Les Blues Tumbang Di Nantes

Jakarta – Tim favorit juara Piala Dunia 2026,Prancis menelan kekalahan tak terduga di hadapan publik sendiri, dikalahkan Timnas Pantai Gading dengan skor 1-2 dalam laga persahabatan internasional di Stade de la Beaujoire – Louis Fonteneau, Nantes, Jumat (5/6/2026) dini hari WIB. Les Bleus sempat menutup babak pertama dengan keunggulan berkat gol indah Rayan Cherki tepat sebelum turun minum. Namun, Pantai Gading bangkit total di babak kedua dan membalikkan keadaan melalui Guela Doue serta Amad Diallo.

Baca juga: Skuad Prancis Di Piala Dunia 2026

Prancis sejatinya lebih dominan dalam penguasaan bola dan menciptakan sejumlah ancaman berbahaya melalui Kylian Mbappe, Michael Olise, hingga Marcus Thuram. Namun efektivitas tim tamu dalam mengkonversi peluang menjadi penentu akhir laga. Hasil ini menjadi peringatan kecil bagi skuad Didier Deschamps yang tinggal menghitung hari menuju putaran final Piala Dunia 2026.

Prancis langsung tampil agresif sejak peluit pertama berbunyi. Di menit kedua, Mbappe nyaris membuka skor setelah menerima umpan dari Cherki, namun tembakannya berhasil diblok barisan pertahanan Pantai Gading. Tim tamu sesekali mengancam balik dengan memanfaatkan celah di belakang lini pertahanan Prancis yang bermain cukup tinggi. Simon Adingra dan Yan Diomande beberapa kali menerobos ruang kosong tersebut dengan serangan balik cepat. Peluang terbaik Les Bleus di awal pertandingan hadir pada menit ketujuh. Tembakan keras Mbappe dari dalam kotak penalti berhasil digagalkan oleh penyelamatan gemilang kiper Yahia Fofana.

Prancis terus menggempur. Adrien Rabiot hampir mencetak gol spektakuler dari luar kotak penalti pada menit ke-16, sementara Michael Olise membuang peluang emas lima menit setelahnya dengan sepakannya yang justru mengarah langsung ke pelukan Fofana. Gol yang dinantikan akhirnya tercipta tepat di menit ke-45. Berawal dari kemelut di depan kotak penalti, Ibrahima Konate mengontrol bola dan mengalirkannya kepada Cherki. Pemain Manchester City itu melewati dua bek lawan sebelum melepas tembakan mendatar yang bersarang di sudut kiri bawah gawang, membawa Prancis menutup babak pertama dengan keunggulan 1-0.

Memasuk babak kedua, Gol penyama kedudukan lahir pada menit ke-53. Elye Wahi menerima bola di depan kotak penalti sebelum meneruskannya kepada Pepe. Mantan pemain Arsenal itu mengirim umpan terobosan matang yang diselesaikan Guela Doue dengan tenang untuk menaklukkan Maignan. Gol tersebut membuat jalannya pertandingan berubah. Pantai Gading tampil lebih percaya diri, sementara Prancis kesulitan menemukan ritme permainan setelah banyaknya pergantian pemain.

Gol kemenangan Pantai Gading akhirnya tercipta pada menit ke-84. Berawal dari kegagalan Prancis menyapu bola dengan sempurna, Guela Doue mengirim umpan silang akurat dari sisi kanan. Amad Diallo menyambut bola dengan sepakan first-time yang mengarah ke sudut kiri bawah gawang dan membuat Pantai Gading berbalik unggul 2-1. Pada sisa waktu pertandingan, Prancis mencoba menekan lewat sejumlah bola mati dan umpan silang. Namun pertahanan Pantai Gading bertahan dengan disiplin hingga peluit panjang berbunyi dan memastikan kemenangan berharga di Nantes.

(Yp/timKB).

Sumber foto: google

Download aplikasi Kulit Bundar untuk membaca berita dan artikel lebih mudah di gadget anda

Andoni Iraola Resmi Jadi Pelatih Baru Liverpool

Jakarta – Liverpool resmi menunjuk Andoni Iraola sebagai pelatih kepala baru dengan kontrak berdurasi dua tahun. Pelatih asal Spanyol itu menggantikan Arne Slot yang dipecat pada akhir pekan lalu setelah dua musim menukangi The Reds. Penunjukan Iraola mengakhiri proses pencarian pelatih baru yang berlangsung cepat. Direktur olahraga Liverpool, Richard Hughes, menjadikan mantan pelatih Bournemouth tersebut sebagai target utama dan satu-satunya kandidat yang secara resmi didekati klub. Pelatih berusia 43 tahun itu terbang dari San Sebastian menuju Liverpool untuk merampungkan penandatanganan kontrak dan diperkenalkan secara resmi oleh klub.

Baca juga: Liverpool Resmi Pecat Arne Slot

Kepastian Iraola menjadi manajer baru Liverpool diumumkan The Reds melalui website mereka beberapa waktu yang lalu. Mereka mengonfirmasi bahwa mantan pelatih Bournemouth itu akan menjadi juru taktik mereka yang baru mulai musim 2026/2027 mendatang. “Liverpool FC bisa mengonfirmasi bahwa Andoni Iraola telah bersepakat untuk menjadi pelatih baru Liverpool untuk musim 2026/2027. Pelatih berusia 43 tahun itu akan mengambil alih kursi kepelatihan di Anfield meneruskan Arne Slot yang meninggalkan klub di Sabtu yang lalu,” tulis pernyataan resmi Liverpool.

Dalam wawancara perdananya sebagai pelatih Liverpool, Iraola mengaku antusias memulai tantangan baru di salah satu klub terbesar dunia. “Saya sangat bersemangat. Semua orang tahu Liverpool adalah klub besar, salah satu yang terbesar di dunia,” kata Iraola. “Namun setelah memahami lebih dalam tentang klub ini, saya selalu merasa Liverpool adalah klub yang spesial.” Menurut mantan pelatih Rayo Vallecano dan Bournemouth tersebut, daya tarik Liverpool tidak hanya terletak pada sejarah dan reputasinya, tetapi juga atmosfer stadion, kualitas pemain, serta peluang bersaing memperebutkan trofi.

Kontrak dua tahun yang ditandatangani Iraola disebut merupakan permintaannya sendiri. Ia sebelumnya juga memilih durasi kerja serupa saat menangani klub-klub terdahulu. Penunjukan Iraola juga mencerminkan arah baru yang ingin diambil Liverpool setelah berakhirnya era Arne Slot. Meski Slot sempat membawa Liverpool menjuarai Liga Inggris pada musim pertamanya, performa tim merosot drastis pada musim 2025-2026. Liverpool menutup musim tanpa trofi dan hanya finis di posisi kelima klasemen Premier League.

(Yp/timKB).

Sumber foto: facebook

Download aplikasi Kulit Bundar untuk membaca berita dan artikel lebih mudah di gadget anda

Italia Menang Tipis Atas Luksemburg

Jakarta – Timnas Italia meraih kemenangan tipis 1-0 atas Timnas Luksemburg dalam laga uji coba internasional FIFA Matchday. Duel ini digelar di Stade de Luxembourg dan kick-off pada Kamis (4/6/2026) pukul 01.45 WIB. Italia yang ditangani Silvio Baldini menurunkan skuad sangat muda. Meski minim pengalaman internasional, Azzurri tetap mampu menguasai jalannya pertandingan dan menciptakan lebih banyak peluang dibanding tuan rumah. Laga tersebut menjadi sarana penting bagi kedua pelatih untuk mengevaluasi performa tim dan mengukur perkembangan sejumlah pemain muda menjelang agenda internasional berikutnya.

