Jakarta – Sudah dipastikan lolos ke 16 besar UCL, Simone Inzaghi memilih untuk merotasi pemain dalam kunjungan ke Estadion da Luz. Hasilnya tim lapis kedua Inter Milan dibikin porak-poranda Benfica di babak pertama laga matchday kelima fase grup Liga Champions Eropa, namun mampu memberikan comeback yang dahsyat di babak kedua untuk bermain imbang 3-3, Kamis (30/11) dini hari WIB. Kendati sudah lolos, Nerazzurri masih harus mengejar kemenangan demi menjaga asa finis pertama di Grup D UCL, mengingat Real Sociedad memiliki torehan poin yang sama.
Tampil dengan lapis dua, Inter Milan sejatinya cukup menguasai pertandingan. Namun, gawang Emil Audero langsung bobol di menit kelima. Operan Casper Tengstedt berhasil diselesaikan dengan manis oleh Joao Mario. Selang delapan menit, Tengstedt lagi-lagi merepotkan Inter. Dia mencuri bola dari kaki Kristjan Asllani lalu memberi umpan ke tengah kotak penalti. Di sana, Joao Mario sudah siap dan menceploskan bola ke gawang Audero untuk kedua kali.
Inter mencoba membalas di menit ke-26. Marko Arnautovic menerima umpan terobosan lalu berusaha melepaskan tembakan. Sayangnya, Anatoliy Trubin dengan cepat menutup ruang tembak sekaligus menyelamatkan gawangnya. Menit ke-34, gol kembali tercipta bagi Benfica. Upaya Tengstedt melakukan 1-2 dengan rekan setimnya gagal. Akan tetapi, bola jatuh di kaki Joao Mario yang langsung menggenapkan hattrick. Skor 3-0 itu bertahan hingga jeda.
Memasuki babak kedua, Inter tampil berbeda. Mereka memperkecil skor di menit ke-51 lewat Arnautovic. Selang tujuh menit, kedudukan kembali berubah. Kali ini, bola panjang dari Francesco Acerbi bisa diselesaikan lewat tendangan voli indah Frattesi. Bahkan, Inter sukses menyamakan skor 3-3 lewat penalti Alexis (72′) setelah Marcus Thuram dilanggar di kotak terlarang. Usai gol itu, tidak ada lagi yang tercipta. Skor 3-3 menutup laga yang berjalan seru di Estadio da Luz tersebut.
(Yp/timKB).
Sumber foto: twitter
