Kody Steele: Kisah Grappler Amerika Yang Menembus UFC

Piter Rudai 19/05/2026 5 min read
Kody Steele: Kisah Grappler Amerika Yang Menembus UFC

Jakarta – Di dunia MMA, ada petarung yang dibangun oleh hype besar sejak awal, dan ada juga yang memaksa orang memperhatikan mereka lewat satu cara yang lebih sederhana tetapi jauh lebih meyakinkan: mereka terus menang, terus berkembang, lalu tampil di momen besar dengan keberanian penuh. Kody Steele termasuk dalam kelompok kedua itu. Ia adalah petarung asal Amerika Serikat yang lahir pada 21 April 1995 di Port Angeles, Washington, dan kini berkompetisi di divisi lightweight UFC. Ia adalah petarung lightweight dengan tinggi sekitar 5’9”, reach 71 inci, dan berlatih di Syndicate MMA. Data terbaru juga menunjukkan bahwa rekornya saat ini adalah 8 kemenangan dan 1 kekalahan, bukan lagi 7-1, karena ia sudah menjalani satu laga tambahan di UFC setelah lolos dari Dana White’s Contender Series.

Kody Steele memiliki rekor 8 kemenangan dan 1 kekalahan, dengan 6 kemenangan submission dan 2 keputusan, dan masuk ke UFC lewat Dana White’s Contender Series pada Oktober 2024. Distribusi kemenangannya paling konsisten tercatat sebagai 4 KO/TKO, 1 submission, dan sisanya kemenangan keputusan. Ini berarti identitas Kody sebagai grappler berbasis BJJ tetap kuat, tetapi jejak resminya sekarang menunjukkan bahwa finishing power-nya di striking juga menjadi bagian penting dari kariernya.

Yang membuat kisah Kody Steele menarik justru terletak pada perpaduan antara dasar grappling berbasis Brazilian Jiu-Jitsu dan perkembangan striking yang semakin nyata. Profil resmi UFC menulis bahwa ia sudah profesional sejak 2022, dan datang ke UFC dengan catatan kemenangan yang mencakup empat KO, satu submission rear-naked choke, serta beberapa kemenangan keputusan. Ini menunjukkan bahwa Steele bukan petarung satu dimensi. Ia memang dibangun dari permainan bawah dan kontrol, tetapi tidak hidup sepenuhnya dari sana. Ia bisa mengunci lawan, tetapi juga bisa menghancurkan ritme mereka lewat pukulan. Untuk petarung lightweight modern, kombinasi seperti ini sangat berharga.

Lingkungan latihan yang membentuk Kody Steele juga punya peran besar dalam cerita kariernya. Beberapa sumber sama-sama menampilkan afiliasinya dengan Syndicate MMA, salah satu gym paling dikenal di Las Vegas. Tempat seperti ini tidak hanya membangun kemampuan teknis, tetapi juga membentuk kedewasaan bertarung. Petarung yang tumbuh di lingkungan seperti Syndicate biasanya ditempa untuk menghadapi banyak tipe lawan, banyak bentuk tekanan, dan banyak skenario laga. Dalam kasus Kody, hal itu tampak dari kemampuannya beradaptasi dan tetap efektif, baik saat pertarungan berjalan di atas kaki maupun ketika memasuki fase grappling.

Sebelum benar-benar masuk UFC, Kody Steele sudah lebih dulu membangun reputasi sebagai prospek yang layak diperhatikan. Salah satu momen penting datang ketika ia seharusnya tampil di Dana White’s Contender Series lebih awal, tetapi laga pertamanya batal karena lawannya, Quemuel Ottoni, mundur di detik terakhir. Sebuah sumber melaporkan bahwa pada 10 September 2024, laga itu dibatalkan mendadak dan Dana White menjanjikan Steele akan mendapat kesempatan lain di Contender Series pada musim yang sama. Detail ini penting, karena menunjukkan bahwa bahkan sebelum benar-benar bertarung di DWCS, UFC sudah melihat ada sesuatu yang layak dipertahankan pada dirinya.

Kesempatan kedua itu akhirnya datang pada 8 Oktober 2024 di Dana White’s Contender Series Season 8 Week 9, saat Kody Steele menghadapi Chasen Blair. Malam itu menjadi titik balik besar dalam hidupnya. UFC dan beberapa sumber lain sama-sama mencatat bahwa Steele menang lewat KO/TKO pada ronde kedua, menit 4:07. Bahkan sebuah informasi menyorot penyelesaian itu sebagai momen ketika Steele “found the on-off switch,” sementara video highlight mereka menekankan bahwa kemenangan itu datang dari serangan ke tubuh yang sangat keras. Kemenangan tersebut langsung memberinya kontrak UFC. Ini adalah jenis malam yang mengubah seorang prospek regional menjadi petarung panggung utama.