Italia langsung mengambil kendali permainan sejak menit-menit awal. Penguasaan bola mereka mencapai lebih dari 70 persen pada fase awal pertandingan. Peluang terbaik Italia datang pada menit ke-25. Lipani menunjukkan kerja bagus di kotak penalti sebelum mengirim bola kepada Francesco Pio Esposito, yang melepaskan sontekan cerdik tetapi masih melenceng tipis di sisi kiri gawang. Esposito kembali mengancam tiga menit kemudian. Striker muda itu mencoba tendangan salto setelah melakukan improvisasi di dalam kotak penalti, namun bola kembali melebar dari target.

Pada menit ke-34, Italia nyaris memecah kebuntuan. Esposito menciptakan peluang bagi Pisilli, tetapi tembakan sang gelandang hanya menghantam jaring samping gawang. Menjelang turun minum, Luca Koleosho memperoleh kesempatan emas setelah menerima umpan terukur dari Ndour. Namun, penyelesaiannya terlalu lemah sehingga mudah diamankan Moris. Skor 0-0 bertahan hingga jeda.

Memasuki babak kedua, Italia langsung mendapatkan sepak pojok setelah upaya Ndour diblok pertahanan Luksemburg. Keunggulan akhirnya datang pada menit ke-49. Pisilli mengirim sepak pojok melengkung ke tiang dekat dan Esposito melompat paling tinggi untuk menanduk bola ke pojok atas gawang. Italia unggul 1-0. Dua menit berselang, Lipani menerima kartu kuning pertama dalam pertandingan setelah melakukan pelanggaran terhadap Tomas Cruz.

Silvio Baldini kemudian melakukan sejumlah pergantian pemain. Francesco Camarda, Filippo Mane, Niccolo Fortini, Seydou Fini, Honest Ahanor, Samuele Inacio, dan Matteo Dagasso semuanya mendapatkan kesempatan tampil.

Peluang terbaik Italia setelah itu hadir pada menit ke-73. Seydou Fini memperoleh ruang tembak di dalam kotak penalti, tetapi eksekusinya justru melambung di atas mistar. Luksemburg terus mencari gol penyeimbang hingga akhir laga. Kesempatan terakhir datang pada masa injury time saat Miguel Goncalves mengeksekusi tendangan bebas di tepi kotak penalti, tetapi bola meluncur jauh dari sasaran. Dirk Carlson kemudian menerima kartu kuning pada menit ke-93 karena menendang bola sebagai bentuk frustrasi. Tak lama berselang, wasit meniup peluit panjang dan memastikan kemenangan Italia dengan skor 1-0.

(Yp/timKB).

Sumber foto: google

Download aplikasi Kulit Bundar untuk membaca berita dan artikel lebih mudah di gadget anda

Polandia Ditahan Imbang Nigeria Di Laga Persahabatan

Jakarta – Timnas Polandia dan Timnas Nigeria berbagi poin usai bermain imbang 2-2 dalam laga uji coba internasional FIFA Matchday di Stadion Narodowy, Kamis (4/6/2026) dini hari WIB. Pertandingan berlangsung penuh ketegangan dengan kedua tim saling membalas hingga detik-detik terakhir. Laga ini tak berpengaruh pada klasemen maupun perebutan gelar apa pun karena berstatus persahabatan semata. Meski begitu, duel ini menjadi batu uji penting bagi Jan Urban dan Eric Chelle dalam mengukur kesiapan tim menjelang agenda kompetitif berikutnya.

Polandia mengawali laga dengan Robert Lewandowski sebagai ujung tombak dan berupaya menguasai permainan sejak menit pertama. Nigeria memilih pendekatan berbeda, lebih sabar dan disiplin sembari mengincar celah untuk melancarkan serangan balik. Dua puluh menit awal berlangsung ketat dan intens. Persaingan sengit di lini tengah memaksa Bartosz Slisz menerima kartu kuning pada menit ke-21 usai melanggar pemain lawan. Nigeria memanfaatkan momentum dua menit berselang. Terem Moffi menuntaskan umpan Moses Simon dengan sempurna, menaklukkan Kamil Grabara dan membawa timnya unggul 1-0.

Keunggulan itu membuat Nigeria semakin percaya diri. Organisasi permainan mereka terjaga rapi dan berhasil mempersempit ruang gerak para pemain kreatif Polandia. Tuan rumah terus berusaha mencari jalan untuk menyamakan skor di sisa babak pertama. Upaya tersebut akhirnya berbuah hasil di masa injury time. Menit ke-45+1 menjadi milik Kacper Potulski. Ia menuntaskan assist Nicola Zalewski untuk mengubah papan skor menjadi 1-1 yang bertahan hingga jeda.

Memasuki babak kedua, Nigeria melakukan perombakan besar-besaran saat turun minum. Nigeria memasukkan sejumlah pemain baru sekaligus, yakni Paul Onuachu, Calvin Bassey, Raphael Onyedika, Semi Ajayi, Philip Otele, Rafiu Durosinmi, dan Zaidu Sanusi. Rotasi masif itu langsung menaikkan intensitas permainan. Nigeria kembali menggebrak, sementara Polandia mencoba membangun serangan melalui kombinasi Lewandowski, Zalewski, dan Sebastian Szymanski.

Nigeria kembali memimpin di menit ke-77. Onuachu yang baru masuk dari bangku cadangan tampil dingin dalam mengeksekusi penalti dan membawa timnya unggul 2-1. Perjuangan tuan rumah terbayar di masa injury time. Umpan Wojtuszek diselesaikan Wisniewski pada menit ke-90+5 untuk memaksa skor kembali imbang menjadi 2-2. Gol itu menjadi aksi penentu terakhir dalam pertandingan. Sesaat setelah sepak mula kembali dilakukan, wasit pun meniup peluit panjang dan laga berakhir dengan hasil imbang.

(Yp/timKB).

Sumber foto: google

Download aplikasi Kulit Bundar untuk membaca berita dan artikel lebih mudah di gadget anda

De Oranje Tumbang Di Rotterdam

Jakarta – Timnas Aljazair berhasil meraih kemenangan 1-0 atas Timnas Belanda dalam laga uji coba internasional yang digelar di Stadion Feijenoord, Rotterdam, Kamis (4/6/2026) dini hari WIB. Gol tunggal Anis Hadj Moussa pada menit ke-86 menjadi pembeda dalam pertandingan ini. Belanda sebenarnya tampil lebih dominan sepanjang laga. Pasukan Ronald Koeman menguasai permainan dan menciptakan sejumlah peluang berbahaya, terutama pada babak pertama.

Baca juga: Skuad Belanda Di Piala Dunia 2026

Meski begitu, efektivitas menjadi pembeda. Ketika Oranje gagal memaksimalkan kesempatan yang mereka miliki, Aljazair justru mampu mencetak gol lewat aksi individu brilian Hadj Moussa menjelang akhir pertandingan. Hasil ini tidak berdampak apa pun terhadap posisi kedua tim. Baik Belanda maupun Aljazair hanya menggunakan laga ini sebagai persiapan akhir sebelum memulai perjalanan mereka di putaran final Piala Dunia 2026 pekan depan.

Belanda langsung mengambil inisiatif sejak peluit awal dibunyikan. Tim tuan rumah mencoba menekan melalui pergerakan Cody Gakpo dan debutan Crysencio Summerville di kedua sisi lapangan. Peluang emas pertama hadir pada menit kedelapan. Tijjani Reijnders melewati lawannya sebelum mengirim umpan matang kepada Donyell Malen yang berdiri bebas di kotak penalti. Malen memiliki cukup waktu untuk mengarahkan bola. Namun tembakannya hanya menghantam tiang kiri gawang Luca Zidane sehingga skor tetap imbang.

