Pansak Wor Wantawee: Petarung ONE Championship

Piter Rudai 05/06/2026 5 min read
Pansak Wor Wantawee: Petarung ONE Championship

Jakarta – Di dunia Muay Thai, tidak semua petarung dibentuk oleh kemenangan cepat dan sorotan besar. Ada yang justru tumbuh melalui pertarungan-pertarungan tipis, keputusan juri yang rapat, lalu keberanian untuk terus kembali ke ring meski hasil tidak selalu berpihak. Pansak Wor Wantawee termasuk dalam kelompok itu. Ia adalah petarung Muay Thai asal Thailand yang kini dikenal lewat kiprahnya di ONE Friday Fights, dengan tinggi sekitar 167 cm dan kelas tanding yang bergerak di area flyweight hingga catchweight ringan. Profil resmi ONE menampilkan Pansak sebagai atlet Thailand dengan beberapa hasil penting di organisasi tersebut, sementara mencatat tinggi badannya 5’6” (167 cm) dan menempatkannya di kelas Flyweight.

Justru di situlah kisah Pansak menjadi menarik. Ia bukan petarung yang dibangun dari angka yang besar semata, melainkan dari kualitas pertarungan yang ia lalui. Dari catatan resmi ONE yang terlihat saat ini, ia sudah mengalahkan Dieselnoi Liamthanawat lewat unanimous decision di ONE Friday Fights 75, mengalahkan Palangboon Wor Santai lewat split decision di ONE Friday Fights 103, lalu menambah kemenangan lain yang tercatat di profil resminya. Semua ini memberi gambaran bahwa Pansak adalah petarung yang sangat akrab dengan pertarungan ketat dan tahu bagaimana mencuri momen-momen penting di atas ring.

Secara gaya, deskripsi tentang Pansak sebagai petarung ortodoks dengan fokus pada striking Muay Thai terasa sangat sesuai. Muay Thai Records yang muncul dalam penelusuran untuk lawan-lawannya berulang kali menempatkan konteks pertarungan Pansak di bawah aturan Muay Thai profesional, dan seluruh jejak laga yang tampak di ONE juga menunjukkan bahwa identitasnya sepenuhnya dibangun dari pertukaran berdiri, bukan cabang lain. Ia menang dan kalah di wilayah striking, bertarung dengan ritme khas petarung Thailand, dan tampak nyaman hidup dalam duel teknis tiga ronde.

Salah satu bab penting dalam kisahnya datang pada ONE Friday Fights 75, ketika ia menghadapi Dieselnoi Liamthanawat. Profil resmi ONE mencatat kemenangan itu sebagai unanimous decision, hasil yang memberi sinyal bahwa Pansak bukan sekadar petarung agresif, tetapi juga cukup disiplin untuk menjaga ritme pertarungan sampai akhir dan meyakinkan semua juri. Bagi petarung yang sedang membangun nama di ONE Friday Fights, kemenangan angka seperti ini sangat penting karena menunjukkan adanya dasar teknik dan manajemen laga yang rapi.

Kemenangan atas Dieselnoi memberi gambaran awal tentang siapa Pansak sebenarnya. Ia bukan petarung yang harus selalu mencari knockout untuk terlihat berbahaya. Ia justru tampak seperti striker yang paham cara membangun laga: memegang tempo, memilih momen, dan tetap cukup stabil selama tiga ronde. Dalam Muay Thai, kualitas seperti ini sering kali lebih tahan lama daripada ledakan satu malam. Itulah sebabnya kemenangan-kemenangan keputusan Pansak terasa punya bobot yang cukup besar dalam membentuk reputasinya.

Namun, kisah seorang petarung tidak pernah benar-benar lurus. Salah satu momen yang paling menegaskan karakter Pansak datang pada ONE Friday Fights 103, saat ia menghadapi Palangboon Wor Santai. Data mencatat laga itu berlangsung pada 4 April 2025 di 128 lbs, dan profil resmi ONE menuliskan hasil akhirnya sebagai split decision untuk Pansak. Yang membuat kemenangan ini begitu menarik adalah konteks pertandingannya: Pansak harus melewati duel yang sangat rapat dan tidak mudah, tetapi tetap berhasil keluar sebagai pemenang. Ini menunjukkan bahwa ia punya ketenangan saat pertarungan memasuki wilayah yang sangat tipis.

