Jakarta – Di dunia Muay Thai, usia sering kali dianggap sebagai tantangan tersendiri. Ketika banyak petarung mulai memasuki masa penurunan performa setelah melewati usia 30 tahun, ada sebagian atlet yang justru mampu membuktikan bahwa pengalaman, disiplin, dan kecerdasan bertarung dapat menjadi senjata yang tak kalah berbahaya dibandingkan kecepatan atau kekuatan fisik. Salah satu sosok yang mencerminkan filosofi tersebut adalah Chanajon PK Saenchai, petarung Muay Thai asal Thailand yang lahir pada tahun 1986. Berkompetisi di divisi lightweight ONE Championship dengan tinggi badan 180 sentimeter dan berat bertanding 70 kilogram, Chanajon dikenal sebagai striker ortodoks yang mengandalkan teknik khas Muay Thai, ketenangan, dan pengalaman panjang di atas ring. Rekor profesionalnya yang terdiri dari tiga kemenangan dan dua kekalahan menjadi cerminan perjalanan seorang atlet yang terus berusaha bersaing di level tertinggi meski harus menghadapi generasi petarung yang lebih muda.
Sebagai putra Thailand, Chanajon tumbuh di lingkungan yang sangat lekat dengan budaya Muay Thai. Di Negeri Gajah Putih, olahraga ini bukan sekadar cabang olahraga, melainkan bagian dari identitas nasional yang diwariskan turun-temurun. Sejak kecil, ia telah menyaksikan pertandingan-pertandingan Muay Thai di berbagai arena lokal. Pemandangan tersebut menumbuhkan rasa kagum sekaligus keinginan untuk suatu hari berdiri di atas ring sebagai seorang petarung profesional.
Ketertarikan itu membawanya memasuki dunia latihan sejak usia dini. Layaknya banyak petarung Thailand lainnya, Chanajon mengawali hari-harinya dengan rutinitas yang keras. Lari pagi, latihan teknik dasar, memukul samsak, latihan pad bersama pelatih, hingga sparring menjadi bagian dari keseharian yang membentuk fisik dan mentalnya. Dari proses panjang tersebut, ia belajar bahwa keberhasilan dalam Muay Thai tidak hanya ditentukan oleh bakat, tetapi juga oleh konsistensi dan kedisiplinan.
Perjalanan kariernya semakin berkembang ketika bergabung dengan PK Saenchai Muaythaigym, salah satu sasana Muay Thai paling bergengsi di Thailand. Gym ini dikenal sebagai tempat lahirnya banyak petarung elite yang sukses di tingkat nasional maupun internasional. Berlatih bersama atlet-atlet berkualitas membuat kemampuan Chanajon berkembang pesat. Ia tidak hanya meningkatkan kualitas teknik menyerang, tetapi juga memperhalus pertahanan, footwork, dan kemampuan membaca ritme pertandingan.
Memulai karier profesional melalui berbagai ajang Muay Thai di Thailand, Chanajon perlahan membangun reputasi sebagai petarung yang sulit dikalahkan. Ia tidak dikenal sebagai petarung yang selalu mengejar knockout spektakuler, melainkan sebagai atlet yang mampu mengendalikan jalannya pertandingan dengan teknik yang rapi. Kombinasi jab, tendangan rendah, middle kick, serta permainan clinch menjadi senjata utama yang membuatnya mampu menghadapi berbagai tipe lawan.
Seiring bertambahnya pengalaman, Chanajon mulai tampil di berbagai kompetisi dengan level yang lebih tinggi. Rekor profesionalnya berkembang menjadi tiga kemenangan dan dua kekalahan, dengan satu kemenangan diraih melalui knockout atau technical knockout, sementara dua kemenangan lainnya diperoleh lewat keputusan juri. Di sisi lain, dua kekalahannya masing-masing terjadi melalui knockout dan keputusan juri. Statistik tersebut menunjukkan bahwa ia merupakan petarung yang lebih mengandalkan kontrol pertandingan dibandingkan mencari penyelesaian cepat.
