Numsurin Chor Ketwina: Veteran Muay Thai Thailand

Piter Rudai • 28/10/2026 • 4 min read
Numsurin Chor Ketwina: Veteran Muay Thai Thailand

Jakarta – Dalam dunia Muay Thai, pengalaman panjang tidak selalu menjamin kemenangan. Seorang petarung harus mampu membaca lawan, mengatur tempo, dan tetap tenang ketika pertandingan berjalan di luar rencana. Numsurin Chor Ketwina menunjukkan kualitas tersebut dalam perjalanannya dari petinju Thailand yang telah lama berkompetisi menjadi salah satu penantang di ONE Championship. Namanya semakin dikenal setelah membuat kejutan dengan mengalahkan Songchainoi Kiatsongrit, lalu memperoleh kesempatan menantang gelar dunia kelas atom Muay Thai.

Numsurin memiliki nama asli Yutthana Takhianram dan berasal dari Distrik Phu Sing, Provinsi Sisaket, Thailand. Ketertarikannya pada olahraga tarung dimulai ketika berusia sembilan tahun, setelah pamannya mengajaknya berlatih dan membiayai latihan tersebut. Bakatnya kemudian membawanya pindah ke Bangkok pada usia 14 tahun untuk menempuh pendidikan di sekolah olahraga. Di sana, ia terus mengembangkan kemampuan bertarung sekaligus membangun dasar disiplin yang dibutuhkan untuk berkarier secara profesional. Saat menjadi mahasiswa, ia pernah meraih medali emas dalam kejuaraan Muay Thai tingkat universitas dunia pada 2018. Ia juga pernah menjalani dinas militer selama satu tahun dan membantu timnya meraih sejumlah gelar kompetisi internal.

Perjalanan Numsurin di arena profesional berlangsung jauh sebelum namanya dikenal penonton internasional. Ia mengumpulkan pengalaman melalui banyak pertandingan di Thailand dan dikenal sebagai petarung yang mengandalkan teknik serta kemampuan membaca situasi. Data statistik tinju Thailand mencatat puluhan kemenangan dan kekalahan dalam kariernya, sedangkan catatan ONE Championship hanya mencakup pertandingannya di organisasi tersebut. Perbedaan cakupan ini penting karena angka rekor keseluruhan yang tercantum di berbagai basis data tidak selalu sama. Numsurin akhirnya menjalani debutnya di ONE Friday Fights 8 pada Maret 2023, dengan kemenangan KO atas Khunsueknoi Boomdeksian. Hasil itu menjadi awal dari perjalanan yang semakin menonjol di panggung internasional.

Namanya mulai benar-benar mencuri perhatian pada 2025. Setelah mengalahkan Sunday Sor Sombat Farm melalui keputusan mutlak pada Maret dan Paeyim Sor Boonmeerit melalui KO pada Juni, Numsurin menghadapi Songchainoi Kiatsongrit di ONE Friday Fights 122 pada Agustus. Songchainoi dikenal memiliki pukulan keras dan gaya agresif, sehingga pertandingan tersebut menjadi ujian besar. Numsurin sempat mengalami knockdown pada ronde pertama, tetapi mampu menjaga ketenangan dan mengubah momentum. Pada ronde kedua, ia menjatuhkan Songchainoi dengan hook kiri balasan yang tepat waktu. Numsurin akhirnya menang melalui keputusan mayoritas, sekaligus menghentikan rentetan sembilan kemenangan lawannya di ONE. Kemenangan itu menjadi titik balik penting dan membawanya memperoleh kontrak senilai enam digit dolar AS untuk bergabung dengan roster utama ONE Championship.