Kiper Aljazair tampil sangat solid sepanjang babak pertama. Luca Zidane beberapa kali menggagalkan peluang Gakpo, Reijnders, dan Malen untuk menjaga gawangnya tetap aman. Aljazair nyaris mencuri gol pada menit ke-27. Riyad Mahrez menahan bola dengan baik sebelum mengirimkan umpan kepada Mohamed Amoura, tetapi upaya sang penyerang masih terdefleksi dan melambung di atas mistar. Skor 0-0 bertahan hingga jeda.

Memasuki babak kedua, kedua pelatih melakukan banyak pergantian pemain saat jeda. Ronald Koeman dan Vladimir Petkovic memanfaatkan laga ini untuk memberi kesempatan kepada lebih banyak pemain menjelang Piala Dunia. Belanda tetap berusaha mencari gol pembuka. Donyell Malen kembali mendapatkan peluang pada menit ke-52, tetapi tembakannya dari sudut sempit masih melebar dari sasaran. Justin Kluivert yang masuk dari bangku cadangan hampir memecah kebuntuan pada menit ke-62. Ia melepaskan tembakan melengkung ke pojok atas gawang, namun Luca Zidane kembali menunjukkan refleks gemilang untuk menepis bola.

Aljazair akhirnya memecah kebuntuan pada menit ke-86. Nabil Bentaleb mengirim umpan panjang ke sisi kanan yang diterima Anis Hadj Moussa. Winger Feyenoord itu menggiring bola masuk ke kotak penalti tanpa mendapat tekanan berarti. Setelah melewati Jorrel Hato, Hadj Moussa melepaskan tembakan kaki kiri spektakuler yang meluncur ke pojok kiri atas gawang Robin Roefs untuk membawa Aljazair unggul 1-0. Belanda berusaha menekan pada sisa waktu pertandingan. Namun Aljazair mampu mempertahankan keunggulan hingga peluit panjang berbunyi dan memastikan kemenangan tipis di Rotterdam.

(Yp/timKB).

Sumber foto: google

Download aplikasi Kulit Bundar untuk membaca berita dan artikel lebih mudah di gadget anda

Katsuaki Aoyagi: Petarung Jepang Di ONE Championship

Jakarta – Di dunia MMA, ada petarung yang dibangun dari satu kekuatan utama, lalu ada pula yang tumbuh dari perpaduan banyak elemen sampai akhirnya membentuk gaya bertarung yang sulit ditebak. Katsuaki Aoyagi termasuk dalam kelompok kedua. Ia adalah petarung asal Jepang yang lahir pada 16 September 1997, dan dalam beberapa tahun terakhir mulai dikenal lewat kiprahnya di panggung ONE Championship, terutama di rangkaian ONE Friday Fights. Petarung berjuluk “Blast” ini, aktif di kelas featherweight, dengan tinggi sekitar 172–176 cm dan bobot tanding 145–146 lb.

Dari sisi teknik, profil Aoyagi sangat menarik untuk dibahas. Ia digambarkan sebagai petarung MMA dengan kemampuan striking dan submission, dan data publik mendukung hal itu. Sumber lain menampilkan distribusi kemenangannya sebagai 4 kemenangan KO/TKO, 1 submission, dan 1 keputusan. Artinya, wajah utamanya memang cukup jelas: ia adalah petarung yang nyaman bertarung di atas kaki dan punya kemampuan menyelesaikan laga secara eksplosif. Namun satu kemenangan submission dan beberapa kekalahan angka juga menunjukkan bahwa ia bukan petarung yang sepenuhnya satu dimensi. Ia mampu bertarung dalam berbagai bentuk tempo, meski daya tarik terbesarnya tetap berada pada striking yang agresif.

Julukannya, “Blast,” terasa sangat pas. Nama itu memberi kesan ledakan, kecepatan, dan bahaya yang datang tanpa banyak peringatan. Kalau melihat rekam jejak pertandingannya, julukan itu bukan sekadar hiasan. Sumber lain menegaskan bahwa dua pertiga dari kemenangan profesionalnya datang lewat KO/TKO. Itu berarti, ketika Aoyagi menemukan momen yang tepat, ia cukup berbahaya untuk menghentikan pertarungan tanpa perlu menunggu juri. Untuk petarung featherweight di ONE Friday Fights, kualitas seperti ini selalu memberi nilai jual tersendiri.

Perjalanan Aoyagi sebelum tampil di ONE juga memberi warna penting pada kisahnya. Sumber lain mencatat bahwa ia pernah bertarung di promotor WOTD / Enter The Dragon di Taiwan, termasuk kemenangan KO/TKO atas Sian Di Wong pada 14 November 2021 dan laga lain melawan Kyung Taek Hong. Jejak ini menunjukkan bahwa sebelum masuk ke orbit ONE, Aoyagi sudah lebih dulu membangun pengalaman di panggung regional Asia Timur. Jalur seperti ini penting, karena memperlihatkan bahwa ia datang ke ONE bukan sebagai petarung mentah, tetapi sebagai atlet yang memang sudah dipaksa belajar dari banyak lawan dan banyak suasana bertarung.

Salah satu bab penting dalam kisahnya di ONE datang pada ONE Friday Fights 69 tanggal 5 Juli 2024, ketika ia menghadapi Jun Hee Jung. Sebuah sumbermencatat hasil itu sebagai kemenangan untuk Aoyagi, dan sumber lain bahkan menampilkan highlight video resmi yang menyebut bahwa Aoyagi menang TKO pada 4:47 ronde pertama. Kemenangan seperti ini sangat penting, karena menjadi salah satu penegasan bahwa ia mampu membawa gaya eksplosifnya ke panggung ONE. Ia tidak sekadar bertahan di sana, tetapi benar-benar meninggalkan kesan.

Kemenangan atas Jun Hee Jung terasa seperti perkenalan yang ideal untuk petarung seperti Katsuaki Aoyagi. Ia tidak membutuhkan tiga ronde untuk membuat orang mengingat namanya. Ia hanya butuh satu ronde dan sedikit ruang untuk menunjukkan kenapa julukan “Blast” sangat cocok melekat padanya. Dalam konteks karier, kemenangan seperti ini biasanya sangat berharga, karena membangun kepercayaan diri sekaligus memberi bukti kepada promotor bahwa seorang petarung layak terus diberi panggung.

Momentum itu berlanjut pada ONE Friday Fights 83 tanggal 18 Oktober 2024, saat Aoyagi menghadapi Jun Hwan Lee. Beberapa sumber sama-sama mencatat bahwa Aoyagi menang dalam laga featherweight tersebut. Ini penting karena menunjukkan bahwa kemenangan atas Jun Hee Jung bukan sekadar satu malam bagus. Ia mampu menjaga momentumnya dan mencatat kemenangan lagi di panggung yang sama. Untuk petarung dengan rekor yang tidak terlalu mulus, dua kemenangan beruntun seperti ini sangat berarti. Mereka bisa mengubah persepsi dari sekadar petarung menarik menjadi petarung yang benar-benar mulai membangun tempat di roster.

Namun seperti banyak petarung lain, jalan Aoyagi tidak sepenuhnya menanjak. Pada ONE Friday Fights 100 tanggal 14 Maret 2025, sumber lain mencatat bahwa ia kalah dari Mohamad Sulaiman lewat KO (punch to the body) di ronde ketiga. Kekalahan seperti ini sangat berarti dalam membaca siapa Aoyagi sebenarnya. Ia tidak dibangun dari ilusi kesempurnaan. Ia adalah petarung yang benar-benar harus menanggung konsekuensi dari gaya bertarungnya sendiri. Ketika ia bertarung agresif dan terbuka, ia punya peluang besar untuk menang spektakuler, tetapi juga membuka ruang untuk dihukum dengan sangat keras. Aoyagi tampaknya hidup dalam risiko seperti itu.

