Jakarta – Scuderia Ferrari sempat diprediksi akan menjadi pesaing kuat Red Bull Racing di awal musim 2023 yang lalu. Berbekal mobil yang lebih baik dibanding musim sebelumnya dan mempunyai dua pembalap yang baik membuat Ferrari diunggulkan membendung dominasi Max Verstappen. Namun kenyataan di lapangan, Ferrari justru babak belur dan tertinggal jauh dari Red Bull Racing dan dua pembalapnya yang bergantian naik podium sebagai juara sepanjang musim 2023.
Setelah musim Formula One (F1) 2023 telah resmi berakhir, membuat banyak pihak penasaran dengan masa depan dua pembalap Scuderia Ferrari, Charles Leclerc dan Carlos Sainz Jr. Menanggapi hal tersebut, Presiden Scuderia Ferrari, John Elkann pun memastikan bahwa untuk Leclerc dan Sainz, keduanya dipastikan tetap mereka pertahankan. Jadi, Leclerc dan Sainz tetap akan membela Ferrari.
Kontrak Leclerc dan Sainz akan berakhir pada akhir musim depan. Akan tetapi, Ferrari tak memiliki rencana untuk mengganti komposisi tim untuk ke depannya. Meskipun ada rumor ketegangan antara Leclerc dan Ferrari, dikabarkan bahwa pembalap asal Monako itu tetap ingin bertahan di tim dengan logo kuda hitam tersebut. Walaupun menargetkan untuk menjadi juara F1, Leclerc kabarnya tetap ingin bertahan. Sainz juga sempat dikaitkan dengan proyek F1 dari Audi. Namun, dia secara terang-terangan mengungkapkan keinginannya untuk tetap bertahan menjadi pembalap Ferrari.
Di musim 2023 yang lalu, Charles Leclerc finis di posisi keenam pada F1 2023 dengan mengoleksi total 206 poin. Sementara itu, Carlos Sainz menduduki peringkat ketujuh dengan mengumpulkan total 200 poin. Hasil ini jelas jauh dari target dan harapan yang diterapkan di awal musim. Bahkan Ferrari hanya kebagian satu seri sebagai juara di musim ini yang diraih oleh Carlos Sainz Jr.
(bP/timKB).
Sumber foto: silverstone.com
