Diego Paez: Petarung Muay Thai Kolombia-Amerika

Piter Rudai • 14/10/2026 • 4 min read
Diego Paez: Petarung Muay Thai Kolombia-Amerika

Jakarta – Diego Paez merupakan petarung Muay Thai keturunan Kolombia-Amerika yang membangun kariernya melalui kombinasi teknik striking, agresivitas, dan pengalaman bertanding di berbagai level kompetisi. Berasal dari California Selatan, Amerika Serikat, Paez meniti perjalanan dari kompetisi amatir hingga ONE Championship, organisasi bela diri internasional yang menjadi panggung bagi petarung-petarung elite dunia. Perjalanannya menunjukkan bahwa keberhasilan di olahraga tarung tidak hanya ditentukan oleh kemenangan, tetapi juga oleh kemampuan menghadapi tekanan, belajar dari kekalahan, dan mempertahankan konsistensi.

Awal Perjalanan dan Ketertarikan pada Muay Thai

Paez berasal dari keluarga imigran Kolombia dan tumbuh di Amerika Serikat. Ketertarikannya terhadap bela diri berkembang ketika ia berusia sekitar 15 tahun, saat mulai mempelajari Muay Thai secara serius. Olahraga ini kemudian menjadi bagian penting dalam kehidupannya. Empat tahun setelah memulai latihan, ia menjalani pertandingan pertamanya, menandai awal perjalanan kompetitif yang kelak membawanya ke panggung internasional.

Pada masa amatir, Paez mencatatkan rekor 10 kemenangan tanpa kekalahan di kompetisi nasional. Prestasi tersebut menjadi fondasi sebelum ia beralih ke level profesional pada 2017. Ia kemudian berkembang di kancah Muay Thai regional Amerika Serikat dan berhasil meraih lima gelar, termasuk gelar WCK kelas 130 pon. Keberhasilan itu memperlihatkan bahwa ia memiliki kemampuan teknis dan mental kompetitif untuk menghadapi lawan dengan tingkat pengalaman yang semakin tinggi. Dalam perjalanan kariernya, Paez mengasah kemampuan di Classic Fight Team, Fountain Valley, California, tempat ia mengembangkan keterampilan striking.

Menembus ONE Championship

Salah satu pertandingan penting pada awal kariernya berlangsung pada Januari 2020, ketika Paez menghadapi Sean Climaco di Lion Fight 61. Pertandingan tersebut berakhir imbang melalui majority decision. Hasil itu memperlihatkan ketatnya persaingan antara dua petarung yang memiliki kemampuan seimbang. Pertemuan tersebut kemudian menjadi bagian dari perjalanan panjang Paez menuju kompetisi internasional.

Kesempatan besar datang pada Februari 2025, ketika ia menjalani debut di ONE Championship melalui ONE Fight Night 28. Lawannya adalah Climaco, petarung yang pernah dihadapinya lima tahun sebelumnya. Kali ini, Paez harus menerima kekalahan melalui split decision, yakni keputusan juri yang terbagi. Meskipun hasilnya tidak sesuai harapan, pertandingan tersebut memberinya pengalaman berharga menghadapi atmosfer dan standar persaingan organisasi besar.

Paez kemudian bangkit ketika kembali menghadapi Johan Ghazali pada Juni 2025 dalam ONE Fight Night 32. Dalam pertandingan tiga ronde tersebut, ia berhasil mengamankan kemenangan melalui split decision. Hasil ini menjadi salah satu pencapaian penting dalam kariernya di ONE karena menunjukkan kemampuannya menghadapi petarung muda yang dikenal agresif. Namun, pada April 2026, Paez kembali mengalami kekalahan melalui split decision ketika menghadapi Black Panther dalam ONE Fight Night 42. Pertandingan-pertandingan tersebut menggambarkan karier yang kompetitif, dengan hasil yang kerap ditentukan oleh perbedaan penilaian juri.

Gaya Bertarung dan Mentalitas Kompetitif

Paez dikenal mengandalkan striking agresif dengan kombinasi pukulan dan tendangan khas Muay Thai. Ia berusaha mempertahankan tekanan serta mencari celah melalui pertukaran serangan. Pendekatan tersebut membutuhkan ketepatan membaca jarak, pengaturan tempo, dan kemampuan bertahan ketika lawan membalas serangan. Meski demikian, kemenangan melalui keputusan juri dalam sejumlah pertandingan profesionalnya menunjukkan bahwa efektivitas serangan saja tidak selalu cukup; pengendalian ritme dan konsistensi sepanjang ronde juga sangat menentukan.

Dalam wawancaranya menjelang debut ONE Championship, Paez menyampaikan ambisinya untuk membuktikan kemampuan di panggung internasional. Sikap tersebut mencerminkan mentalitas seorang atlet yang ingin terus berkembang menghadapi lawan dengan karakter berbeda. Rincian lengkap mengenai program latihan harian dan pola pemulihannya tidak seluruhnya tersedia untuk publik, sehingga metode latihan spesifiknya tidak dapat dipastikan. Namun, latar belakang latihan di Classic Fight Team memperlihatkan pentingnya lingkungan sasana dalam mengembangkan kemampuan teknisnya.

Paez juga menghadapi tantangan pribadi yang berat. Dalam wawancara dengan ONE Championship, ia menceritakan perjuangan ibunya melawan kanker pankreas selama dua tahun sebelum meninggal dunia. Pengalaman kehilangan tersebut menjadi bagian penting dari perjalanan hidupnya. Meski tidak dapat dipastikan bagaimana pengalaman itu memengaruhi setiap penampilannya, kisah tersebut memberikan gambaran mengenai tantangan emosional yang dihadapinya di luar arena.

Rekor dan Masa Depan

Hingga 13 Oktober 2026, rekor profesional Muay Thai Paez yang terdokumentasi dalam basis data Muay Thai Records adalah 1 kemenangan, 2 kekalahan, dan 1 hasil imbang. Catatan itu mencakup pertandingan melawan Climaco, Ghazali, dan Black Panther. Ia berkompetisi di kelas terbang dalam ONE Championship, meskipun kelas dan berat aktual dapat berbeda menurut ketentuan pertandingan. Paez tidak memiliki rekor MMA profesional yang tercatat dalam sumber tersebut karena kariernya berfokus pada Muay Thai.

Pada 16 Oktober 2026, Paez dijadwalkan kembali menghadapi Johan Ghazali dalam The Inner Circle 35. Pertandingan tersebut masih berstatus jadwal pada tanggal penulisan artikel ini, sehingga hasilnya belum dapat dimasukkan ke dalam rekornya.

Perjalanan Diego Paez menunjukkan bahwa karier seorang petarung tidak selalu berkembang melalui kemenangan beruntun. Dari rekor amatir yang sempurna hingga pertandingan ketat di ONE Championship, ia terus mendapatkan pengalaman untuk memperbaiki kemampuannya. Tantangan berikutnya adalah meningkatkan konsistensi, mengembangkan variasi serangan, dan memaksimalkan peluang ketika pertandingan berlangsung ketat. Perjalanan menuju elite Muay Thai dunia masih membutuhkan kerja keras, tetapi pengalaman yang telah dikumpulkannya menjadi modal untuk melanjutkan persaingan.

(PR/timKB)

Sumber foto: google

Download aplikasi Kulit Bundar untuk membaca berita dan artikel lebih mudah di gadget anda

Loading next article...