Ujian berikutnya datang pada ONE Friday Fights 122 tanggal 29 Agustus 2025, ketika ia menghadapi petarung Mongolia Erdenebayar Tsolmon. Sebuah sumber mencatat bahwa Aoyagi kalah dalam duel featherweight itu. Kekalahan ini memperlihatkan bahwa fase naiknya di ONE tidak sepenuhnya stabil. Tetapi justru di situlah cerita Katsuaki Aoyagi terasa hidup. Ia bukan petarung yang bergerak lurus dari kemenangan ke kemenangan. Ia seperti petarung yang masih terus mencari bentuk terbaiknya di level internasional, sambil menghadapi lawan-lawan yang juga sedang lapar dan berkembang.

Kalau berbicara soal prestasi, mungkin Katsuaki Aoyagi belum punya gelar besar atau status bintang utama di ONE. Namun itu tidak berarti kariernya kecil. Ia telah membangun rekor profesional 6-5, mencatat kemenangan-kemenangan TKO yang penting, bertarung di berbagai panggung Asia, dan membuktikan bahwa ia cukup berbahaya untuk menciptakan ledakan di kelas featherweight. Untuk petarung yang masih terus mencari bentuknya, itu adalah fondasi yang cukup berarti.

Pada akhirnya, Katsuaki Aoyagi adalah kisah tentang petarung Jepang yang membangun namanya lewat keberanian untuk terus bertarung di wilayah berisiko. Ia lahir pada 16 September 1997, membawa julukan “Blast,” mengandalkan striking sebagai wajah utama, tetapi tetap punya kemampuan submission dan kontrol yang membuat permainannya tidak sepenuhnya satu arah. Ia belum menjadi nama terbesar di ONE Championship, tetapi justru karena itulah ceritanya menarik. Ia masih berada di fase ketika setiap pertarungan bisa menjadi titik balik baru. Dan bagi petarung seperti Katsuaki Aoyagi, itulah bagian paling menarik dari seluruh perjalanan.

(PR/timKB).

Sumber foto: onefc.com

Download aplikasi Kulit Bundar untuk membaca berita dan artikel lebih mudah di gadget anda

Skuad Kolombia Di Piala Dunia 2026

Jakarta – Timnas Kolombia resmi mengumumkan daftar 26 pemain yang akan tampil di Piala Dunia 2026. Los Cafeteros datang ke turnamen kali ini dengan ambisi besar untuk kembali melangkah jauh setelah sempat gagal lolos ke putaran final pada edisi 2022 di Qatar. Di bawah arahan pelatih Nestor Lorenzo, Kolombia menunjukkan perkembangan signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Setelah mencapai final Copa America 2024 dan finis di posisi ketiga kualifikasi Piala Dunia zona CONMEBOL, mereka kini siap menantang tim-tim terbaik dunia di Amerika Utara. Piala Dunia 2026 juga berpotensi menjadi panggung terakhir bagi sejumlah pemain senior yang telah menjadi tulang punggung tim selama lebih dari satu dekade.

Baca juga: Profil Timnas Kolombia Di Piala Dunia 2026

Nama paling menonjol dalam skuad Kolombia tentu saja James Rodriguez. Gelandang berusia 34 tahun itu kembali dipercaya meski perannya di level klub tidak lagi sebesar beberapa tahun lalu. Dengan koleksi 124 caps dan 31 gol untuk tim nasional, James tetap menjadi figur sentral di ruang ganti sekaligus sumber kreativitas di lini tengah. Pengalamannya di berbagai turnamen besar diharapkan mampu membantu para pemain muda menghadapi tekanan kompetisi sekelas Piala Dunia. Selain James, penjaga gawang veteran David Ospina juga menjadi salah satu sosok paling berpengalaman dalam skuad. Mantan kiper Arsenal tersebut telah mencatatkan 129 penampilan bersama Kolombia dan diprediksi masih menjadi pilihan utama di bawah mistar.

Meski James masih menjadi ikon tim, pusat perhatian di lini depan kini mengarah kepada Luis Diaz. Penyerang Bayern Munchen itu sedang berada dalam performa terbaiknya setelah menjalani musim produktif bersama klub raksasa Jerman tersebut. Kecepatan, kemampuan dribel, serta ketajamannya di depan gawang menjadikan Diaz sebagai ancaman terbesar bagi lawan-lawan Kolombia di Piala Dunia 2026. Diaz akan didukung sejumlah penyerang lain seperti Jhon Cordoba, Luis Suarez, Cucho Hernandez, dan Andres Gomez yang siap memberikan variasi serangan bagi skuad asuhan Lorenzo.

Meski membawa banyak pemain berpengalaman, Lorenzo juga membuat beberapa keputusan mengejutkan. Juan Cuadrado yang kini berusia 38 tahun tidak masuk dalam daftar akhir meskipun masih bermain di kompetisi Serie A musim lalu bersama Pisa. Selain Cuadrado, sejumlah nama yang juga gagal mendapatkan tempat adalah Jhon Durán, Wilmar Barrios, dan Yaser Asprilla. Keputusan tersebut menunjukkan bahwa Lorenzo lebih memilih keseimbangan tim dibanding hanya mengandalkan nama besar.

Skuad Kolombia untuk Piala Dunia 2026

Kiper:

David Ospina (Atlético Nacional), Camilo Vargas (Atlas). Alvaro Montero (Velez Sarsfield)

Bek:

Davinson Sanchez (Galatasaray), Santiago Arias (Independiente), Yerry Mina (Cagliari), Daniel Munoz (Crystal Palace), Johan Mojica (Mallorca), Jhon Lucumi (Bologna), Deiver Machado (Nantes), Willer Ditta (Cruz Azul)

Gelandang:

James Rodriguez (Minnesota United), Jefferson Lerma (Crystal Palace), Juan Fernando Quintero (River Plate), Jhon Arias (Palmeiras). Richard Rios (Benfica, Kevin Castano (River Plate), Jorge Carrascal (Flamengo), Jaminton Campaz (Rosario Central), Juan Portilla (Athletico Paranaense), Gustavo Puerta (Racing de Santander)

Penyerang:

Luis Díaz (Bayern Munchen), Jhon Cordoba (Krasnodar), Luis Suarez (Sporting CP), Cucho Hernandez (Real Betis), Andres Gomez (Vasco da Gama).

(Yp/timKB).

Sumber foto: google

Download aplikasi Kulit Bundar untuk membaca berita dan artikel lebih mudah di gadget anda

Skuad Paraguay Di Piala Dunia 2026

Jakarta – Timnas Paraguay merilis daftar resmi 26 pemain yang akan dibawa ke Piala Dunia 2026. Pengumuman tersebut sekaligus menandai kembalinya La Albirroja ke panggung sepak bola terbesar dunia setelah penantian panjang yang berlangsung lebih dari satu dekade. Pelatih Gustavo Alfaro mempercayakan kombinasi pemain berpengalaman dan talenta yang berkarier di luar negeri untuk menghadapi turnamen yang akan digelar di Amerika Utara. Dari 26 nama yang dipanggil, mayoritas bermain di kompetisi luar Paraguay, menunjukkan tingginya pengaruh pemain diaspora dalam skuad nasional saat ini.

Baca juga: Profil Timnas Paraguay Di Piala Dunia 2026

Pelatih yang kini berusia 63 tahun itu, hanya memasukkan tiga pemain dari kompetisi domestik Paraguay. Selebihnya merupakan pemain yang merumput di berbagai liga luar negeri, dengan Brasil dan Argentina menjadi dua negara penyumbang terbanyak. Sebanyak tujuh pemain berasal dari klub-klub Brasil, sementara enam pemain berkarier di Argentina. Salah satu nama yang mendapat sorotan adalah Matías Galarza yang tengah menyelesaikan proses kembalinya ke River Plate. Komposisi tersebut mencerminkan strategi Alfaro yang lebih mengandalkan pemain dengan pengalaman di kompetisi yang memiliki tingkat persaingan tinggi untuk menghadapi tantangan berat di putaran final Piala Dunia.

