gelandang berusia 27 tahun itu tampil gemilang saat membela Juventus dalam lanjutan Serie A. Ia menjadi aktor penting dalam kemenangan 2-0 atas Genoa dan dinobatkan sebagai Man of the Match. Kebangkitan performa McKennie ini datang di momen yang tepat. Timnas Amerika Serikat tengah membutuhkan dorongan di sektor serangan setelah tampil kurang meyakinkan dalam jeda internasional Maret lalu. Mereka hanya mampu mencetak dua gol dan kebobolan tujuh kali dalam dua laga uji coba melawan Belgium national team dan Portugal national team.
Situasi semakin menantang setelah bintang utama mereka, Christian Pulisic, masih mengalami paceklik gol. Di sisi lain, kabar buruk datang dari striker muda Patrick Agyemang yang harus menepi akibat cedera tendon Achilles saat membela Derby County. Cedera tersebut membuatnya dipastikan absen di Piala Dunia mendatang. Dengan kondisi tersebut, kontribusi McKennie di lini tengah, khususnya dalam membantu serangan, akan menjadi krusial bagi “The Stars and Stripes”. Jika mampu mempertahankan performa terbaiknya, McKennie bisa menjadi pembeda bagi Amerika Serikat dalam upaya mereka bersaing di turnamen sepak bola terbesar di dunia.
(bP/timKB).
Sumber foto: google
Download aplikasi Kulit Bundar untuk membaca berita dan artikel lebih mudah di gadget anda