Kemenangan atas Chasen Blair sangat penting karena ia memperlihatkan dua hal sekaligus. Pertama, Steele mampu tampil di bawah tekanan besar dan tidak goyah. Kedua, ia menunjukkan bahwa dirinya bukan hanya grappler yang mengandalkan posisi dan kontrol. Ia bisa menyelesaikan lawan dengan striking yang rapi dan keras. Dalam banyak kasus, petarung dengan latar belakang BJJ masuk ke UFC dengan stereotip tertentu. Kody justru membalik persepsi itu. Ia datang sebagai grappler, tetapi momen yang membawanya ke UFC justru lahir dari knockout.

Setelah mengamankan kontrak UFC, Kody Steele segera masuk ke fase yang jauh lebih menantang. UFC menempatkannya dalam spotlight sebagai salah satu lulusan DWCS yang patut diperhatikan. Artikel resmi UFC bahkan menyorot dirinya dengan judul “Kody Steele Is Here To Entertain”, yang menunjukkan bagaimana organisasi melihat daya tarik gayanya sejak awal. Narasi ini penting karena memperlihatkan bahwa UFC tidak melihat Steele sekadar sebagai grappler teknis, tetapi juga sebagai petarung yang punya potensi hiburan tinggi di dalam Octagon.

Namun, seperti banyak petarung lain, langkah pertama di UFC tidak selalu berjalan mulus. D Kody Steele sudah menjalani debut UFC dan menelan kekalahan pertamanya, yang membuat rekornya berubah menjadi 8-1. Kekalahan itu terjadi saat debut UFC-nya melawan Rongzhu, dan sejak saat itu kemenangan atas Chasen Blair tidak lagi menjadi laga terakhirnya. Ini penting karena memberi gambaran yang lebih jujur tentang posisi kariernya saat ini: Kody bukan lagi prospek tak terkalahkan, tetapi petarung muda yang sudah merasakan kerasnya level UFC dan kini memasuki fase pembentukan yang lebih nyata.

Justru dari titik inilah kisah Kody Steele menjadi semakin menarik. Banyak petarung terlihat sangat meyakinkan sebelum masuk UFC, tetapi tidak semua mampu mempertahankan aura itu setelah kekalahan pertama. Dalam olahraga seperti MMA, respons terhadap kekalahan sering lebih penting daripada rekor sempurna. Kody kini berada di fase itu. Ia masih muda untuk ukuran lightweight, masih punya fondasi grappling yang kuat, masih berada di gym elite, dan masih membawa cukup banyak kemenangan berkualitas untuk membuat orang percaya bahwa satu kekalahan bukan akhir, melainkan bagian dari pembentukan.

Secara teknik, daya tarik Kody Steele ada pada fleksibilitasnya. Ia datang dari dasar BJJ, tetapi tidak bertarung seperti grappler sempit yang hanya menunggu takedown. Rekor resminya menunjukkan adanya kemampuan menyelesaikan lewat pukulan, submission, dan juga mengelola keputusan juri. Ini memberi kesan bahwa ia sedang berkembang menjadi petarung lightweight yang lebih utuh. Dalam divisi yang terkenal sangat dalam dan keras seperti lightweight UFC, kemampuan untuk menang dengan banyak cara adalah salah satu syarat utama untuk bertahan lama.

Pada akhirnya, Kody Steele adalah kisah tentang petarung yang sedang memasuki fase paling penting dalam kariernya. Ia lahir di Port Angeles, Washington, dibentuk oleh dasar Brazilian Jiu-Jitsu, tumbuh di Syndicate MMA, lalu menembus UFC lewat KO di Contender Series. Rekornya kini 8 kemenangan dan 1 kekalahan, dan justru karena catatan itu tidak lagi sempurna, ceritanya menjadi lebih hidup. Ia bukan lagi sekadar prospek tak terkalahkan, melainkan petarung yang sedang belajar menjawab tantangan nyata di level tertinggi. Dan dalam MMA, di situlah biasanya kisah terbaik benar-benar dimulai.

(PR/timKB).

Sumber foto: google

Download aplikasi Kulit Bundar untuk membaca berita dan artikel lebih mudah di gadget anda

Loading next article...