Olivia Bahsous: Petarung Muay Thai Kanada

Piter Rudai • 14/10/2026 • 4 min read
Olivia Bahsous: Petarung Muay Thai Kanada

Jakarta – Olivia Bahsous, yang dikenal dengan julukan “Diamond”, merupakan petarung Muay Thai muda asal Kanada yang mulai menarik perhatian dunia melalui penampilan impresifnya di ONE Championship. Di usia yang masih sangat muda, ia telah mengumpulkan pengalaman bertanding internasional dan membuktikan bahwa usia bukan satu-satunya ukuran kemampuan seorang atlet. Perjalanannya menjadi menarik bukan hanya karena kemenangan yang diraih, tetapi juga karena kedisiplinan, pengorbanan, dan dukungan keluarga yang membentuk dirinya menjadi petarung kompetitif.

Berawal dari Kedekatan dengan Sang Ayah

Olivia tumbuh dalam lingkungan yang dekat dengan dunia bela diri. Ayahnya, Tanios Bahsous, merupakan mantan juara nasional Muay Thai Kanada yang memiliki pengalaman bertanding di Thailand. Sejak berusia sekitar dua hingga tiga tahun, Olivia sudah akrab dengan sasana latihan dan kehidupan seorang petarung. Awalnya, ia mengikuti ayahnya karena ingin menghabiskan lebih banyak waktu bersama. Namun, ketertarikan tersebut perlahan berkembang menjadi kecintaan terhadap Muay Thai.

Keinginannya menjadi petarung semakin kuat ketika ia menyaksikan ayahnya bertanding di stadion besar di Thailand. Pengalaman melihat pertandingan secara langsung membuat Olivia ingin merasakan suasana yang sama. Ia kemudian mulai berlatih dengan lebih serius dan menjalani pertandingan pertamanya ketika berusia sekitar sembilan tahun. Sejak saat itu, ring menjadi tempat baginya untuk mengembangkan kemampuan sekaligus membangun identitasnya sendiri, bukan sekadar mengikuti jejak sang ayah.

Menapaki Karier dan Meraih Prestasi

Perkembangan Olivia berlangsung cepat. Ia berhasil meraih tiga gelar juara dunia Muay Thai junior melalui International Federation of Muaythai Associations (IFMA) pada 2023, 2024, dan 2025. Pada April 2023, ketika berusia sekitar 13 tahun, ia juga mencatat sejarah sebagai petarung perempuan termuda yang tampil di Stadion Lumpinee, Bangkok, salah satu arena paling bersejarah dalam dunia Muay Thai.

Prestasi tersebut menjadi bekal penting sebelum memasuki panggung profesional yang lebih kompetitif. Pada 19 Juni 2026, Olivia menjalani debutnya di ONE Championship melalui ajang The Inner Circle 19. Ia menghadapi petarung Thailand, Phontip Khlongtoeiyouthcenter, dalam pertandingan Muay Thai catchweight 102 pon. Olivia tampil agresif sejak awal dan mampu memanfaatkan pertarungan jarak dekat untuk melancarkan kombinasi serangan. Pertandingan berakhir dengan kemenangan technical knockout (TKO) pada menit 1:29 ronde pertama.

Penampilan tersebut menjadi awal yang menjanjikan. Ia kemudian menghadapi Nonglek Krudamgym pada ONE Friday Fights 164, 31 Juli 2026. Dalam pertandingan itu, Olivia kembali meraih kemenangan TKO, kali ini pada detik ke-48 ronde kedua. Dua kemenangan beruntun melalui penghentian lawan memperlihatkan kemampuannya memanfaatkan peluang dan mempertahankan tekanan selama pertandingan.

Gaya Bertarung dan Mentalitas Kompetitif

Gaya bertarung Olivia mengandalkan agresivitas, tekanan konstan, serta kombinasi pukulan, tendangan, lutut, dan siku. Ia terlihat nyaman ketika pertarungan berlangsung dalam jarak dekat, terutama saat menemukan celah untuk menyerang tubuh maupun kepala lawan. Kemenangannya atas Phontip memperlihatkan bagaimana ia mampu menggabungkan serangan cepat dengan keberanian mengambil inisiatif. Meski demikian, kemampuannya menghadapi lawan yang lebih berpengalaman dan memiliki pertahanan solid akan menjadi faktor penting dalam perkembangan kariernya.

Mentalitas kompetitif Olivia terbentuk melalui latihan dan pengalaman menghadapi kesulitan. Pada awal kariernya, ia pernah mengalami pertandingan ketika kehilangan ronde pertama sebelum mampu bangkit pada ronde berikutnya. Pengalaman semacam itu mengajarkannya pentingnya kesabaran, fokus, dan kemampuan menyesuaikan strategi. Baginya, kemenangan tidak hanya ditentukan oleh kekuatan fisik, tetapi juga oleh kesiapan mental menghadapi tekanan.

Untuk meningkatkan kemampuannya, Olivia menghabiskan sebagian besar waktunya berlatih di Thailand. Ia dilaporkan menjalani latihan intensif selama enam hingga delapan bulan setiap tahun, dengan jadwal yang dapat mencapai tiga hingga empat sesi sehari. Ia juga menjalani pendidikan melalui sistem homeschooling agar dapat menyeimbangkan sekolah dan latihan. Pengorbanan tersebut menunjukkan keseriusannya mengejar karier bela diri sejak usia muda.

Rekor dan Ambisi Masa Depan

Hingga Oktober 2026, laporan ONE Championship mencatat rekor Muay Thai keseluruhan Olivia sebanyak 17 kemenangan dan satu kekalahan. Di ONE Championship, ia telah meraih dua kemenangan melalui TKO. Ia bertanding di kelas sekitar 102 pon, yang berada dalam rentang atomweight, bergantung pada ketentuan kelas pertandingan yang digunakan. Rekor tersebut merupakan catatan Muay Thai dan tidak boleh disamakan dengan rekor MMA profesional karena kedua disiplin memiliki aturan serta sistem pencatatan berbeda.

Selain berprestasi dalam Muay Thai, Olivia juga pernah meraih medali emas pada ADCC Asia & Oceania Championship 2025 dalam kategori gulat submission perempuan pemula dewasa di bawah 50 kilogram. Ia memiliki ambisi untuk berkembang dalam Muay Thai, kickboxing, dan seni bela diri campuran (MMA), meskipun pencapaian tersebut masih menjadi target masa depan.

Olivia memandang Muay Thai sebagai seni yang mempertemukan kemampuan, karakter, dan keberanian dua petarung di dalam ring. Filosofi tersebut sejalan dengan julukannya, “Diamond”, yang menggambarkan keyakinan sang ayah bahwa dirinya dapat bersinar ketika menghadapi tekanan. Dengan fondasi prestasi junior, kedisiplinan latihan, dan dua kemenangan impresif di ONE Championship, Olivia Bahsous memiliki peluang untuk terus berkembang. Perjalanannya masih panjang, tetapi kisahnya telah memperlihatkan bagaimana kecintaan masa kecil dapat tumbuh menjadi ambisi besar di panggung bela diri internasional.

(PR/timKB)

Sumber foto: google

Download aplikasi Kulit Bundar untuk membaca berita dan artikel lebih mudah di gadget anda

Loading next article...