JAkarta – Dalam dua dekade terakhir tim Gajah Perang Thailand begitu mendominasi persepakbolaan di kawasan Asia Tenggara. Hal ini dibuktikan dengan seringnya mereka menjuarai turnamen yang diadakan di kawasan ini seperti ajang AFF dan SEA Games, dimana dominasi mereka tidak terbantahkan. Hingga saat ini Thailand masih tercatat sebagai negara yang paling banyak menjuarai Piala AFF dan merebut medali emas SEA Games.
Namun dalam beberapa tahun belakangan dominasi Thailand mulai terusik oleh munculnya kekuatan baru di kawasan yaitu Vietnam. Perlahan namun pasti Vietnam mulai mengimbangi dominasi Thailand dengan membangun tim yang solid sejak level usia dini. Bahkan Vietnam menjadi satu satunya tim dari kawasan ASEAN yang berhasil masuk babak final kualifikasi Piala Dunia 2022. Perlahanpun dominasi Thailand mulai memudar.

Di lga terakhir di kawasan, hasil buruk kembali diraih tim Gajah Perang itu. Malaysia secara heroik mampu permalukan Thailand lewat adu penalti dalam laga uji coba FIFA Matchday. Laga uji coba FIFA Matchday yang dimanfaatkan Thailand untuk gelar Kings Cup 2022 ini berlangsung di 700th Anniversary Stadium, Chiang Mai, Thailand pada Kamis (22/9/2022).
Sempat bermain imbang 1-1 di waktu normal, Malaysia mampu singkirkan Thailand pada babak semifinal Kings Cup 2022 usai menang adu penalti 5-3. Malaysia berhak melaju ke final Kings Cup 2022 untuk bertemu Tajikistan. Hasil ini kembali menunjukkan bahwa tidak hanya Vietnam, namun tim lain dari kawasan ASEAN sudah berhasil menandingi Thailand di berbagai ajang yang digelar.
Namun pihak Thailand memberikan alasan lain tentang muilai memudarnya dominasi mereka di kawasan ini. Thailand mengatakan bahwa mereka kini tidak lagi fokus di kawasan Asia Tenggara dan mulai mengalihkan level mereka ke kawasan yang lebih tinggi di Asia. Mereka berdalih bahwa sepakbola Thailand sudah mentok dan tidak akan berkembang bila terus fokus di Asia Tenggara, dimana mereka hampir tidak menemui lawan yang seimbang.
(Yp/timKB)
Sumber foto: okezone.com