Jakarta – Musim panas 2026 menjadi momen yang berbeda bagi Liverpool. Setelah pergantian pelatih dan berakhirnya era sebelumnya, The Reds memulai lembaran baru di bawah arahan Andoni Iraola. Tur pramusim ke Amerika Serikat bukan sekadar rangkaian laga uji coba, tetapi menjadi panggung pertama bagi sang pelatih untuk memperkenalkan filosofi bermainnya. Di tengah euforia para pendukung, setiap sesi latihan dan setiap pertandingan menjadi bagian dari cerita awal yang penuh harapan menuju musim 2026/27.
Perjalanan dimulai di Nashville, Tennessee, saat Liverpool menghadapi Sunderland di GEODIS Park. Laga perdana ini memperlihatkan gambaran awal permainan yang ingin dibangun Iraola. Meski para pemain masih berada dalam tahap mengembalikan kebugaran setelah jeda musim panas dan Piala Dunia, Liverpool berhasil meraih kemenangan 4-2. Hasil tersebut menjadi suntikan kepercayaan diri sekaligus awal yang positif bagi era baru di Anfield.
Dari Nashville, rombongan Liverpool melanjutkan perjalanan ke New York untuk menghadapi Wrexham di Yankee Stadium. Pertandingan ini menarik perhatian besar karena mempertemukan salah satu klub terbesar Inggris dengan Wrexham yang tengah naik daun. Meski sempat mengalami kendala perjalanan akibat cuaca buruk, Liverpool tetap mampu mengamankan kemenangan tipis 1-0 melalui gol Rio Ngumoha. Bagi Iraola, hasil bukanlah tujuan utama, melainkan kesempatan memberi menit bermain kepada pemain muda dan menguji berbagai kombinasi taktik.
Tur Amerika kemudian ditutup di Chicago, tepatnya di Soldier Field, saat Liverpool menghadapi Leeds United. Laga ini menjadi ujian terakhir sebelum rombongan kembali ke Merseyside. Menghadapi lawan yang juga berasal dari Inggris membuat atmosfer pertandingan terasa lebih kompetitif. Iraola diperkirakan akan mulai menurunkan lebih banyak pemain inti agar chemistry tim semakin terbentuk menjelang dimulainya kompetisi resmi.
Sekembalinya ke Inggris, Liverpool masih memiliki dua pertandingan pramusim di Anfield. AS Monaco menjadi lawan pertama dalam laga yang memberikan kesempatan bagi para pendukung untuk menyaksikan wajah baru The Reds di kandang sendiri. Sepekan kemudian, Como 1907 dijadwalkan menjadi lawan terakhir sebelum Liverpool benar-benar mengalihkan fokus ke Premier League. Dua pertandingan ini diproyeksikan menjadi simulasi paling mendekati kondisi kompetisi sesungguhnya.
Lebih dari sekadar mengejar kemenangan, tur pramusim kali ini menjadi ajang evaluasi menyeluruh. Iraola memanfaatkan lima pertandingan tersebut untuk menilai kesiapan pemain senior, memberi kesempatan kepada talenta akademi, sekaligus mengintegrasikan pemain-pemain yang baru kembali dari tugas internasional. Di sinilah fondasi permainan Liverpool musim 2026/27 mulai dibangun, sedikit demi sedikit, sebelum kompetisi resmi bergulir.
Daftar Lengkap Pertandingan Tur Pramusim Liverpool 2026
- 25 Juli 2026: Liverpool vs Sunderland – GEODIS Park, Nashville (Amerika Serikat)
- 29 Juli 2026: Liverpool vs Wrexham – Yankee Stadium, New York (Amerika Serikat)
- 2 Agustus 2026: Liverpool vs Leeds United – Soldier Field, Chicago (Amerika Serikat)
- 9 Agustus 2026: Liverpool vs AS Monaco – Anfield
- 16 Agustus 2026: Liverpool vs Como 1907 – Anfield
(Yp/timKB).
Sumber foto: google
Download aplikasi Kulit Bundar untuk membaca berita dan artikel lebih mudah di gadget anda