Alfaro, yang kini berusia 63 tahun, hanya memasukkan tiga pemain dari kompetisi domestik Paraguay. Selebihnya merupakan pemain yang merumput di berbagai liga luar negeri, dengan Brasil dan Argentina menjadi dua negara penyumbang terbanyak. Sebanyak tujuh pemain berasal dari klub-klub Brasil, sementara enam pemain berkarier di Argentina. Salah satu nama yang mendapat sorotan adalah Matías Galarza yang tengah menyelesaikan proses kembalinya ke River Plate. Komposisi tersebut mencerminkan strategi Alfaro yang lebih mengandalkan pemain dengan pengalaman di kompetisi yang memiliki tingkat persaingan tinggi untuk menghadapi tantangan berat di putaran final Piala Dunia.

Sebelum bertolak ke Amerika Utara, Paraguay akan menjalani laga perpisahan melawan Nikaragua pada Jumat mendatang di Stadion Defensores del Chaco. Pertandingan tersebut menjadi kesempatan terakhir bagi Alfaro untuk mematangkan strategi sekaligus melihat kesiapan tim menjelang turnamen resmi. Sehari setelah laga uji coba itu, rombongan Paraguay akan langsung terbang ke Amerika Utara untuk melanjutkan persiapan akhir. Paraguay tergabung di Grup D Piala Dunia 2026 bersama Amerika Serikat, Australia, dan Turki. Tantangan pertama mereka akan datang pada 12 Juni saat menghadapi tuan rumah Amerika Serikat dalam laga pembuka fase grup.

Daftar Lengkap Skuad Paraguay untuk Piala Dunia 2026

Kiper:

Orlando Hill (San Lorenzo), Gaston Oliveira (Olimpia), Roberto Fernandez (Cerro Porteno)

Bek:

Juan Caceres (Dynamo Moscow), Gustavo Velazquez (Cerro Porteno), Gustavo Gomez (Palmeiras), Junior Alonso (Atletico Mineiro), Jose Canale (Lanus), Omar Alderete (Sunderland), Alejandro Maidana (Talleres), Fabian Balbuena (Gremio)

Gelandang:

Diego Gomez (Brighton), Mauricio Magalhaes (Palmeiras), Damian Bobadilla (Sao Paulo), Braian Ojeda (Orlando), Andres Cubas (Vancouver), Matias Galarza (Atlanta), Kaku (Al Ain), Ramon Sosa (Palmeiras), Miguel Almiron (Atlanta)

Penyerang:

Gustavo Caballero (Portsmouth), Alex Arce (Independiente Rivadavia), Gabriel Avalos (Independiente), Isidro Pitta (Red Bull Bragantino), Julio Enciso (Strasbourg), Antonio Sanabria (Cremonese).

(Yp/timKB).

Sumber foto: google

Download aplikasi Kulit Bundar untuk membaca berita dan artikel lebih mudah di gadget anda

Maroko Gilas Madagaskar 4-0 Di Laga Uji Coba

Jakarta – Timnas Maroko tampil perkasa dengan menggilas Timnas Madagaskar 4-0 dalam laga uji coba internasional yang berlangsung di Stade Prince Moulay Abdallah, Rabu (3/6/2026) dini hari WIB. Pertandingan persahabatan ini menjadi bagian dari persiapan kedua tim sebelum putaran final Piala Dunia 2026 yang bergulir pekan depan.

Baca juga: Profil Timnas Maroko Di Piala Dunia 2026

Maroko langsung mengambil kendali permainan begitu peluit kick-off berbunyi. Pressing tinggi yang mereka terapkan membuat Madagaskar nyaris tak mampu keluar dari zona pertahanan sendiri. Gol pembuka tercipta hanya empat menit berselang. Berawal dari situasi sepak pojok, umpan silang Bilal El Khannouss disambut sundulan Saibari dari jarak ravat untuk membuka keunggulan 1-0. Madagaskar mencoba merapatkan barisan usai kebobolan, tetapi itu tak menghentikan arus serangan tuan rumah. Peluang demi peluang terus mengalir, termasuk tembakan Saibari pada menit keenam yang masih bisa ditepis kiper Geordan Dupire.

Maroko nyaris menggandakan keunggulan pada menit ke-20 saat Noussair Mazraoui melepaskan tembakan jarak jauh usai menerima umpan Abde Ezzalzouli. Namun bola hanya membentur mistar gawang. Keunggulan ganda akhirnya terwujud pada menit ke-25. Saibari kembali menjadi algojo dengan penyelesaian kaki kiri dari tengah kotak penalti yang menyempurnakan aksinya di babak pertama dan mengubah skor menjadi 2-0. Setelah unggul dua gol, Maroko tetap tampil dengan intensitas tinggi. Beberapa percobaan dari Saibari, El Khannouss, dan Ezzalzouli masih dapat dimentahkan Dupire maupun bek Madagaskar hingga turun minum.

Memasuki babak kedua, Ouahbi langsung melakukan enam pergantian sekaligus saat jeda. Masuknya Soufiane Rahimi, Ayoub El Kaabi, Azzedine Ounahi, Chadi Riad, Gessime Yassine, dan Samir El Mourabet tak menurunkan tempo permainan Maroko. Tekanan tuan rumah berlanjut tanpa mereda. Chadi Riad hampir menambah gol pada menit ke-56, namun sundulannya dari jarak dekat masih berhasil digagalkan Dupire.

Titik balik laga terjadi pada menit ke-76 ketika Thomas Fontaine menjatuhkan Ounahi di dalam kotak penalti. Wasit tanpa ragu menunjuk titik putih. Rahimi tampil tenang sebagai eksekutor pada menit ke-78 dengan menempatkan bola ke sudut bawah gawang. Maroko pun memperlebar keunggulan menjadi 3-0.

Madagaskar semakin tertekan setelah El Hadary Raheriniaina diusir keluar dengan kartu merah pada menit ke-79. Bermain dengan sepuluh orang, mereka tak lagi mampu membendung tekanan tuan rumah. Gol keempat lahir pada menit ke-87 melalui sontekan jarak dekat El Kaabi, memanfaatkan bola muntah usai tembakan Brahim Diaz berhasil ditepis Dupire. Maroko pun mengakhiri laga dengan kemenangan telak 4-0.

(Yp/timKB).

Sumber foto: google

Download aplikasi Kulit Bundar untuk membaca berita dan artikel lebih mudah di gadget anda

Wales Tahan Imbang Ghana Dalam Laga Persahabatan

Jakarta – Timnas Wales harus bekerja keras untuk menghindari kekalahan saat menjamu Timnas Ghana dalam laga uji coba internasional di Cardiff City Stadium, Rabu (3/6/2026) dini hari WIB. Pertandingan berakhir dengan skor 1-1. Laga ini menjadi bagian dari persiapan kedua tim menuju putaran final Piala Dunia 2026 yang akan dimulai pekan depan. Wales yang ditangani Craig Bellamy menghadapi Ghana asuhan Carlos Queiroz dalam duel yang berlangsung cukup seimbang. Hasil imbang ini menjadi bahan evaluasi penting sebelum tampil di Piala Dunia 2026.

