Jakarta – Bersama Italia, Spanyol merupakan negara yang paling produktif mengorbitkan pembalap motor bertalenta. Hal ini bukan kebetulan, dan tak hanya karena pemegang hak komersial MotoGP, Dorna Sports, berasal dari Negeri Matador. Dengan hengkangnya Suzuki dari MotoGP, maka ajang balap motor terakbar di dunia ini akan diikuti oleh 11 tim dan 22 pembalap pada musim 2023. Sebanyak tujuh negara menurunkan wakil, dan jumlah pembalap Spanyol mendominasi.
Seperti halnya sepak bola dan tenis, balap motor Spanyol memang memiliki program junior yang sangat mumpuni. Pencarian bakat sudah dilakukan sejak usia anak-anak lewat ajang minibike, dan setiap jenjang kejuaraan nasional juga diurus secara profesional dan menjanjikan. Salah satu faktor yang membuat Spanyol dan juga Italia terus menghadirkan banyak pembalap cepat adalah fakta mereka menggelar kejuaraan junior dengan spek motor yang mirip dengan motor di kelas Moto3 Grand Prix, yakni JuniorGP dan CIV Moto3.

Alhasil, bakat mereka segera terlihat, dan tim-tim Grand Prix lebih mudah memilih dan menggaet pembalap untuk diletakkan dalam naungan mereka. Yang lebih menakjubkan lagi, jika dibandingkan Italia yang sudah berkuasa sejak era 1950-an, Spanyol justru tergolong ‘baru’ dalam menjalankan program junior yang jitu. Angel Nieto memang jadi pahlawan Spanyol dengan meraih 13 gelar dunia pada era 1970-an. Namun, kegilaan balap motor di negara tersebut lebih membludak usai Alex Criville menjuarai GP500 1999. Sejak itu, talenta-talenta Spanyol memenuhi paddock Grand Prix dan bahkan rajin merebut gelar dunia.
Contohnya saja, dari 22 pembalap MotoGP 2023, 13 di antaranya pernah mengecap gelar dunia dan 7 dari mereka berkebangsaan Spanyol. Tak hanya itu, 2 di antaranya merupakan juara dunia MotoGP, yakni Marc Marquez dan Joan Mir. Fakta menarik lainnya, dari 22 pembalap yang turun lintasan pada 2023 nanti, 10 di antaranya merupakan pembalap Spanyol. Jumlah itu tentu hampir separuh dari grid yang tersedia! Italia sendiri ‘hanya’ menurunkan enam pembalap.
Dorna, meski merupakan perusahaan asal Spanyol, ternyata cukup gusar melihat fakta ini dan begitu gencar melakukan berbagai upaya agar bisa memberi jalan kepada rider non-Spanyol dan non-Italia. Pasalnya, Dorna ingin MotoGP menjadi ajang olahraga yang lebih global seperti Formula 1.
(bP/timKB)
Sumber foto: gridoto.com