Jakarta – Kepindahan rider dari ajang Moto3, Moto2 ke MotoGP bukanlah hal yang baru, karena jenjang karier seorang pembalap MotoGP biasanya dimulai dari jenjang yang lebih bawah seperti Moto2 dan Moto3. Namun debut Pedro Acosta di MotoGP menjadi sesuatu yang berbeda dan banyak dinantikan oleh para pengamat dan fans lomba balap motor paling populer di dunia itu. Acosta baru saja loncat kelas dari Moto3 ke MotoGP musim ini.
Menjadi pembalap Red Bull GASGAS Tech 3, Pedro Acosta, digadang-gadang bakal mengulang musim debut sensasional Marc Marquez di MotoGP 2024. Namun, Acosta justru memilih merendah, dan meyakini bahwa ini bukan waktu yang tepat untuk mematok target hasil. Acosta memang disebut-sebut sebagai rider paling bertalenta yang datang ke MotoGP sejak Marquez tiba di kelas para raja pada 2013. Pasalnya, ia sukses jadi juara dunia Moto3 2021 pada musim debutnya, serta menjadi juara Moto2 2023 pada musim keduanya di kelas intermediate.
Acosta yang bakal berulang tahun ke-20 pada 25 Mei 2024 nanti, berpotensi mengalahkan rekor Marquez yang masih memegang rekor pemenang termuda dalam sejarah GP500/MotoGP. Marquez memenangi MotoGP Austin 2013 dalam usia 20 tahun 63 hari. Pembalap asal Spanyol ini juga menyatakan, andai ia meraih hasil mentereng dalam seri pembuka di Qatar pada 8-10 Maret 2024 nanti, itu takkan jadi cerminan nyata dari performanya. Ia yakin hasil baik itu hanya karena ia menjalani tes yang intensif di Malaysia dan Qatar.
Acosta juga menyatakan bahwa target utamanya saat ini adalah menambah jam terbang di atas motor KTM RC16, mengingat ia baru menjalani satu hari tes saja, yakni pada 28 November 2023 di Valencia, Spanyol, di mana ia mencatat waktu tercepat ke-18.
Tes shakedown MotoGP Malaysia di Sirkuit Sepang digelar pada 1-3 Februari 2024, sementara tes pramusim di trek yang sama digelar pada pada 6-8 Februari 2024. Sementara itu, tes pramusim MotoGP Qatar di Sirkuit Lusail pada 19-20 Februari 2024.
(bP/timKB).
Sumber foto: kompas.com