Baca juga: Profil Timnas Ghana Di Piala Dunia 2026

Wales langsung tampil agresif sejak awal pertandingan. Daniel James menjadi ancaman utama lewat kecepatannya di sisi sayap. Peluang pertama tuan rumah hadir pada menit ke-12. Sundulan Daniel James dari jarak dekat menyambut umpan David Brooks masih bisa diamankan kiper Ghana, Lawrence Ati Zigi. Dua menit berselang, James kembali mengancam. Tembakannya sempat diblok pemain bertahan Ghana sebelum percobaan berikutnya menghantam mistar gawang.

Ghana tidak tinggal diam. Jordan Ayew beberapa kali mencoba menguji pertahanan Wales, termasuk melalui sepakan dari luar kotak penalti pada menit ke-19 yang masih melambung. Pada menit ke-24, Wales kembali mendapatkan peluang. Tembakan jarak jauh David Brooks mengarah ke gawang, tetapi Ati Zigi tampil sigap untuk melakukan penyelamatan. Menjelang turun minum, kedua tim saling bertukar serangan tetapi gagal menemukan gol pembuka. Skor 0-0 bertahan hingga jeda.

Memasuki babak kedua, Gol yang ditunggu akhirnya lahir pada menit ke-66. Serangan balik cepat Ghana diawali tembakan Ernest Nuamah yang masih bisa ditepis Karl Darlow. Bola muntah kemudian disambar Caleb Yirenkyi menjadi gol dan membawa Ghana unggul 1-0. Keunggulan itu hampir bertambah dua menit kemudian. Jerome Opoku menyundul bola hasil situasi bola mati, tetapi Darlow kembali melakukan penyelamatan penting.

Tekanan Wales semakin meningkat menjelang akhir pertandingan. Nathan Broadhead, Ethan Ampadu, dan Isaak Davies bergantian memperoleh peluang, tetapi penyelesaian akhir masih belum maksimal. Saat kemenangan Ghana sudah di depan mata, Wales akhirnya menyamakan skor pada menit ke-90+4. Umpan silang Neco Williams disambut sundulan Lewis Koumas yang mengarah ke pojok bawah gawang dan membuat skor berubah menjadi 1-1. Tidak ada gol tambahan hingga peluit panjang dibunyikan. Kedua tim harus puas menutup laga pemanasan terakhir mereka sebelum Piala Dunia dengan hasil imbang.

(Yp/timKB).

Sumber foto: google

Download aplikasi Kulit Bundar untuk membaca berita dan artikel lebih mudah di gadget anda

Belgia Kalahkan Kroasia Di Laga Pemanasan Jelang Piala Dunia

Jakarta – Timnas Belgia menundukkan Timnas Kroasia dengan skor 2-0 dalam laga uji coba internasional yang digelar di Stadion Rijeka, Selasa (2/6/2026) malam WIB. Dua gol Setan Merah dicetak oleh Youri Tielemans pada menit ke-38 dan Romelu Lukaku pada masa injury time babak kedua. Pertandingan ini menjadi bagian dari persiapan kedua tim menjelang putaran final Piala Dunia 2026 yang akan dimulai pekan depan. Meski tidak memengaruhi klasemen maupun perebutan gelar apa pun, laga ini memberi gambaran kondisi skuad masing-masing tim.

Baca juga: Profil Timnas Belgia Di Piala Dunia 2026

Kroasia sempat tampil cukup menjanjikan, terutama pada awal babak kedua saat mendominasi penguasaan bola. Namun, sejumlah peluang emas gagal dikonversi menjadi gol, termasuk dua tembakan yang membentur mistar gawang. Sebaliknya, Belgia tampil lebih efektif. Tim asuhan Rudi Garcia memanfaatkan peluang yang mereka miliki untuk mengamankan kemenangan dan menutup laga dengan skor meyakinkan.

Peluang pertama pertandingan hadir pada menit ketujuh. Jeremy Doku mendapatkan ruang tembak di depan kotak penalti, tetapi sepakannya masih tepat mengarah ke pelukan Dominik Livakovic. Kroasia merespons pada menit ke-11. Luka Modric mengalirkan bola kepada Musa di sisi kanan, namun penyelesaian sang striker dari sudut sempit melambung di atas mistar.

Belgia akhirnya memecah kebuntuan pada menit ke-38. Aksi Doku di sisi kiri menghasilkan umpan yang sempat berubah arah sebelum jatuh ke kaki Youri Tielemans. Tielemans tidak menyia-nyiakan kesempatan tersebut. Gelandang Belgia itu melepaskan tembakan kaki kiri terukur yang bersarang di sudut gawang Kroasia dan mengubah skor menjadi 1-0 yang bertahan hingga jeda.

Memasuki babak kedua, pelatih Zlatko Dalic kemudian melakukan banyak pergantian pemain. Luka Modric, Mateo Kovacic, Josko Gvardiol, dan Dominik Livakovic termasuk pemain yang ditarik keluar untuk memberi kesempatan kepada pemain lain menjelang Piala Dunia. Belgia juga merotasi skuadnya. Romelu Lukaku masuk menggantikan Charles De Ketelaere, sementara Matias Fernandez-Pardo menjalani debut internasional saat menggantikan Doku. Tim tamu hampir menggandakan keunggulan pada menit ke-75. Tendangan bebas Tielemans disambut sundulan Hans Vanaken, tetapi bola membentur mistar gawang.

Kroasia kembali mengancam pada menit ke-87. Mario Pasalic melepaskan tembakan keras dari luar kotak penalti yang hanya melenceng tipis dari sasaran. Saat Kroasia terus mencari gol penyeimbang, Belgia justru memastikan kemenangan pada menit ke-90+6. Axel Witsel merebut bola di lini tengah sebelum Hans Vanaken mengirim umpan kepada Romelu Lukaku. Lukaku kemudian menunjukkan kualitasnya dengan penyelesaian klinis yang menaklukkan Dominik Kotarski. Gol tersebut menjadi gol internasional ke-90 sang striker dan menutup pertandingan dengan kemenangan 2-0 untuk Belgia.

(Yp/timKB).

Sumber foto: facebook

Download aplikasi Kulit Bundar untuk membaca berita dan artikel lebih mudah di gadget anda

Skuad Australia Di Piala Dunia 2026

Jakarta – Tim Nasional Australia telah resmi mengumumkan skuad final berisi 26 pemain yang akan berlaga di Piala Dunia 2026. Pengumuman penting ini disampaikan langsung oleh pelatih kepala Socceroos, Tony Popovic, pada akhir Mei hingga awal Juni 2026, menandai perpaduan strategis antara pemain berpengalaman dan talenta-talenta baru yang siap menjalani debut di panggung dunia. Keputusan ini diambil menjelang batas waktu yang ditetapkan oleh FIFA, yaitu Senin, 1 Juni 2026, bagi seluruh negara peserta untuk menyerahkan daftar skuad final mereka. FIFA sendiri dijadwalkan akan mempublikasikan daftar skuad yang telah dikonfirmasi dari 48 negara peserta pada Selasa, 2 Juni 2026, memberikan gambaran lengkap mengenai kekuatan masing-masing tim.

Baca juga: Profil Timnas Australia Di Piala Dunia 2026

Di bawah kepemimpinan Tony Popovic, yang mengambil alih posisi pelatih dari Graham Arnold pada tahun 2024, Australia Umumkan Skuad Piala Dunia 2026 ini diharapkan mampu memberikan kejutan. Sebanyak 17 pemain dalam skuad ini akan merasakan atmosfer Piala Dunia untuk pertama kalinya, menunjukkan fokus pada regenerasi dan pengembangan pemain muda. Salah satu nama paling mencuri perhatian dalam daftar skuad adalah Nestory Irankunda, winger berusia 20 tahun yang kini bermain untuk Watford di EFL Championship. Kelahiran pengungsi Burundi di Tanzania, Irankunda menunjukkan perjalanan inspiratif sejak keluarganya pindah ke Australia dan menetap di Adelaide pada tahun 2013, memulai karier sepak bolanya di sana.

