Wanchainoi Pongsuphan PK: Striker Di ONE Championship

Piter Rudai 11/08/2026 4 min read
Wanchainoi Pongsuphan PK: Striker Di ONE Championship

Jakarta – Di tengah derasnya talenta Muay Thai Thailand yang terus bermunculan di ONE Championship, nama Wanchainoi Pongsuphan PK mulai mencuri perhatian. Petarung asal Thailand ini tampil di kelas strawweight dan hingga pertengahan 2026 mencatatkan rekor sempurna 3-0 di ONE Championship, dengan dua kemenangan melalui penyelesaian dan satu kemenangan angka. Data resmi ONE mencatat dua kemenangan stoppage—satu KO dan satu TKO—serta satu kemenangan unanimous decision, dengan tingkat penyelesaian mencapai 67 persen.

Ada sedikit koreksi terhadap data awal mengenai profilnya. Sumber yang tersedia mencatat Wanchainoi lahir 3 November 2000, sehingga pada Agustus 2026 usianya masih 25 tahun, bukan 26. Tingginya tercatat 168 cm, sesuai data yang diberikan, sementara catatan beratnya dapat berubah mengikuti kelas dan bobot pertandingan. Ia juga menggunakan beberapa nama ring, termasuk Wanchainoi Sor Tor Hiewbangsaen, sebelum tampil sebagai Wanchainoi Pongsuphan PK. Nama Pongsuphan PK sendiri menunjukkan keterkaitannya dengan lingkungan PK Saenchai Muaythaigym, salah satu sasana Muay Thai terkenal di Bangkok.

Dari Sirkuit Muay Thai Thailand Menuju ONE

Seperti banyak petarung Thailand, perjalanan Wanchainoi tidak dimulai langsung di panggung internasional. Rekam jejak pertandingannya menunjukkan bahwa ia telah berkompetisi di sirkuit Muay Thai domestik sebelum mendapatkan kesempatan tampil di ONE. Catatan pertarungan yang tersedia bahkan memperlihatkan sejumlah pertandingan di stadion-stadion Thailand sebelum debutnya di ONE, termasuk pertarungan lima ronde pada 2024 dan 2025.

Pengalaman tersebut penting karena format pertandingan Muay Thai Thailand memberikan fondasi kuat dalam membaca tempo, mengatur jarak, bertahan di bawah tekanan, serta bertarung hingga ronde akhir. Wanchainoi kemudian membawa pengalaman itu ke ONE, sebuah panggung yang memiliki karakter berbeda karena pertandingan Muay Thai di ONE berlangsung dalam tiga ronde dengan intensitas tinggi. Perubahan lingkungan tersebut menuntutnya menjadi lebih efektif sejak menit pertama.

Debutnya di ONE terjadi pada 10 Oktober 2025 di ONE Friday Fights 128, ketika ia menghadapi Koko Mor Rattanabundit dalam pertarungan 118 pound. Wanchainoi langsung menunjukkan kualitasnya dengan mengendalikan pertandingan selama tiga ronde dan meraih kemenangan unanimous decision. Laporan resmi ONE menggambarkan bagaimana ia tampil agresif dan menekan, dengan kualitas serta presisi pukulan yang lebih baik. Ia bahkan sempat menjatuhkan Koko melalui kombinasi pukulan dan siku pada paruh akhir ronde pertama.

Pertarungan tersebut sekaligus memperlihatkan karakter Wanchainoi. Ia bukan tipe petarung yang hanya menunggu lawan melakukan kesalahan. Ia berusaha menciptakan tekanan, memotong ruang gerak lawan, lalu masuk melalui kombinasi serangan. Namun, kemenangan atas Koko juga menunjukkan bahwa ia masih mampu beradaptasi. Setelah unggul, Wanchainoi memilih lebih berhati-hati pada ronde kedua ketika Koko mulai memberikan tekanan balik. Kemampuan mengubah ritme tersebut menjadi modal penting di level ONE.

Dari Kemenangan Angka ke Stoppage

Pada 20 Februari 2026, Wanchainoi menghadapi ujian kedua melawan petarung Myanmar Hlaing Htet Aung di ONE Friday Fights 143. Kali ini ia tidak membiarkan pertandingan berakhir di tangan juri. Setelah melewati dua ronde, Wanchainoi menyelesaikan pertarungan pada 2 menit 3 detik ronde ketiga melalui TKO. ONE mencatat kemenangan tersebut secara resmi sebagai TKO.

Finishing itu juga memberikan gambaran lebih jelas mengenai gaya bertarungnya. Wanchainoi menggunakan serangan tubuh untuk membuka pertahanan lawan, sebelum kombinasi lanjutan berujung pada penghentian pertandingan. Dalam catatan pertarungan, penghentian tersebut berasal dari kombinasi pukulan ke tubuh dan serangan lutut. Kemenangan itu membuatnya memperbaiki rekor ONE menjadi 2-0 sekaligus menunjukkan bahwa dirinya tidak hanya mampu menang melalui teknik dan penilaian juri, tetapi juga memiliki kemampuan mengakhiri pertandingan.

Puncak sementara perjalanannya datang pada 26 Juni 2026 di ONE Friday Fights 160. Berhadapan dengan Dokmaipa Santiubon, Wanchainoi hanya membutuhkan 54 detik ronde pertama untuk mencetak KO. ONE mencatat kemenangan tersebut sebagai KO, sementara sumber hasil pertandingan juga mengonfirmasi penghentian cepat tersebut.

Gaya Bertarung dan Mentalitas

Dari tiga penampilan ONE tersebut, terlihat pola yang cukup jelas: Wanchainoi mengandalkan tekanan, pukulan presisi, kombinasi jarak dekat, serta kemampuan meningkatkan intensitas secara bertahap. Ia dapat memenangkan pertandingan panjang seperti ketika menghadapi Koko, tetapi juga mampu memanfaatkan peluang untuk menyelesaikan lawan ketika celah terbuka. Dua kemenangan stoppage dari tiga laga membuat efektivitas serangannya menjadi salah satu aspek paling menarik untuk diperhatikan.

Metode latihannya di lingkungan PK Saenchai juga memberi fondasi pada disiplin teknik Muay Thai tradisional—kombinasi pukulan, tendangan, lutut, siku, footwork, conditioning, serta latihan pad dan sparring. Namun, detail spesifik mengenai program latihan hariannya maupun filosofi pribadi Wanchainoi belum banyak dipublikasikan oleh sumber resmi, sehingga tidak tepat untuk mengklaim rutinitas tertentu sebagai fakta. Yang dapat dilihat dari performanya adalah kemampuan beradaptasi dan menjaga tekanan tanpa kehilangan struktur serangan.

Kini, dengan 3 kemenangan tanpa kekalahan di ONE, Wanchainoi memiliki fondasi yang menjanjikan. Rekor resminya menunjukkan 1 KO, 1 TKO, dan 1 unanimous decision, dengan total waktu bertarung 17 menit 57 detik dan rata-rata 5 menit 59 detik per laga. Dari kemenangan angka yang penuh kesabaran hingga KO hanya dalam 54 detik, perjalanan singkatnya di ONE memperlihatkan perkembangan yang menarik: Wanchainoi bukan sekadar petarung muda Thailand dengan teknik Muay Thai kuat, tetapi prospek yang mulai menunjukkan kemampuan untuk menentukan bagaimana sebuah pertandingan berakhir.

(PR/timKB)

Sumber foto: google

Download aplikasi Kulit Bundar untuk membaca berita dan artikel lebih mudah di gadget anda

Loading next article...