Jakarta – Di dunia Muay Thai, tidak semua petarung dibesarkan oleh kemenangan beruntun yang mulus. Ada juga yang justru tumbuh melalui benturan, melalui pertarungan keras, lalu melalui kemampuan untuk bangkit dan membuktikan bahwa satu kekalahan tidak pernah menjadi akhir. Kohtao Petsomnuk adalah salah satu nama yang terasa lahir dari jalur seperti itu. Petarung asal Thailand ini lahir pada 27 September 2004, yang mewakili Petsomnuk.Kohtao Petsomnuk bertarung di kelas atomweight–strawweight Muay Thai. Laga-laganya di ONE Championship tercatat berlangsung di batas 116 lbs, 122 lbs, dan strawweight, sehingga posisinya lebih tepat digambarkan aktif di jalur ringan ONE antara atomweight akhir hingga strawweight.
Rekornya 2 kemenangan dan 3 kekalahan dengan rincian menang TKO atas Amnartdet Sitnayokmot di ONE Friday Fights 19, kalah unanimous decision dari Khunsuk T1 Fight Academy di ONE Friday Fights 12, kalah majority decision dari Tonglampoon FA Group di ONE Friday Fights 122, lalu membalasnya dengan menang KO ronde kedua atas Tonglampoon di ONE Friday Fights 138. Jadi, jejak resminya di ONE saat ini memperlihatkan setidaknya dua kemenangan penting, salah satunya justru datang lewat TKO dan satu lagi lewat KO, bukan keduanya lewat keputusan.
Salah satu bab awal penting dalam kiprahnya di ONE datang pada 7 April 2023 di ONE Friday Fights 12. Malam itu, Kohtao menghadapi Khunsuk T1 Fight Academy dalam laga atomweight Muay Thai dan harus menerima kekalahan lewat unanimous decision. Kekalahan ini penting karena memperlihatkan sejak awal bahwa jalan Kohtao di ONE bukan jalan yang mudah. Ia langsung dihadapkan pada lawan yang sanggup memaksanya bekerja penuh selama tiga ronde dan merebut kemenangan di kartu juri. Dalam banyak kasus, fase seperti ini menjadi momen pembentuk pertama bagi petarung muda.
Kemenangan atas Amnartdet memberi gambaran tentang salah satu kekuatan utama Kohtao: ketahanan dan keberanian untuk terus bekerja saat laga memasuki fase yang lebih melelahkan. Banyak petarung muda bisa terlihat bagus pada awal ronde pertama, tetapi tidak semua sanggup mempertahankan efektivitas sampai ronde ketiga. Kohtao memperlihatkan bahwa ia punya stamina tempur dan keteguhan yang cocok dengan tuntutan Muay Thai Thailand. Ia mungkin tidak selalu menang dengan cara paling cepat, tetapi ia punya kemampuan untuk menua di dalam pertarungan.
Lalu datang salah satu duel paling menentukan dalam kisahnya, yaitu saat menghadapi Tonglampoon FA Group di ONE Friday Fights 122 pada 29 Agustus 2025. Pertarungan ini dicatat resmi oleh ONE sebagai laga 122 lbs Muay Thai, dan Tonglampoon menang lewat majority decision. Namun yang membuat laga ini begitu penting adalah cara ONE sendiri membingkainya sesudah itu. Organisasi tersebut bahkan merilis sorotan khusus yang menyebut pertarungan mereka sebagai salah satu duel terbaik di ONE Friday Fights. Itu berarti, meskipun Kohtao kalah, penampilannya tetap meninggalkan kesan yang sangat kuat.
Kekalahan dari Tonglampoon menarik justru karena tidak terasa seperti akhir, melainkan seperti awal dari rivalitas yang lebih besar. Kohtao tidak kalah secara telak. Ia kalah tipis, dalam pertarungan yang oleh ONE sendiri dianggap luar biasa keras dan penuh aksi. Dalam Muay Thai, kekalahan seperti ini sering kali lebih berbahaya bagi lawan daripada kemenangan mudah, karena memberi petunjuk bahwa si pecundang tinggal butuh sedikit penyesuaian untuk membalikkan hasil. Dan pada Kohtao, penyesuaian itu benar-benar datang.