Kemenangan atas Palangboon terasa seperti ringkasan kecil dari kualitas Pansak. Ia bukan petarung yang terlalu meledak-ledak, tetapi juga tidak mudah panik ketika laga berjalan ketat. Dalam Muay Thai, split decision sering menjadi ujian mental yang sama beratnya dengan ujian teknik. Menang dalam kondisi seperti itu berarti seorang petarung sanggup tetap tenang saat momen-momen kecil menentukan segalanya. Dan Pansak memperlihatkan kualitas itu.

Tetapi setelah dua kemenangan penting tersebut, jalan Pansak kembali diuji. Pada ONE Friday Fights 110 tanggal 30 Mei 2025, ia menghadapi Lamsing Sor Dechapan dalam laga 128 lbs Muay Thai. Hasil resmi yang muncul di beberapa sumber menunjukkan bahwa Pansak kalah lewat KO/TKO ronde ketiga. SofaScore menulis hasilnya sebagai KO ronde 3, Muay Thai Records juga menampilkan bahwa Lamsing Sor Dechapan defeated Pansak Wor Wantawee by knockout in round 3, dan informasi event page untuk ONE Friday Fights 110 menempatkan Pansak sebagai pihak yang kalah. Kekalahan ini penting karena memperlihatkan bahwa setelah fase kemenangan beruntun, ia tetap harus menghadapi kerasnya level ONE Friday Fights.

Kekalahan dari Lamsing sangat penting dalam membaca kisah Pansak secara lebih manusiawi. Ia menunjukkan bahwa Pansak bukan petarung yang hidup di dunia yang terlalu rapi. Ia menang, lalu diuji, lalu kalah dengan tegas. Dan justru itulah yang membuat ceritanya menarik. Banyak petarung terlihat bagus saat segalanya berpihak pada mereka. Tidak semua petarung bisa tetap menarik ketika harus melewati fase pahit seperti ini. Pansak justru menjadi lebih mudah dibaca sebagai petarung nyata: ada kekuatan, ada keberanian, tetapi juga ada luka dan pelajaran yang harus dibawa ke pertarungan berikutnya.

Aspek lain yang juga menarik adalah bahwa Pansak tampaknya datang dari kultur pertarungan Thailand yang sangat aktif sejak awal. Sebuah data menampilkan jejak lamanya di event seperti Amarin Super Fight pada Rajadamnern Stadium tahun 2022, yang menunjukkan bahwa sebelum muncul di ONE, ia sudah terbiasa hidup di ekosistem Muay Thai Thailand yang keras. Ini penting, karena menjelaskan kenapa gaya bertarungnya terasa sangat “Thailand”: tidak berlebihan, tidak terlalu teatrikal, tetapi cukup tegas dan matang dalam pertukaran.

Kalau berbicara soal gym, menyebut Wor Wantawee Gym, dan nama itu memang konsisten melekat pada identitasnya di ONE. Profil resmi ONE menggunakan nama Pansak Wor Wantawee, yang secara tradisi Muay Thai Thailand memang biasanya merujuk langsung pada afiliasi kamp atau gym. Ini membuat identitas kampnya terasa sangat kuat, meskipun saya tidak menemukan halaman profil gym terpisah yang lebih rinci dalam penelusuran ini. Tetap saja, nama Wor Wantawee jelas bukan sekadar tempelan, melainkan bagian dari identitas bertarungnya.

Dari sisi prestasi, mungkin Pansak belum memegang sabuk besar di ONE. Namun fondasinya tetap layak dihargai. Ia sudah mencatat kemenangan resmi atas Dieselnoi Liamthanawat dan Palangboon Wor Santai, tampil di Lumpinee Stadium dalam panggung ONE Friday Fights, dan membangun citra sebagai petarung yang sanggup bertarung rapat sampai akhir ronde. Untuk petarung Muay Thai ringan, kualitas seperti ini adalah modal yang sangat penting. Ia belum selesai dibentuk, tetapi jelas bukan nama sembarangan.

Pada akhirnya, Pansak Wor Wantawee adalah kisah tentang petarung Muay Thai Thailand yang tumbuh dari pertarungan-pertarungan keras, bukan dari narasi yang terlalu sempurna. Ia bertarung dengan gaya ortodoks, berfokus pada striking, dan menapaki jalan di ONE lewat kemenangan angka yang ketat dan kekalahan yang memberi pelajaran besar. Beberapa detail biografi Pansak adalah petarung yang sedang membangun dirinya di salah satu panggung Muay Thai paling kompetitif di dunia. Dan justru karena jalannya tidak mulus, kisahnya terasa jauh lebih layak untuk diikuti.

(PR/timKB).

Sumber foto: onefc.com

Download aplikasi Kulit Bundar untuk membaca berita dan artikel lebih mudah di gadget anda

Berita Lainnya

Loading next article...