Jakarta – Drama berlarut larut antara AC milan dan Club Brugge akhirnya berakhir juga. Keinginan Charles De Ketelaere memperkuat AC Milan akhirnya terwujud setelah pemain muda Belgia ini menandatangani kontrak selama lima tahun bersama klub Serie A Italia tersebut. Milan tidak menyebutkan secara detail mengenai nilai kontrak De Ketelaere. Namun media Belgia dan Italia menyebutkan Milan harus merogoh kocek hingga 35 juta euro, atau sekitar Rp530 miliar, ditambah bonus untuk mendapatkan De Ketelaere dari Club Brugge.
Nilai nominal terebut adalah hal junlah yang biasa di Serie A Italia, namun berbeda dengan di Belgia. Disebutkan bahwa nilai transfer De Ketelaere menjadi tertinggi sepanjang masa bagi pemain yang meninggalkan Pro League Belgia. Banyak bintang top Belgia berbaderol sangat mahal, seperti Lukaku, Kevin De Bruyne dan Eden Hazard. Namun mereka mempunyai nilai transfer yang tinggi tidak dari Liga Belgia melainkan dari Liga bear Eropa lain seperti Bundesliga dan Lugue One Prancis.

Di Milan, De Ketelaere telah menandatangani kontrak hingga 30 Juni 2027, dan akan mengenakan nomor punggung 90. Rumor transfer De Ketelaere sempat menjadi saga tersendiri di Belgia. Pemain berusia 21 tahun ini juga dikabarkan menolak mengikuti latihan tim, sehingga dicoret pelatih Carl Hoefkens.
De Ketelaere mengungkapkan kegembiraannya bergabung dengan Milan, dan menyatakan mempunyai alasan tersendiri ngotot menerima tawaran Rossoneri. Menurut De Ketelaere, kepindahan ke Milan menjadi awal mewujudkan ambisinya di karir sepakbola profesional.
Bagi timnas Belgia sendiri, bergabungnya De Ketelaere ke klub sebesar AC Milan akan membawa dampak positif. Timnas Belgia dianggap terlambat mempersiapkan generasi penerus bagi generas emas Belgia yang semakin menua. Dalam enam tahun terakhir, timna Belgia terlalu menggantungkan diri pada para pemain dari generasi emas seperti De Bruyne, Eden Hazard, Kanchelisky, Munier, Benteke dan Romelu Lukaku. Namun saat ini usia mereka rata rata sudah kepala 3 dan Piala Dunia 2022 nampaknya akan menjadi aksi bersama mereka yang terakhir bersama timnas Belgia. Sehingga generasi penerus harus dipersiapkan agar tidak terjadi gap atau kekosongan pemain di timnas Belgia.
(bP/timKB)
Sumber foto: okezone.com