Pada 16 Januari 2026 di ONE Friday Fights 138, Kohtao kembali berhadapan dengan Tonglampoon. Kali ini, narasinya berubah total. Dalam laga strawweight Muay Thai, Kohtao menang lewat KO pada 2:33 ronde kedua. Hasil resmi ONE menyatakan dengan jelas bahwa Kohtao mengalahkan Tonglampoon melalui knockout, dan artikel hasil pertandingan menempatkan kemenangan ini sebagai salah satu hasil penting malam itu. Ini adalah momen besar dalam kariernya, bukan hanya karena ia menang, tetapi karena ia membalas kekalahan sebelumnya dengan cara yang paling tegas.
Kemenangan atas Tonglampoon ini memberi warna yang sangat kuat pada kisah Kohtao Petsomnuk. Ia bukan hanya petarung yang bisa bangkit setelah kalah, tetapi juga petarung yang mampu belajar dari lawan yang sama, lalu datang kembali dengan jawaban yang jauh lebih keras. Dalam olahraga tarung, kualitas seperti ini sangat berharga. Itu menunjukkan bahwa seorang atlet tidak sekadar mengandalkan keberanian, tetapi juga punya kemampuan adaptasi. Kohtao membuktikan bahwa satu kekalahan tipis tidak membuatnya ragu. Sebaliknya, ia mengubahnya menjadi bahan bakar untuk kemenangan yang lebih besar.
Dari seluruh hasil resmi yang tersedia, terlihat bahwa Kohtao adalah petarung yang lebih kompleks daripada sekadar catatan rekor awal. Ia pernah kalah angka, pernah menang TKO, pernah kalah tipis dalam duel sengit, lalu menang KO dalam laga ulang. Ini adalah profil petarung yang hidup. Ia tidak datang dengan karier yang terlalu rapi, tetapi justru karena itu ceritanya terasa jauh lebih menarik. Ia seperti petarung yang dibentuk oleh ring, bukan oleh narasi promosi.
Kohtao juga menarik karena usianya masih sangat muda. Pada usia 21 tahun, ia sudah merasakan beberapa bentuk pertarungan yang sangat berbeda: kalah jelas di kartu juri, menang TKO setelah kerja panjang, kalah tipis dalam duel dramatis, lalu membalas dengan knockout bersih. Banyak petarung belum mendapatkan variasi pengalaman seperti itu di usia semuda ini. Itu berarti Kohtao sedang berada di fase yang sangat penting untuk pertumbuhannya. Ia belum selesai dibentuk, tetapi justru sudah memiliki cukup banyak pengalaman untuk mengeras lebih cepat daripada petarung muda kebanyakan.
Kalau berbicara soal prestasi, mungkin Kohtao belum memiliki sabuk besar di ONE. Namun fondasinya sudah cukup kuat untuk dihargai. Ia telah mencatat kemenangan resmi lewat TKO dan KO, tampil dalam salah satu pertarungan yang disebut sebagai salah satu yang terbaik di ONE Friday Fights, lalu membuktikan dirinya mampu membalikkan hasil dari rivalitas penting. Untuk petarung muda Thailand yang sedang mencari pijakan lebih tinggi, itu adalah modal yang sangat berarti.
Pada akhirnya, Kohtao Petsomnuk adalah kisah tentang petarung muda Thailand yang tumbuh melalui kerasnya benturan nyata. Ia lahir pada 27 September 2004, bertarung untuk Petsomnuk, dan menapaki jalannya di ONE lewat kemenangan, kekalahan, dan laga ulang yang penuh arti. Ia bukan petarung dengan perjalanan mulus, tetapi justru di situlah daya tariknya. Kohtao terlihat seperti petarung yang sedang belajar menjadi lebih berbahaya setiap kali naik ring. Dan dalam Muay Thai, petarung seperti itu selalu layak untuk terus diikuti.
(PR/timKB).
Sumber foto: onefc.com
Download aplikasi Kulit Bundar untuk membaca berita dan artikel lebih mudah di gadget anda