Jakarta – Walaupun namanya sudah melekat dengan Yamaha, namun legenda MotoGP, Valentino Rossi mengambil keputusan untuk menolak bergabung dengan pabrikan asal Jepang itu. Direktur Pertamina Enduro VR46 Racing Team, Alessio ‘Uccio’ Salucci, membeberkan alasan skuad Valentino Rossi itu menolak bergabung dengan Yamaha di MotoGP 2025. Seperti yang diketahui, VR46 bertahan di Ducati musim depan, walau Rossi merupakan duta global bagi Yamaha. VR46 melebarkan sayap ke MotoGP pada 2021, melebur dengan Avintia Esponsorama. Usai Avintia memutuskan mundur pada akhir musim itu, slotnya pun diambil alih VR46. Alhasil, tim asal Tavullia, Italia, itu membentuk tim berisi dua rider untuk pertama kalinya pada 2022 dan dinamai VR46 Racing Team.
VR46 menandatangani kontrak tiga tahun dengan Ducati, yang akan habis akhir musim ini. Yamaha yang tak memiliki tim satelit sejak 2023, merayu VR46 untuk bergabung, mengingat Rossi merupakan legenda mereka. Namun, VR46 menolak, meski tahu betul keputusan ini akan memicu pro dan kontra. Sahabat Rossi sejak anak-anak ini menyatakan bahwa tak pernah ada kewajiban bagi tim Rossi untuk menjadi tim Yamaha hanya karena ‘The Doctor’ merupakan legenda dan duta Yamaha. Di lain sisi, Salucci tak memungkiri bahwa diskusi dengan Rossi mengenai masa depan timnya tidaklah mudah.
Setelah ditolak VR46, Yamaha mencapai kesepakatan dengan Pramac Racing, yang merupakan tim satelit utama Ducati dan dapat alokasi motor spek pabrikan. Salucci pun menyatakan VR46 tak pernah berniat menyingkirkan Pramac dari Ducati, meski juga ingin dapat motor pabrikan dan terlibat dalam pengembangannya.
Pertamina Enduro VR46 Racing Team diperkirakan akan tetap menaungi Fabio di Giannantonio, yang kabarnya akan mendapatkan kontrak langsung dari Ducati Corse berdurasi dua musim. Kandidat rider kedua VR46 adalah rider Moto2 Fermin Aldeguer, dan Franco Morbidelli, yang saat ini masih membela Pramac.
(bP/timKB).
Sumber foto: detik.com
Download aplikasi Kulit Bundar untuk membaca berita dan artikel lebih mudah di gadget anda