Jakarta – Jacob “Sombat” Thompson merupakan petarung Muay Thai asal Inggris yang membangun namanya melalui kombinasi agresivitas, teknik pukulan yang tajam, dan ambisi untuk bersaing di level internasional. Dikenal pula dengan julukan “Baby Shark”, ia menjadi salah satu petarung muda Inggris yang menarik perhatian melalui kiprahnya di ONE Championship. Perjalanannya bukan sekadar tentang kemenangan di atas ring, melainkan juga tentang disiplin, pembentukan karakter, dan keberanian menghadapi tekanan kompetisi tingkat tinggi.
Awal Perjalanan dan Ketertarikan pada Muay Thai
Lahir pada 21 Januari 2003, Thompson mulai berlatih bela diri ketika berusia sekitar 15 tahun. Dalam wawancaranya dengan Sky Sports, ia mengungkapkan bahwa pada masa remaja dirinya sempat berada di jalur kehidupan yang kurang baik. Muay Thai kemudian menjadi salah satu jalan untuk mengarahkan energinya ke sesuatu yang lebih positif. Peran pelatihnya, Andy Newall, sangat penting dalam proses tersebut. Sang pelatih terus mendorongnya agar konsisten datang ke tempat latihan hingga Thompson mulai benar-benar serius menekuni olahraga ini sekitar usia 17 tahun.
Bergabung dengan lingkungan latihan Team Jai Dee di Hertford, Inggris, Thompson mengembangkan fondasi teknik dan kedisiplinan yang dibutuhkan seorang petarung. Ia mulai melihat Muay Thai bukan hanya sebagai aktivitas fisik, melainkan juga sebagai peluang untuk membangun masa depan. Pada usia 19 tahun, ia telah memasuki karier profesional. Keputusan itu menandai perubahan besar: latihan yang sebelumnya menjadi sarana memperbaiki diri kini berkembang menjadi pekerjaan yang menuntut komitmen, pengorbanan, dan konsistensi tinggi.
Meniti Karier Profesional dan Memburu Tiket ke ONE Championship
Thompson membangun pengalamannya melalui berbagai promotor, termasuk Roar Combat League, Diamond Fight, Muay Thai Grand Prix (MTGP), dan Hitman Fight League. Pertandingan-pertandingan awal memberinya kesempatan untuk menghadapi lawan dengan karakter berbeda, sekaligus menguji kemampuannya menjaga ketenangan ketika berada di bawah tekanan.
Salah satu fase penting dalam perkembangannya terjadi pada 2024, ketika ia tampil dalam rangkaian turnamen Road to ONE di Inggris. Kemenangan atas Jay Counsel pada Februari 2024 menjadi salah satu hasil penting dalam perjalanannya. Pertarungan tersebut berlangsung sengit: Thompson sempat unggul melalui serangan kombinasi dan menjatuhkan lawannya, tetapi ia juga harus bertahan ketika Counsel meningkatkan tekanan. Ia akhirnya menang melalui keputusan juri. Pengalaman itu memperlihatkan bahwa kemampuan bertarung tidak hanya bergantung pada kekuatan serangan, tetapi juga ketahanan mental ketika situasi berubah.
Thompson kemudian menjuarai turnamen Road to ONE UK pada 2024, pencapaian yang membuka jalan menuju panggung internasional. Ia melanjutkan kiprahnya dengan sejumlah kemenangan di MTGP dan Hitman Fight League, termasuk kemenangan KO atas Elson Patrick pada Juni 2024 dan kemenangan TKO atas Iker Valderrama pada September tahun yang sama. Rangkaian hasil tersebut memperkuat reputasinya sebagai petarung muda yang memiliki potensi berkembang di level lebih tinggi.
Debut ONE Championship dan Ujian di Panggung Internasional
Thompson menjalani debutnya di ONE Championship pada 23 Mei 2025 dalam ajang ONE Friday Fights 109 di Bangkok, Thailand. Menghadapi petarung tuan rumah Apiwat Sor Somnuk, ia harus menerima kekalahan melalui keputusan bulat juri. Hasil tersebut menjadi ujian pertamanya di panggung yang mempertemukannya dengan petarung-petarung berpengalaman dari berbagai negara.
