Gangguan Disosiatif merupakan sebuah fenomena psikologis yang kompleks, di mana individu mengalami pemutusan antara pikiran, identitas, kesadaran, dan memori. Kondisi ini seringkali disalahpahami, namun pemahaman mendalam tentangnya bisa menjadi kunci pertama untuk pemulihan.
Pengertian Gangguan Disosiatif
Gangguan Disosiatif adalah kondisi kesehatan mental yang ditandai dengan disrupsi atau pemisahan fungsi kesadaran, termasuk identitas, memori, dan persepsi. Gangguan ini dapat menyebabkan kesulitan signifikan dalam kehidupan sehari-hari dan sering dipicu oleh trauma atau stres.
Jenis-jenis Gangguan Disosiatif
• Amnesia Disosiatif: Kehilangan ingatan yang signifikan dan tidak dapat dijelaskan secara medis. Hal ini termasuk tidak dapat mengingat atau “kehilangan” ingatan akan kejadian di masa lalu.
• Gangguan Identitas Disosiatif: Dulu dikenal sebagai kepribadian ganda, di mana seseorang memiliki dua atau lebih kepribadian yang berbeda.
• Depersonalisasi/Derealizasi Disosiatif: Perasaan terlepas dari diri sendiri atau lingkungan.
Orang dengan kondisi ini mungkin merasa seperti mengamati kehidupan mereka sendiri sebagai orang luar, atau mereka mungkin merasa terputus dari lingkungan mereka.
Tanda dan Gejala
Gejala gangguan disosiatif meliputi, tapi tidak terbatas pada, amnesia, perasaan terlepas dari diri sendiri, persepsi realitas yang terdistorsi, dan kesulitan dalam menjalani fungsi sosial atau pekerjaan.
Contoh disosiasi meliputi:
• “Kosong” atau tidak dapat mengingat apa pun untuk jangka waktu tertentu
• Mengalami rasa realitas yang terdistorsi atau kabur
• Merasa terputus atau terlepas dari emosi Anda
• Merasa seperti kehilangan kontak dengan peristiwa yang terjadi di sekitar Anda secara singkat, mirip dengan melamun
• Merasa mati rasa atau jauh dari diri sendiri dan lingkungan sekitar Anda
• Merasa bahwa dunia di sekitar Anda tidak nyata dan terdistorsi
• Memiliki rasa waktu dan tempat yang berubah
• Mengalami kilas balik peristiwa traumatis
• Kehilangan ingatan tentang peristiwa, orang, informasi, atau kerangka waktu tertentu
Penyebab Gangguan Disosiatif
Penyebab utama gangguan disosiatif biasanya berakar pada trauma atau stres berat. Faktor genetik dan lingkungan juga dapat berperan dalam pengembangannya.
Beberapa faktor dapat berperan dalam perkembangan disosiasi. Di antara penyebab potensial adalah trauma, penggunaan narkoba, dan kondisi mental lainnya.
Trauma
Penyebab utama gangguan disosiatif adalah trauma. Dalam kasus seperti ini, disosiasi terjadi sebagai cara untuk menjaga agar ingatan akan peristiwa traumatis tidak terasa berlebihan atau terlalu besar untuk ditangani. Disosiasi juga membantu orang tersebut menjauhkan diri dari situasi tersebut.Penyerangan, pelecehan, kecelakaan, bencana alam, dan pertempuran militer adalah sumber trauma yang dapat menyebabkan disosiasi.
Penggunaan Narkoba
Penggunaan narkoba juga dapat menyebabkan disosiasi. Pengalaman dengan disosiasi dan trauma bahkan dapat memprediksi potensi kecanduan menurut sebuah penelitian.
Kondisi Mental Lainnya
Gangguan kesehatan mental tertentu juga dapat menyebabkan gejala disosiasi. PTSD, misalnya, sering ditandai dengan gejala disosiasi dan keterpisahan. Sebuah penelitian pada tahun 2021 juga menemukan hubungan langsung antara disosiasi dan halusinasi, grandiosity, paranoia, kecemasan, dan depresi.
Diagnosis
Diagnosis gangguan disosiatif melibatkan evaluasi komprehensif termasuk sejarah medis, penilaian psikologis, dan eksklusi kondisi medis lainnya.
Pengobatan
Pengobatan gangguan disosiatif biasanya melibatkan terapi psikologis, dengan fokus pada pengelolaan trauma dan teknik coping. Dalam beberapa kasus, obat-obatan dapat digunakan untuk mengatasi gejala tertentu seperti kecemasan atau depresi.
Mengatasi Gangguan Disosiatif
Mengatasi gangguan disosiatif memerlukan pendekatan multi-faset, termasuk dukungan psikososial, terapi berbasis trauma, dan terkadang, intervensi medis. Kesabaran, pemahaman, dan dukungan dari keluarga dan teman menjadi sangat penting.
Aktifitas yang dapat dicoba antara lain:
• Makan makanan yang sehat untuk menurunkan tingkat stres Anda
• Tidur yang cukup setiap malam
• Melakukan latihan fisik secara teratur
• Mengidentifikasi dan menghindari atau mengelola pemicu disosiasi
• Mempraktikkan teknik-teknik membumi untuk membantu membawa Anda kembali ke momen saat ini
• Menggunakan strategi relaksasi untuk mengurangi kecemasan Anda
Meskipun gangguan disosiatif bisa menjadi tantangan yang luar biasa, pemahaman yang mendalam dan pendekatan pengobatan yang tepat dapat membuka jalan menuju pemulihan. Penting bagi individu yang mengalami gejala untuk mencari bantuan profesional dan mendapatkan dukungan yang mereka butuhkan untuk menyembuhkan.
(EA/timKB).
Sumber foto: yoona.id