Enzo Maresca Gantikan Pep Guardiola Di Manchester City

Yahya Pahlevy 20/05/2026 2 min read
Enzo Maresca Gantikan Pep Guardiola Di Manchester City

Jakarta – Manchester City bergerak cepat mengamankan suksesor Pep Guardiola. Mantan pelatih Chelsea, Enzo Maresca, dilaporkan telah mencapai kesepakatan tingkat lanjut untuk menakhodai The Citizens mulai musim 2026-2027. Keputusan ini diambil menyusul kabar rencana kepergian Guardiola dari Etihad Stadium setelah laga pamungkas musim ini melawan Aston Villa, Minggu besok.

Baca juga: Pep Guardiola: Sang Arsitek Sepak Bola Modern

Guardiola, yang telah memberikan 20 trofi selama satu dekade kepemimpinannya, diperkirakan akan mengakhiri masa baktinya lebih awal dari kontrak aslinya. Kepergian Pep ini menjadi awal era baru bagi Manchester City. Pasalnya pelatih asal Spanyol itu sudah 10 tahun menangani The Cityzens dan mempersembahkan banyak trofi juara untuk The Blue Moon.

Maresca, 46 tahun, bukan sosok asing bagi publik Manchester. Pelatih asal Italia tersebut merupakan mantan asisten Guardiola saat City meraih treble pada musim 2022-2023. Kedekatan taktis dan pemahaman mendalam terhadap filosofi klub menjadi alasan utama penunjukannya. Meski masa jabatannya di Chelsea berakhir pada Januari lalu akibat perselisihan dengan manajemen klub terkait kebijakan transfer, rekam jejak Maresca tetap dinilai impresif. Ia berhasil membawa The Blues menjuarai Piala Dunia Antarklub dan mengamankan kualifikasi Liga Champions dalam satu musim penuh pertamanya di Stamford Bridge.

Guardiola sendiri secara terbuka memberikan dukungan penuh kepada Maresca. Proses transisi ini diperkirakan akan berjalan mulus mengingat Maresca memiliki hubungan agen yang sama dengan beberapa pilar City melalui Jorge Mendes. Namun, City dilaporkan masih harus menyelesaikan negosiasi kompensasi dengan Chelsea terkait sisa kontrak sang pelatih di London Barat.

Penunjukan Maresca menandai dimulainya era pasca-Guardiola di Manchester. Manajemen City berharap stabilitas taktis yang dibawa Maresca dapat mempertahankan dominasi klub di level domestik maupun Eropa, sekaligus menghindari penurunan performa drastis yang sering dialami klub besar saat ditinggal manajer ikonik.

(Yp/timKB).

Sumber foto: google

Download aplikasi Kulit Bundar untuk membaca berita dan artikel lebih mudah di gadget anda

Berita Lainnya

Loading next article...