Jakarta – Marat Grigorian bukan hanya sekedar nama dalam dunia kickboxing. Ia adalah seorang atlet yang telah menunjukkan keahliannya di beberapa kompetisi paling bergengsi di dunia. Profesional sejak 2007, Grigorian adalah mantan Juara Kelas Ringan Glory dan telah berkompetisi di banyak event besar, termasuk ONE Championship. Di artikel ini, kita akan menelusuri jejak langkah Grigorian dari Glory hingga kiprahnya di ONE Championship.
Masa Berjaya di Glory
Grigorian memulai karirnya dengan sukses besar di Glory, sebuah promosi kickboxing ternama. Di sini, dia berhasil mengukir namanya sebagai Juara Kelas Ringan dan mempertahankan gelar tersebut dengan impresif. Keahliannya dalam kickboxing tidak hanya diakui oleh Glory tetapi juga oleh banyak analis olahraga. Misalnya, Combat Press menempatkannya sebagai kickboxer kelas ringan nomor 2 dan kickboxer pound-for-pound nomor 4 di dunia.
Langkah Baru di ONE Championship
Pada 23 Agustus 2020, Grigorian mengambil langkah besar dalam karirnya dengan menandatangani kontrak dengan ONE Championship. Debutnya di organisasi ini berlangsung pada 4 Desember 2020, di event ONE Championship: Big Bang. Melawan Ivan Kondraev, Grigorian sempat dirobohkan di ronde pertama tetapi berhasil bangkit dan menang melalui KO di ronde kedua.
Kemenangan Spektakuler dan Jalan Menuju Gelar
Pada 15 Oktober 2021, Grigorian melanjutkan jejak langkahnya di ONE Championship dengan menghadapi Andy Souwer di perempat final ONE Featherweight Kickboxing World Grand Prix. Ia berhasil memenangkan pertarungan dengan teknik KO di ronde kedua, menambah prestasi yang sudah ada.
Laga Trilogi: Menantang Chingiz Allazov
Grigorian memiliki riwayat panjang dengan Chingiz Allazov, sebuah persaingan yang sudah dua kali membuat mereka berhadapan di atas ring. Dalam pertemuan pertama, laga berakhir tanpa kontes, sementara di pertemuan kedua, Grigorian berhasil menang dengan keputusan bulat. Oleh karena itu, laga trilogi yang berlangsung pada 4 Agustus 2023 di ONE Fight Night 13 sangat dinantikan.
Sayangnya, dalam pertarungan ketiga ini, Grigorian harus menerima kekalahan dengan keputusan bulat. Meskipun demikian, laga ini akan tetap menjadi salah satu pertarungan terbaik dalam karir Grigorian dan tentu saja dalam sejarah ONE Championship.
Melalui karir yang telah berjalan lebih dari satu dekade, Marat Grigorian telah membuktikan dirinya sebagai salah satu kickboxer terbaik di dunia. Dari Glory hingga ONE Championship, ia telah menunjukkan dedikasi, keahlian, dan semangat juang yang tak pernah padam. Meskipun ia harus merasakan pahitnya kekalahan dalam laga trilogi melawan Chingiz Allazov, jalan masih panjang untuk atlet berbakat ini. Siapa tahu, mungkin di masa depan, ia akan kembali berdiri sebagai juara dunia dalam dunia kickboxing yang kompetitif ini.
Oleh karena itu, bagi para penggemar dan analis olahraga, tetaplah mengikuti Marat Grigorian. Karena, seperti yang sudah banyak kali ia tunjukkan, dia adalah seorang pejuang yang selalu siap bangkit dari kekalahan dan terus berjuang untuk kemenangan.
(PR/timKB).
Sumber foto: onechampionship.com