Kemenangan atas Songchainoi membuka jalan menuju kesempatan terbesar dalam kariernya: perebutan gelar Juara Dunia ONE Atomweight Muay Thai melawan Nadaka Yoshinari pada November 2025. Namun, Numsurin harus menerima kekalahan melalui keputusan mutlak setelah lima ronde. Ia kemudian kembali menelan kekalahan angka dari Pet Fairtex pada Maret 2026. Dua hasil tersebut menjadi periode sulit, tetapi Numsurin tidak membiarkan kemunduran itu menghentikan langkahnya. Dalam wawancara dengan ONE, ia menyatakan kembali berlatih segera setelah kekalahan untuk memperbaiki kesalahan dan memulihkan kepercayaan dirinya. Sikap tersebut menunjukkan mentalitas kompetitif yang tidak semata-mata bergantung pada kemenangan, tetapi juga pada kesediaan mengevaluasi diri.

Pada Juni 2026, Numsurin mendapat kesempatan membuktikan bahwa kemenangan pertamanya atas Songchainoi bukan sekadar keberuntungan. Dalam laga ulang di ONE Friday Fights 160, ia kembali menghadapi tekanan dan pukulan keras lawannya. Kali ini, Numsurin memanfaatkan tendangan rendah kaki kanan dan tendangan tengah kiri untuk mengendalikan jarak sejak awal. Ia juga menunjukkan ketenangan ketika pertukaran pukulan terjadi dalam jarak dekat, termasuk saat keduanya beradu serangan lutut di posisi clinch. Memasuki ronde ketiga, Numsurin terus menekan dan melancarkan kombinasi pukulan cepat. Ketiga juri kembali memberinya kemenangan melalui keputusan mutlak. Hasil tersebut membuatnya unggul 2–0 atas Songchainoi dan membuka peluang untuk kembali bersaing menuju perebutan gelar dunia.

Dari segi teknik, Numsurin dikenal sebagai petarung yang cermat dalam melakukan counter-striking, yaitu membalas serangan lawan pada saat yang tepat. Ia tidak selalu mengandalkan agresivitas, tetapi berusaha membaca pola lawan, menjaga jarak, dan memilih momen untuk menyerang. Tendangan rendah, tendangan tengah, pukulan balasan, serta kombinasi cepat menjadi bagian penting dari permainannya. Catatan pertandingan juga menunjukkan bahwa ia terbiasa bertarung dalam kelas atomweight Muay Thai, dengan batas berat 105–115 pon atau sekitar 47,6–52,2 kilogram. Data ONE menyebutkan bahwa Numsurin menjalani profesi sebagai pelatih Muay Thai di sekolah olahraga Bangkok sambil tetap berkompetisi. Pengalaman sebagai atlet sekaligus pengajar menjadi bagian penting dari perjalanan panjangnya, meskipun rincian lengkap program latihan hariannya tidak dipublikasikan.

Hingga 27 Oktober 2026, perjalanan Numsurin memperlihatkan bahwa karier petarung tidak selalu bergerak lurus menuju puncak. Ia pernah mengalami kekalahan beruntun dan gagal merebut gelar dunia, tetapi mampu bangkit melalui evaluasi serta kemenangan penting. Catatan resmi ONE mencakup tujuh kemenangan dan dua kekalahan sebelum laga berikutnya, sementara basis data yang merangkum lebih banyak pertandingan mencatat angka berbeda. Karena itu, rekor keseluruhan sebaiknya dibaca berdasarkan cakupan masing-masing sumber, bukan disamakan begitu saja. Bagi Numsurin, kemenangan atas Songchainoi dalam dua pertemuan menjadi bukti bahwa pengalaman, ketepatan membaca lawan, dan ketenangan dapat menandingi kekuatan pukulan semata. Perjalanannya masih berlanjut, dengan ambisi untuk kembali menantang jajaran terbaik kelas atomweight dan membuktikan bahwa peluang meraih gelar dunia belum tertutup.

(PR/timKB)

Sumber foto: google

Download aplikasi Kulit Bundar untuk membaca berita dan artikel lebih mudah di gadget anda

Loading next article...