Jakarta – Di arena Lumpinee Stadium, nama Lamnamoonlek Torfunfarm mulai mendapatkan perhatian melalui pertarungan-pertarungan yang mempertemukan dirinya dengan sejumlah petarung Muay Thai Thailand. Dikenal pula sebagai Lamnamoonlek Or.Atchariya dan menggunakan julukan Tded99, ia merupakan petarung yang membangun pengalaman melalui kompetisi domestik sebelum tampil dalam rangkaian ONE Friday Fights. Perjalanannya memperlihatkan dinamika karier seorang petarung Thailand yang berusaha mempertahankan posisi di tengah persaingan ketat olahraga tarung profesional. Namun, berbeda dengan sejumlah bintang ONE Championship yang memiliki dokumentasi biografi luas, informasi terverifikasi mengenai masa kecil, keluarga, dan awal latihan Lamnamoonlek masih terbatas.
Awal Karier dan Perkembangan Menuju Level Profesional
Lamnamoonlek lahir pada 13 April 1998 di Thailand. Data publik dari Tapology mencatat tinggi badannya sekitar 169 sentimeter dan mengidentifikasikannya sebagai petarung dalam kelas bantamweight, meskipun ia juga bertanding pada kelas berat yang berbeda bergantung pada lawan dan ketentuan pertandingan. Rincian tentang usia ketika pertama kali mengenal bela diri, nama pelatih awal, serta perjalanan dari sasana lokal menuju kompetisi profesional belum dapat dipastikan melalui sumber yang tersedia. Karena itu, kisah masa kecil dan metode pembentukan karakternya tidak sebaiknya diisi dengan narasi yang belum memiliki bukti.
Sebelum tampil dalam ONE Championship, Lamnamoonlek telah memiliki pengalaman di sejumlah ajang Muay Thai dan olahraga tarung lainnya. Catatan pertandingan publik menunjukkan penampilannya dalam kompetisi domestik Thailand, termasuk kemenangan atas Petchphuthai pada Februari 2021 dan Duangsompong Jitmuangnon pada September 2021. Ia juga tercatat mengikuti pertandingan shoot boxing di Jepang pada 2023, menghadapi Hiroki Kasahara dalam enam ronde. Rangkaian tersebut memperlihatkan bahwa jalur kariernya tidak hanya berlangsung di satu organisasi atau satu format pertandingan.
Memasuki Panggung ONE Championship
Perjalanan Lamnamoonlek di rangkaian ONE Friday Fights menjadi fase penting dalam perkembangan kariernya. Pada 14 Februari 2025, ia menghadapi Kongsuk Sitsarawatsuer dalam pertandingan utama ONE Friday Fights 97 di Lumpinee Stadium. Pertarungan kelas tangkap 138 pound itu berakhir dengan kemenangan Kongsuk melalui keputusan terbelah (split decision). Hasil tersebut kemudian membuka jalan bagi pertandingan ulang yang berlangsung dua bulan setelahnya.
Pada 18 April 2025, kedua petarung kembali berhadapan dalam ONE Friday Fights 105. Kali ini, Lamnamoonlek berhasil membalas kekalahan sebelumnya melalui kemenangan keputusan mutlak dalam pertarungan Muay Thai kelas 137 pound. ONE Championship menggambarkan laga tersebut sebagai kemenangan balasan yang diraih setelah duel ketat. Pertandingan ini menjadi salah satu momen penting karena memperlihatkan kemampuannya bangkit dari kekalahan dan kembali menghadapi lawan yang sama dalam waktu relatif singkat.
Setelah kemenangan atas Kongsuk, Lamnamoonlek melanjutkan penampilannya dalam kompetisi internasional. Pada 28 November 2025, ia mengalahkan Javier Gálvez melalui keputusan mutlak di ONE Friday Fights 135. Pada 6 Februari 2026, ia kembali mencatat kemenangan atas Daniel Puertas dengan hasil serupa dalam ONE Friday Fights 141. Namun, pada 27 Maret 2026, ia mengalami kekalahan dari Yuan Pengjie melalui keputusan mutlak di ONE Friday Fights 148. Rangkaian hasil ini menunjukkan bahwa kariernya di ONE terus menghadirkan persaingan yang beragam, dengan kemenangan dan kekalahan sebagai bagian dari perkembangannya.
Gaya Bertarung, Mentalitas, dan Tantangan Kompetitif
Lamnamoonlek berkompetisi dalam Muay Thai, tetapi juga memiliki catatan pertandingan kickboxing dan shoot boxing. Data yang tersedia belum menyediakan wawancara yang cukup untuk memastikan filosofi bertarung pribadi, rutinitas latihan harian, atau metode persiapan mentalnya. Karena itu, gambaran tentang gaya bertarung perlu didasarkan pada dokumentasi pertandingan, bukan klaim bahwa ia secara khusus menganut satu filosofi atau sistem latihan tertentu. Yang dapat dipastikan adalah pengalaman bertandingnya mencakup beberapa format tarung dan kelas berat.
Dalam konteks kompetisi, dua pertandingan melawan Kongsuk menjadi contoh tantangan yang dihadapi Lamnamoonlek. Ia kalah melalui keputusan terbelah pada pertemuan pertama, lalu meraih kemenangan mutlak dalam rematch. Perubahan hasil tersebut dapat dibaca sebagai bagian dari dinamika persiapan dan penyesuaian strategi, tetapi tidak cukup untuk menyimpulkan secara spesifik metode latihan atau perubahan taktik yang ia gunakan tanpa keterangan langsung dari timnya. Pertarungan melawan Yuan Pengjie pada Maret 2026 juga menambah catatan terbaru dalam perjalanan kompetitifnya.
Pencapaian, Kelas Bertanding, dan Rekor
Catatan yang tersedia mencantumkan Lamnamoonlek sebagai pemenang S-1 Super Featherweight pada 2019, juara dunia WMC Lightweight pada 2022, serta pemenang turnamen Rajadamnern World Series Lightweight pada 2022 dan 2023. Ia juga tercatat sebagai Rajadamnern Stadium Fighter of the Year pada 2023 dan penerima penghargaan Sports Authority of Thailand Fighter of the Year pada 2021. Selain karier Muay Thai, ia memenangkan medali emas Kejuaraan Nasional Tinju Amatir Thailand kelas welterweight pada 2024.
Untuk rekor profesional, catatan yang tersedia mencantumkan 104 kemenangan, 30 kekalahan, dan 2 hasil imbang dalam Muay Thai, dengan tujuh kemenangan melalui KO atau TKO. Angka tersebut perlu dibaca sebagai catatan dari sumber yang tersedia, karena basis data pertandingan dapat mengalami perbedaan penghitungan atau pembaruan. Dalam catatan ONE yang ditemukan, pertandingan terbarunya adalah kekalahan dari Yuan Pengjie pada 27 Maret 2026.
Lamnamoonlek Torfunfarm menghadirkan gambaran tentang perjalanan petarung Thailand yang terus mengembangkan karier melalui kompetisi domestik dan panggung internasional. Kemenangan atas Kongsuk, penampilan dalam berbagai kelas, serta pengalamannya di ONE Championship menjadi bagian dari kisah olahraga yang masih berkembang. Untuk memahami sisi personalnya secara lebih utuh—mulai dari filosofi bertarung hingga metode latihan—wawancara langsung dan dokumentasi dari timnya masih diperlukan agar profil ini dapat dilengkapi tanpa mengorbankan ketepatan fakta.
(PR/timKB)
Sumber foto: google
Download aplikasi Kulit Bundar untuk membaca berita dan artikel lebih mudah di gadget anda