Jakarta – Karier seorang pemain sepakbola pastinya akan diwarnai dengan pasang surut yang akan selalu terjadi dimanapun mereka bermain. Seperti yang terjadi pada pemain belakang Manchester United Aaron Wan-Bissaka. Seperti pemain lainnya, kariernya mengalami naik dan turun bahkan bagaikan roller coaster setiap terjadi penggantian pelatih di Old Trafford. Di musim lalu kariernya diramalkan bakal tamat karena permainannya tidak sesuai dengan pola yang diterapkan Erik Ten Hag.
Pemain yang menempati posisi bek kanan ini memulai musim lalu sebagai pilihan kedua bagi Diogo Dalot di bawah asuhan Erik ten Hag. Ia baru mendapatkan kesempatan tampil saat menghadapi Liverpool pada 22 Agustus lalu, sebelum kemudian mengalami cedera punggung. Setelah pulih pada akhir Oktober, kombinasi antara tidak dimainkan dan menghadapi tantangan mental kemudian menjadikan Wan-Bissaka sanggup memainkan peran kunci pada paruh kedua musim setelah merebut kembali tempatnya dari Dalot. Wan-Bissaka mengakui bahwa ia mendapat manfaat dari bimbingan Ten Hag.
Di bursa transfer pemain musim panas ini, namanya tidak masuk dalam daftar pemain yang akan dijual Ten Hag. Ini berarti dirinya masuk dalam rencana sang pelatih asal Belanda itu di musim ini. Dengan demikian Bissaka tinggal memanfaatkan momen ini untuk bersaing sehat dengan rekannya di posisi bek kanan itu.
Wan-Bissaka telah terbiasa beradaptasi dengan beberapa pelatih yang datang dan pergi di MU. Mulai dari Mourinho, Solksjaer hingga Erik Ten Hag. Bisaka didatangkan dari Crystal Palace pada Juni 2019, mengatakan tur pramusim ke Australia, Singapura, dan Tiongkok pada musim panas itu merupakan indikasi pertama dari perbedaan antara kedua klub. Namun dirinya mau belajar dan mampu beradaptasi dengan pelatih bahkan bersaing sehat dengan sesama rekan satu timnya.
(Yp/timKB).
Sumber foto: detik.com