Gaslighting: Memahami Perdayaan Mental Dan Bagaimana Cara Mengenalinya

Eva Amelia 15/11/2023 4 min read
Gaslighting: Memahami Perdayaan Mental Dan Bagaimana Cara Mengenalinya

Salah satu taktik manipulasi yang semakin mendapatkan perhatian dalam konteks hubungan interpersonal adalah “gaslighting”. Istilah ini mungkin terdengar asing bagi beberapa orang, tetapi bagi mereka yang pernah menjadi korban dari taktik manipulasi ini, kata tersebut membawa arti yang mendalam dan memilukan. Mari kita telusuri lebih lanjut apa itu gaslighting, bagaimana cara mengenalinya, dan apa yang harus dilakukan jika Anda merasa sedang mengalaminya.

Pengertian Perilaku Gaslighting

Gaslighting adalah taktik manipulasi psikologis dimana seseorang mencoba untuk membuat korban meragukan realitas, memori, atau persepsi mereka sendiri. Tujuannya adalah untuk mengendalikan, menundukkan, atau memperoleh keuntungan dari korban. Istilah ini berasal dari drama tahun 1938 berjudul “Gas Light” dan film adaptasinya, dimana seorang suami berusaha meyakinkan istrinya bahwa dia sedang menjadi gila dengan memanipulasi elemen-elemen kecil di lingkungannya.

Tipe Gaslighting

Gaslighting dapat terjadi di semua jenis hubungan, mulai dari lingkungan kerja hingga hubungan antar pasangan.

Gaslighting sebagai Jenis Pelecehan dalam Hubungan

Gaslighting sering kali merupakan proses bertahap yang digunakan para pelaku kekerasan untuk menghancurkan kepercayaan pasangannya terhadap diri mereka sendiri seiring berjalannya waktu, sehingga membuat mereka lebih rentan untuk dimanipulasi dan tetap berada dalam hubungan yang penuh kekerasan, berdasarkan studi kasus.

Gaslighting Rasial

Gaslighting rasial adalah bentuk manipulasi yang bertujuan untuk meremehkan atau meminimalkan pengalaman seseorang dengan rasisme, jelas Shabazz. “Gaslighting rasial dapat berkisar dari mikroagresi terselubung yang tidak kentara hingga ekspresi yang lebih terang-terangan dalam meminimalkan pengalaman rasisme terhadap kelompok minoritas melalui serangan agresif terhadap karakter, kredibilitas, dan kapasitas intelektual mereka.”

Gaslighting Medis

Gaslighting medis adalah ketika penyedia medis menyalahkan gejala pasien pada faktor psikologis atau menyangkal atau mengabaikan penyakit atau gejala pasien sama sekali, sebagaimana dijelaskan dalam artikel yang diterbitkan pada tahun 2022 di BMJ.

Gaslighting Politik

Gaslighting politik adalah bentuk ketidakjujuran yang mengalihkan perhatian atau membingungkan opini publik tentang suatu isu politik, menurut peneliti komunikasi politik.

Tanda Perilaku Gaslighting

• Perasaan Anda diminimalkan. Meminimalkan perasaan seseorang memperkuat keraguan diri dan rasa tidak aman pada orang yang terkena gaslit. Ini juga membantu orang yang melakukan gaslighting untuk mengendalikan orang lain.

• Sering meragukan perasaan Anda. Ini mungkin terlihat seperti seseorang yang sering bertanya pada diri sendiri apakah Anda bereaksi berlebihan atau terlalu sensitif. Meragukan diri sendiri (atau perasaan atau kenyataan Anda) adalah ciri utama dari gaslighting.

• Anda mendapati diri Anda mempertanyakan nilai Anda sendiri. Ibarat meragukan perasaan, pelaku gaslighting bermaksud membuat orang yang terkena gaslighting mempertanyakan beberapa aspek dari nilai dan kemampuannya. Orang yang terkena gaslit sering kali mendasarkan perasaan berharga mereka pada persetujuan atau pujian orang lain, seperti atasan, teman, pasangan dekat, atau orang tua.

• Anda sering membuat alasan atas perilaku buruk orang lain. sering melihat hal ini terjadi pada pelecehan pasangan. Orang yang mengalami pelecehan terkadang memaafkan perilaku pasangannya yang melakukan kekerasan dan bahkan menyalahkan dirinya sendiri.

• Anda bergumul dengan keragu-raguan. Karena gaslighting menyebabkan rasa tidak aman dan dapat merusak kepercayaan diri, orang yang terkena gaslighting mungkin mengalami kesulitan dalam mengambil keputusan dan mengambil keputusan yang tegas atau bahkan sederhana. Inilah mengapa gaslighting bisa melumpuhkan orang yang terkena gaslighting. Menjadi sangat menantang bagi mereka untuk membuat keputusan sendiri

• Anda merasa sedih, tetapi tidak tahu penyebabnya. Menurut Shabazz, gaslighting dapat dengan mudah mengakibatkan seseorang mengalami gejala yang mirip dengan depresi, seperti putus asa, sedih, dan kehilangan motivasi. Namun jika Anda sedang bersemangat, Anda mungkin tidak yakin mengapa Anda merasa seperti ini.

Penyebab Perilaku Gaslighting

Ada banyak faktor yang mungkin menyebabkan seseorang mempraktikkan gaslighting, termasuk:

• Ingin Mempertahankan Kontrol: Pelaku merasa terancam dan menggunakan gaslighting sebagai alat untuk mempertahankan kontrol atas korban.
• Kurang Empati: Beberapa individu mungkin tidak menyadari atau peduli dengan dampak dari perilaku mereka terhadap orang lain.
• Kepribadian Narsistik: Individu dengan gangguan kepribadian narsistik mungkin menggunakan gaslighting sebagai cara untuk mempertahankan citra diri yang mereka inginkan.

Apa yang Harus Dilakukan Jika Seseorang Melakukan Gaslighting pada Anda

Jika Anda merasa menjadi korban gaslighting, langkah-langkah berikut ini dapat membantu:

• Percayai Diri Anda: Jangan biarkan diri Anda dipertanyakan. Percayai ingatan dan perasaan Anda.
• Catat Kejadian: Membuat catatan dapat membantu Anda memvalidasi pengalaman Anda.
• Cari Dukungan: Berbicara dengan teman, keluarga, atau profesional dapat memberikan perspektif dan dukungan.
• Buat Batasan: Jika memungkinkan, batasi interaksi Anda dengan pelaku atau pertimbangkan untuk memutus hubungan.
• Pertimbangkan Konseling: Bantuan profesional dapat membantu Anda memproses pengalaman Anda dan menemukan cara untuk melanjutkan.
• Akhiri hubungan: Meskipun sulit, mengakhiri hubungan dengan seseorang yang berulang kali menyerang Anda sering kali merupakan cara paling efektif untuk mengakhiri pelecehan.

Dalam kesimpulannya, gaslighting adalah taktik manipulasi yang berbahaya yang dapat merusak kepercayaan diri, kesejahteraan emosional, dan kenyataan korban. Dengan meningkatkan kesadaran tentang tanda-tanda dan taktik gaslighting, kita dapat melindungi diri kita sendiri dan orang lain dari dampak merusaknya.

(EA/timKB).

Sumber foto: verywellmind.com

Loading next article...