Perjalanan karier Irankunda terbilang pesat; ia bergabung dengan Adelaide United pada 2021 dan membuat debut liga pada Januari 2022, menjadi pencetak gol termuda kedua dalam kompetisi tersebut. Puncak awal kariernya adalah kepindahannya ke Bayern Munich pada 2024 dengan memecahkan rekor transfer A-League, sebelum akhirnya menandatangani kontrak lima tahun dengan Watford pada Juni 2025 setelah masa pinjaman di Grasshopper.

Di sisi lain, pengalaman dan kepemimpinan akan datang dari Mathew Ryan, penjaga gawang berusia 34 tahun yang saat ini membela Levante di La Liga. Ryan bukan hanya kiper utama, tetapi juga kapten tim nasional Australia, sebuah peran yang telah ia emban dengan baik, termasuk saat memimpin tim di Piala Dunia Qatar 2022. Piala Dunia 2026 akan menjadi partisipasi keempat bagi Ryan, sebuah pencapaian luar biasa yang menyamai rekor nasional yang sebelumnya dipegang oleh legenda Tim Cahill dan Mark Milligan. Ia sebelumnya telah bermain di edisi 2014, 2018, dan 2022, membuktikan konsistensi dan dedikasinya di level tertinggi sepak bola internasional.

Secara keseluruhan, skuad ini mencerminkan strategi yang diperhitungkan untuk memadukan pengalaman turnamen yang tak ternilai dengan talenta muda yang sedang berkembang. Kombinasi ini diharapkan dapat menciptakan dinamika tim yang kuat dan kompetitif di setiap pertandingan yang akan mereka jalani. Australia tergabung di Grup D bersama Amerika Serikat, Turki, dan Paraguay. Socceroos akan memulai perjalanan mereka di fase grup dengan menghadapi Turki pada 13 Juni di Vancouver, dilanjutkan dengan pertandingan melawan tuan rumah Amerika Serikat pada 19 Juni di Seattle, dan menutup fase grup melawan Paraguay pada 25 Juni di San Francisco. Dengan skuad yang telah diumumkan, Australia siap memberikan perlawanan sengit.

Daftar Skuad Australia untuk Piala Dunia 2026

Kiper:

Mathew Ryan (Levante), Paul Izzo (Randers), Patrick Beach (Melbourne City).

Bek:

Harry Souttar (Leicester City), Lucas Herrington (Colorado Rapids), Jacob Italiano (Grazer AK), Alessandro Circati (Parma), Cameron Burgess (Swansea City), Aziz Behich (Melbourne City), Jordan Bos (Feyenoord), Jason Geria (Albirex Niigata), Miloš Degenek (APOEL), Kai Trewin (New York City FC).

Gelandang:

Jackson Irvine (FC St. Pauli), Aiden O’Neill (New York City FC), Connor Metcalfe (FC St. Pauli), Ajdin Hrustić (Heracles Almelo), Cameron Devlin (Hearts), Paul Okon-Engstler (Sydney FC).

Penyerang:

Nestory Irankunda (Watford), Mathew Leckie (Melbourne City), Nishan Velupillay (Melbourne Victory), Tete Yengi (Machida Zelvia), Awer Mabil (Castellón), Cristian Volpato (Sassuolo), Mohamed Touré (Norwich City).

(Yp/timKB).

Sumber foto: google

Download aplikasi Kulit Bundar untuk membaca berita dan artikel lebih mudah di gadget anda

Skuad Uruguay Di Piala Dunia 2026

Jakarta – Timnas Uruguay resmi mengumumkan daftar 26 pemain yang akan tampil di Piala Dunia 2026. Skuad pilihan Marcelo Bielsa menghadirkan perpaduan pemain berpengalaman dan generasi baru yang siap membawa La Celeste bersaing di panggung tertinggi sepak bola dunia. Pengumuman skuad Uruguay kali ini langsung menarik perhatian publik. Absennya Luis Suarez menjadi keputusan terbesar yang menandai perubahan generasi dalam tubuh tim nasional.

Baca juga: Uruguay Raih Tiket Ke Piala Dunia 2026

Meski sempat membuka peluang untuk kembali memperkuat negaranya, Suarez tidak masuk dalam daftar pemain yang dibawa ke Amerika Utara. Bielsa tampaknya memilih fokus pada pemain yang diproyeksikan menjadi fondasi Uruguay saat ini dan masa depan. Uruguay sendiri datang ke Piala Dunia 2026 dengan ambisi besar. Kehadiran sejumlah pemain yang tampil di level tertinggi Eropa membuat La Celeste tetap layak diperhitungkan sebagai salah satu kekuatan utama dari Amerika Selatan.

Salah satu nama yang mendapat sorotan dalam skuad Uruguay adalah Manuel Ugarte. Gelandang Manchester United tersebut dipercaya menjadi bagian penting dari sektor tengah yang selama ini menjadi kekuatan utama tim asuhan Bielsa. Ugarte akan bekerja sama dengan Federico Valverde dan Rodrigo Bentancur dalam mengontrol permainan. Kombinasi tiga gelandang ini menawarkan keseimbangan antara energi, agresivitas, dan kualitas distribusi bola.

Selain itu, Uruguay juga memiliki sejumlah opsi tambahan yang mampu memberikan variasi permainan. Giorgian de Arrascaeta, Nicolas de la Cruz, hingga Facundo Pellistri siap memberikan kontribusi sesuai kebutuhan pertandingan. Kedalaman lini tengah menjadi salah satu alasan mengapa Uruguay tetap dipandang sebagai tim berbahaya. Bielsa memiliki banyak pilihan pemain yang terbiasa tampil dalam pertandingan berintensitas tinggi di level klub maupun internasional.

Keputusan menarik lainnya adalah tetap dipanggilnya Darwin Nunez ke skuad utama. Penyerang berusia 26 tahun tersebut mengalami periode yang tidak mudah setelah minim mendapatkan kesempatan bermain bersama Al-Hilal. Nunez bahkan belum tampil di Liga Pro Arab Saudi sejak Februari setelah klub melakukan penyesuaian kuota pemain asing. Situasi tersebut sempat memunculkan pertanyaan mengenai peluangnya tampil di Piala Dunia 2026.

Meski demikian, Bielsa tetap memberikan kepercayaan penuh kepada mantan striker Liverpool itu. Kecepatan, kekuatan fisik, dan kemampuannya menyerang ruang masih dianggap sebagai aset penting bagi Uruguay. Dengan absennya Luis Suarez, tanggung jawab besar kini berada di pundak Nunez dan para penyerang lain seperti Rodrigo Aguirre serta Federico Vinas. Ketiganya diharapkan mampu menjadi sumber gol yang membawa Uruguay melangkah jauh di turnamen ini.

Skuad Uruguay di Piala Dunia 2026.

Kiper:

Sergio Rochet (Internacional), Fernando Muslera (Galatasaray), Santiago Mele (Junior FC)

Bek:

Guillermo Varela (Flamengo), Ronald Araujo (Barcelona), Jose Maria Gimenez (Atletico Madrid), Santiago Bueno (Wolves), Sebastian Caceres (Club América), Mathias Olivera (Napoli), Joaquin Piquerez (Palmeiras), Matias Vina (Flamengo)

Gelandang:

Manuel Ugarte (Manchester United), Emiliano Martínez (Palmeiras), Rodrigo Bentancur (Tottenham), Federico Valverde (Real Madrid), Agustin Canobbio (Fluminense), Juan Manuel Sanabria (Atletico San Luis), Giorgian de Arrascaeta (Flamengo), Nicolas de la Cruz (Flamengo), Rodrigo Zalazar (SC Braga), Facundo Pellistri (Panathinaikos), Maximiliano Araujo (Sporting CP), Brian Rodriguez (Club America)

Penyerang:

Rodrigo Aguirre (Club America), Federico Vinas (Real Oviedo), Darwin Nunez (Al Hilal).