Momentum penting dalam kariernya datang ketika ia resmi bergabung dengan ONE Championship pada tahun 2023. Bergabung dengan organisasi bela diri terbesar di Asia menjadi pencapaian besar bagi Chanajon, terutama mengingat usianya yang sudah jauh lebih matang dibandingkan banyak debutan lainnya. Kesempatan tersebut membuktikan bahwa kualitas dan pengalaman masih menjadi nilai penting dalam dunia Muay Thai modern.
Debut di ONE Championship menghadirkan tantangan yang tidak ringan. Ia harus menghadapi lawan-lawan yang lebih muda, lebih cepat, dan memiliki gaya bertarung yang sangat beragam. Namun, pengalaman panjang yang dimilikinya menjadi modal berharga. Chanajon mampu tetap tampil tenang, tidak mudah terpancing emosi, dan mengandalkan strategi yang matang dalam setiap pertarungan.
Gaya bertarung Chanajon sangat mencerminkan karakter Muay Thai tradisional Thailand. Sebagai striker ortodoks, ia mengandalkan keseimbangan antara serangan dan pertahanan. Ia jarang terburu-buru melancarkan kombinasi, melainkan lebih memilih membaca pola permainan lawan terlebih dahulu sebelum melancarkan serangan yang efektif. Tendangan ke tubuh dan kaki menjadi salah satu senjata favoritnya untuk mengurangi mobilitas lawan, sementara pukulan lurus dan hook digunakan sebagai pembuka sebelum masuk ke jarak clinch.
Keunggulan lain yang dimiliki Chanajon adalah kemampuannya menjaga ritme pertandingan. Ia memahami kapan harus meningkatkan tekanan dan kapan harus menghemat energi. Pengalaman bertahun-tahun di atas ring membuatnya mampu mengantisipasi perubahan strategi lawan dengan baik. Hal ini menjadikannya petarung yang sangat sulit didominasi, bahkan ketika menghadapi lawan yang lebih muda.
Bagi Chanajon, filosofi bertarung tidak hanya berkaitan dengan kemenangan. Ia percaya bahwa setiap pertarungan merupakan proses pembelajaran yang akan membentuk karakter seorang atlet. Kekalahan bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan kesempatan untuk memperbaiki kelemahan dan kembali menjadi lebih kuat. Prinsip tersebut membuatnya tetap termotivasi untuk berlatih keras meski telah mencapai usia yang oleh banyak orang dianggap mendekati akhir masa produktif seorang petarung.
Metode latihan Chanajon tetap mempertahankan tradisi khas Thailand. Hari-harinya dimulai dengan lari jarak jauh untuk membangun daya tahan, dilanjutkan latihan teknik Muay Thai, clinch, sparring, latihan kekuatan, serta pemulihan fisik. Selain itu, ia juga rutin mempelajari rekaman pertandingan calon lawan agar mampu menyusun strategi yang paling efektif. Pendekatan ini menunjukkan bahwa pengalaman selalu dipadukan dengan persiapan yang matang.
Tantangan terbesar yang dihadapinya saat ini adalah mempertahankan performa di tengah persaingan yang semakin ketat. Divisi lightweight ONE Championship dihuni banyak petarung muda dengan kemampuan atletik luar biasa. Namun, Chanajon memilih melihat tantangan tersebut sebagai motivasi untuk terus berkembang. Ia percaya bahwa pengalaman, teknik, dan kecerdasan bertarung tetap memiliki tempat di level tertinggi.
Meski rekor profesionalnya saat ini baru mencatat tiga kemenangan dan dua kekalahan, perjalanan Chanajon PK Saenchai mencerminkan kisah seorang atlet yang tidak pernah berhenti mengejar prestasi. Dengan dukungan PK Saenchai Muaythaigym, pengalaman panjang di dunia Muay Thai, serta semangat untuk terus bersaing di panggung internasional, ia tetap menjadi salah satu representasi penting dari tradisi Muay Thai Thailand di ONE Championship. Kariernya membuktikan bahwa usia bukanlah batas untuk terus bermimpi, selama disiplin, kerja keras, dan kecintaan terhadap olahraga tetap menjadi fondasi utama dalam setiap langkah perjalanan.
(PR/timKB)
Sumber foto: google
Download aplikasi Kulit Bundar untuk membaca berita dan artikel lebih mudah di gadget anda