Jakarta – Bo Nickal bukanlah petarung yang menemukan dunia pertarungan setelah dewasa. Sejak masih muda, gulat telah menjadi bagian penting dalam hidupnya dan kelak menjadi fondasi yang membawanya ke panggung MMA terbesar di dunia. Lahir di Rifle, Colorado, pada 14 Januari 1996 dan tumbuh di Allen, Texas, Nickal membangun reputasinya sebagai pegulat sejak tingkat sekolah hingga perguruan tinggi. Namun, ambisinya tidak berhenti di atas matras. Setelah menyelesaikan karier gulatnya, ia memilih jalur yang jauh lebih keras: mengubah kemampuan wrestling elite menjadi senjata dalam mixed martial arts.
Di Allen High School, Nickal berkembang menjadi salah satu pegulat muda paling menonjol di Amerika Serikat. Langkah berikutnya membawanya ke Penn State, program gulat yang dikenal sebagai salah satu kekuatan terbesar NCAA. Di bawah asuhan Cael Sanderson, Nickal menjelma menjadi juara nasional tiga kali. Ia mengakhiri kariernya di Penn State dengan rekor luar biasa 120-3, empat kali menjadi NCAA finalist dan empat kali All-American. Pada 2019, ia meraih gelar NCAA ketiganya di kelas 197 pound dengan musim sempurna 30-0. Prestasi tersebut dilengkapi penghargaan Dan Hodge Trophy, yang diberikan kepada pegulat perguruan tinggi terbaik di Amerika Serikat, serta penghargaan Big Ten Male Athlete of the Year.
Setelah lulus dari Penn State dengan gelar Bachelor of Science in Kinesiology, Nickal mulai mengarahkan seluruh perhatiannya kepada MMA. UFC mencatat bahwa ia mulai berlatih untuk fighting pada Agustus 2021. Ia membawa modal yang sangat berharga: kemampuan takedown, kontrol posisi, keseimbangan, kekuatan fisik, serta pemahaman mendalam mengenai pertarungan jarak dekat. Pada tahap ini, tantangannya bukan lagi menjadi pegulat terbaik, melainkan mengembangkan striking dan Brazilian jiu-jitsu agar kemampuan wrestling-nya dapat diterjemahkan secara efektif ke dalam oktagon. Nickal tercatat memiliki sabuk ungu BJJ dan menjalani pemusatan latihan di American Top Team.
Debut profesional MMA Nickal berlangsung pada Juni 2022 dan hanya membutuhkan 33 detik untuk menghentikan John Noland. Dua kemenangan berikutnya datang melalui Dana White’s Contender Series. Zachary Borrego dikalahkan melalui rear-naked choke dalam 1 menit 2 detik, sedangkan Donovan Beard menyerah melalui triangle choke hanya dalam 52 detik. Tiga kemenangan awal profesional tersebut memperlihatkan pola yang kemudian menjadi ciri khas Nickal: tekanan cepat, kemampuan membawa lawan ke posisi yang tidak nyaman, lalu penyelesaian sebelum pertarungan berkembang menjadi perang panjang. UFC akhirnya memberinya kontrak dan kesempatan tampil di panggung utamanya.
Debut UFC datang pada 4 Maret 2023 melawan Jamie Pickett. Nickal kembali memperlihatkan kualitas grappling-nya dan menang melalui arm-triangle choke pada ronde pertama. Empat bulan kemudian, Val Woodburn menjadi korban berikutnya. Nickal menghentikannya hanya dalam 38 detik melalui strikes. Pada UFC 300, April 2024, ia kembali menang dengan submission setelah mengalahkan Cody Brundage melalui rear-naked choke pada ronde kedua. Namun, perjalanan menuju puncak tidak selalu berlangsung melalui kemenangan cepat. Menghadapi Paul Craig di UFC 309 pada November 2024, Nickal untuk pertama kalinya harus bertarung tiga ronde penuh dan memenangkan pertandingan melalui unanimous decision. Pertarungan itu menjadi pengalaman penting karena memaksanya menunjukkan bahwa ia mampu mengontrol pertandingan tanpa selalu bergantung pada finish cepat.
Tantangan terbesar datang pada 3 Mei 2025 ketika Nickal menghadapi Reinier de Ridder. Untuk pertama kalinya dalam karier MMA profesionalnya, ia mengalami kekalahan. De Ridder menghentikannya melalui strikes pada ronde kedua. Kekalahan itu menjadi ujian mental sekaligus teknis bagi mantan juara NCAA tersebut. Nickal kemudian menjawabnya dengan salah satu kemenangan paling menarik dalam kariernya. Pada UFC 322, 15 November 2025, ia menghadapi Rodolfo Vieira, seorang spesialis Brazilian jiu-jitsu, tetapi justru mengakhiri pertandingan melalui KO akibat head kick pada ronde ketiga. Kemenangan tersebut menunjukkan bahwa Nickal tidak hanya mengandalkan wrestling dan submission. Ia mulai memperlihatkan perkembangan striking yang membuat permainannya semakin sulit dibaca.
Perkembangan itu berlanjut ketika Nickal menghadapi Kyle Daukaus pada 14 Juni 2026. Ia membawa pertarungan ke wilayah yang menjadi kekuatannya, tetapi kemudian memperlihatkan kemampuan striking yang semakin matang. Nickal menghentikan Daukaus melalui strikes pada ronde pertama, tepat pada 4:34. Hasil tersebut membuat catatan profesionalnya menjadi 9-1-0, dengan empat kemenangan melalui KO/TKO, empat submission dan satu kemenangan melalui keputusan. Enam dari sembilan kemenangannya berakhir pada ronde pertama. UFC kini menempatkannya sebagai petarung aktif kelas middleweight dan mencatatnya berada di peringkat #13 divisi tersebut.
Gaya bertarung Nickal pada dasarnya dibangun dari satu fondasi utama: wrestling elite. Ia mampu mengubah jarak dengan cepat, menjatuhkan lawan, mempertahankan posisi dominan dan menciptakan peluang submission maupun ground-and-pound. Namun, perkembangan striking membuat ancamannya semakin lengkap. Head kick yang mengalahkan Vieira dan kombinasi pukulan yang mengakhiri laga melawan Daukaus menunjukkan bahwa Nickal tidak ingin selamanya dikenal hanya sebagai pegulat yang pindah ke MMA. Filosofi kompetitifnya juga terlihat sejak era gulat: ia dikenal mengejar dominasi, bukan sekadar kemenangan. Saat memenangkan Hodge Trophy, Nickal menggambarkan pendekatannya sebagai bertarung bebas, memberikan 100 persen dan menikmati proses kompetisi.
Kini, Bo Nickal berada pada fase paling penting dalam kariernya. Rekor 9-1 menunjukkan bahwa satu kekalahan belum menggoyahkan potensinya, tetapi justru membuat perjalanan berikutnya semakin menarik. Ia sudah membuktikan mampu menang melalui grappling, bertahan dalam pertarungan tiga ronde, bangkit setelah kekalahan, dan mengembangkan striking hingga mampu mencetak KO. Tantangannya sekarang adalah membuktikan bahwa semua keunggulan tersebut dapat bertahan ketika ia menghadapi petarung-petarung elite kelas menengah. Dari matras Penn State menuju oktagon UFC, perjalanan Nickal menunjukkan satu hal: wrestling mungkin menjadi titik awalnya, tetapi ambisinya adalah menjadi mixed martial artist yang lengkap.
(PR/timKB)
Sumber foto: google
Download aplikasi Kulit Bundar untuk membaca berita dan artikel lebih mudah di gadget anda