(Yp/timKB).

Sumber foto: google

Download aplikasi Kulit Bundar untuk membaca berita dan artikel lebih mudah di gadget anda

Norwegia Gulung Swedia Di Laga Pemanasan Jelang Piala Dunia

Jakarta – Timnas Norwegia meraih kemenangan meyakinkan 3-1 atas Timnas Swedia dalam laga uji coba internasional di Ullevaal Stadion, Selasa (2/6/2026) dini hari WIB. Duel ini menjadi bagian dari persiapan kedua tim menjelang Piala Dunia 2026. Pasukan Stale Solbakken tampil agresif sejak menit awal dan langsung mengambil kendali permainan. Jorgen Strand Larsen menjadi bintang kemenangan lewat dua gol yang dicetak pada menit ke-9 dan menit ke-37.

Baca juga: Skuad Norwegia Di Piala Dunia 2026

Satu gol Norwegia lainnya lahir melalui aksi Antonio Nusa pada menit ke-18. Sementara itu, Swedia asuhan Graham Potter hanya mampu memperkecil ketertinggalan lewat Alexander Isak pada menit ke-76. Hasil ini memberi modal positif bagi Norwegia menjelang turnamen besar yang akan segera dimulai. Di sisi lain, Swedia mendapat sejumlah catatan evaluasi setelah kesulitan mengimbangi intensitas permainan tuan rumah sepanjang pertandingan.

Norwegia langsung menekan sejak peluit awal dibunyikan. Antonio Nusa menjadi ancaman utama di sisi kiri dan beberapa kali memaksa pertahanan Swedia bekerja keras. Gol pembuka hadir pada menit kesembilan. Julian Ryerson mengirim umpan akurat ke kotak penalti dan disambut sundulan Jorgen Strand Larsen yang mengarah ke sudut bawah gawang untuk membawa Norwegia unggul 1-0. Swedia mencoba merespons melalui Anthony Elanga dan Gustaf Nilsson. Namun upaya mereka masih belum cukup untuk menembus pertahanan rapat yang dikawal Torbjorn Heggem dan Kristoffer Ajer.

Baca juga: Profil Timnas Swedia Di Piala Dunia 2026

Norwegia justru menggandakan keunggulan pada menit ke-18. Sander Berge mengirim bola matang kepada Antonio Nusa yang kemudian melepaskan tembakan kaki kanan ke pojok bawah gawang tanpa mampu dihentikan Jacob Widell Zetterstrom. Setelah tertinggal dua gol, Swedia sempat memperoleh peluang terbaiknya pada menit ke-27. Gustaf Nilsson mendapatkan dua kesempatan beruntun, tetapi satu tembakannya diblok dan percobaan berikutnya digagalkan kiper Orjan Nyland.

Norwegia terus menciptakan tekanan melalui kombinasi Strand Larsen, Alexander Sorloth, dan Oscar Bobb. Zetterstrom beberapa kali dipaksa melakukan penyelamatan penting untuk menjaga peluang tim tamu. Keunggulan tuan rumah bertambah pada menit ke-37. Berawal dari situasi sepak pojok, Ryerson kembali menjadi kreator lewat umpan silang yang disundul Strand Larsen dari jarak dekat untuk mengubah skor menjadi 3-0. Keunggulan tersebut bertahan hingga jeda.

Memasuki babak kedua, Stale Solbakken  melakukan rotasi besar-besaran. Hampir seluruh lini mendapat pergantian pemain untuk menjaga kebugaran skuad menjelang agenda penting berikutnya. Swedia akhirnya memperkecil kedudukan pada menit ke-76. Serangan balik cepat yang dibangun Mattias Svanberg diselesaikan dengan baik oleh Alexander Isak melalui tembakan kaki kanan ke sudut bawah gawang, membuat skor berubah menjadi 3-1.

Tim tamu sempat kembali mencetak gol empat menit kemudian. Sebastian Nanasi menjebol gawang Norwegia, tetapi VAR kembali turun tangan dan menganulir gol tersebut karena offside. Menjelang akhir pertandingan, kedua tim masih saling menyerang. Alexander Bernhardsson memaksa Nyland melakukan penyelamatan penting pada menit ke-83, sementara Andreas Schjelderup sempat mengancam gawang Swedia. Namun tidak ada gol tambahan hingga wasit meniup peluit panjang dan Norwegia menutup laga dengan kemenangan 3-1.

(Yp/timKB).

Sumber foto: facebook

Download aplikasi Kulit Bundar untuk membaca berita dan artikel lebih mudah di gadget anda

Indonesia Tundukkan Myanmar Tiga Gol Tanpa Balas

Jakarta – Laga matchday pertama Grup A Piala AFF U19 2026 antara Indonesia vs Myanmar yang berlangsung di Stadion Utama Sumatra Utara, Medan berakhir untuk kemenangan Garuda Muda dengan skor 3-0. Gol kemenangan Timnas Indonesia U19 dilesakkan oleh Arkhan Kaka pada babak pertama, kemudian disusul brace Dimas Adi pada babak kedua. Sementara itu hasil pertandingan Grup A lainnya antara Vietnam U19 vs Timor Leste U19 juga berakhir 3-0, untuk Golden Star Warriors.

Baca juga: Daftar Pemain Timnas Indonesia Untuk Piala AFF U-19 2026

Pasukan Nova Arianto memulai laga dengan permainan agresif. Peluang awal Garuda Muda terjadi pada menit ke-2. Sepakan Reno Salampessy yang menyambar bola liar usai kemelut di depan gawang masih melebar dari target. Indonesia menduetkan Reno dengan Arkhan Kaka di lini depan. Mereka tampil apik dan berhasil merepotkan pertahanan Myanmar. Tim tamu baru mampu menemukan ritme bermainnya setelah menit ke-30.

Indonesia membuka keran gol pada menit 39. Berawal dari sebuah umpan jauh, Arkhan Kaka melakukan gerakan cerdik untuk mengelabuhi Thet Paing Soe. Dia kemudian memenangkan bola dan melepas sepakan yang masuk ke gawang. Skor 1-0. Indonesia punya beberapa peluang lain pada babak pertama. Masuknya Muhammad Isfandyar pada menit ke-33 memberi dampak besar bagi cara menyerang Indonesia. Tdak ada gol lain yang tercipta skor 1-0 bertahan hingga jeda.

Memasuki babak kedua, Myanmar bermain lebih terbuka pada babak kedua. Pasukan pelatih Ryuji Sueoka itu lebih berani memainkan bola. Hanya saja, lini depan mereka tidak cukup tajam dalam memanfaatkan peluang yang didapat. Di kubu Indonesia, sejumlah pergantian pemain yang dilakukan berjalan bagus. Amar Brkic dan Dimas Adi yang dipercaya untuk mengisi lini depan memberi dampak yang cukup signifikan.

Dimas Adi mencetak gol kedua Indonesia pada menit ke-78. Gol ini berawal dari kesalahan umpan Thet Paing Soe pada kiper Sai Khant Min Nyo. Dimas Adi memblok bola dan menyambarnya untuk diarahkan ke gawang. Dimas Adi melengkapi performa apiknya lewat gol kedua pada menit ke-87. Gol ini sekaligus meruntuhkan mental pemain Myanmar. Sebab, setelah gol, praktis kubu Myanmar kehilangan asa untuk bisa mendapat poin. Indonesia menang 3-0.

(Yp/timKB).

Sumber foto: facebook

Download aplikasi Kulit Bundar untuk membaca berita dan artikel lebih mudah di gadget anda