Kebangkitan Thompson terlihat ketika ia menghadapi Yodseksan Rodsuayjajed pada November 2025 di ONE Friday Fights 134. Ia menang melalui keputusan bulat setelah tampil disiplin dalam mengatur jarak, melancarkan pukulan kombinasi, serta memanfaatkan tendangan rendah. Kemenangan itu menunjukkan perkembangan kematangannya. Namun, perjalanan tersebut tidak sepenuhnya mulus. Pada Februari 2026, ia kalah dari Buakaew Sor Sor Pakorn melalui keputusan terbelah juri dalam ONE Friday Fights 144. Thompson kemudian bangkit dengan mengalahkan Takuma Ota melalui keputusan bulat pada 5 Juni 2026 di ONE Friday Fights 157. Pertarungan melawan Ota berlangsung dalam aturan kickboxing, memperlihatkan bahwa Thompson juga mampu berkompetisi di disiplin striking lain.
Gaya Bertarung, Filosofi, dan Mentalitas Kompetitif
Thompson bertarung dalam posisi orthodox, dengan kaki dan tangan kiri berada di depan. Gaya utamanya mengandalkan tekanan yang terukur, kombinasi pukulan, serta tendangan rendah untuk mengganggu keseimbangan dan pergerakan lawan. Ia juga mampu memanfaatkan perubahan jarak dan masuk ke pertarungan jarak dekat ketika kesempatan terbuka. Dalam wawancara dengan Sky Sports, Thompson menggambarkan pendekatannya sebagai agresivitas yang diperhitungkan. Ia ingin memberikan pertarungan menarik kepada penonton, tetapi pengalaman di ONE mengajarkannya bahwa agresivitas perlu diimbangi pengendalian emosi.
Dari sisi persiapan, fondasi latihannya dibangun bersama Andy Newall dan Team Jai Dee di Inggris. Untuk menghadapi pertandingan penting di ONE, Thompson juga pernah menjalani kamp latihan intensif selama enam minggu di Bangkok, berlatih di Sasiprapa Gym. Ia memilih menjauh sementara dari rutinitas di rumah agar dapat berfokus pada persiapan. Pengalaman tersebut menggambarkan tuntutan karier profesional: menjaga kondisi fisik, mempertajam teknik, dan menyesuaikan strategi dengan karakter lawan. Meski rincian program latihannya tidak dipublikasikan secara lengkap, perpindahan sementara ke Thailand menunjukkan keseriusannya dalam meningkatkan kualitas bertanding.
Rekor dan Masa Depan Karier
Pada usia 23 tahun, Thompson masih memiliki ruang besar untuk berkembang. Ia tercatat bertanding di kelas flyweight ONE Championship, dengan berat pertandingan yang terdokumentasi sekitar 61,2 kilogram pada sejumlah laga. Basis data Muay Thai Records mencatat rekor profesional keseluruhannya sebagai 11 kemenangan dan 4 kekalahan, termasuk tiga kemenangan melalui KO atau TKO. Sementara itu, catatan resmi ONE Championship menunjukkan dua kemenangan dan dua kekalahan dalam empat penampilannya di promosi tersebut. Angka keseluruhan dan rekor ONE perlu dibedakan karena mencakup cakupan pertandingan yang berbeda.
Perjalanan Jacob Thompson memperlihatkan bagaimana bakat muda dapat berkembang melalui disiplin dan pengalaman menghadapi kegagalan. Ia belum menjadi juara dunia ONE, tetapi kemenangan atas lawan-lawan internasional dan kemampuannya bangkit setelah kekalahan menjadi modal penting untuk melangkah lebih jauh. Jika mampu mempertahankan agresivitas sambil terus menyempurnakan pengambilan keputusan, Thompson berpeluang memperkuat posisinya di antara petarung Muay Thai muda yang patut diperhitungkan.
(PR/timKB)
Sumber foto: google
Download aplikasi Kulit Bundar untuk membaca berita dan artikel lebih mudah di gadget anda