Gabriella Fernandes: “Gabi” Sang Pejuang Flyweight Dari Brasil

Piter Rudai 14/07/2025 3 min read
Gabriella Fernandes: “Gabi” Sang Pejuang Flyweight Dari Brasil

Jakarta – Di setiap sudut Brasil, seni bela diri bukan hanya sekadar olahraga — melainkan tradisi, kebanggaan, dan identitas. Dari sekian banyak petarung yang lahir di negeri samba ini, satu nama yang kini mulai meroket adalah Gabriella Fernandes Hermogenes, atau akrab disapa “Gabi”.

Lahir pada 13 Agustus 1993 di São Gonçalo, Rio de Janeiro, Gabi tumbuh sebagai sosok yang keras, berani, dan penuh tekad. Kini, ia menapaki panggung tertinggi MMA dunia, Ultimate Fighting Championship (UFC), di divisi flyweight wanita. Namun di balik senyum hangatnya, tersembunyi kisah perjuangan panjang yang menginspirasi banyak orang.

Belajar Kekuatan dari Jalanan São Gonçalo

São Gonçalo bukanlah kota yang mudah untuk tumbuh besar, khususnya bagi seorang gadis muda. Lingkungan keras, kemiskinan, dan kriminalitas menjadi tantangan sehari-hari yang harus dihadapi Gabi. Meski begitu, keluarganya selalu menanamkan nilai keberanian dan kerja keras.

Saat anak-anak lain bermain boneka, Gabi justru tertarik pada aktivitas fisik. Di usia 10 tahun, ia sudah berlatih beladiri di halaman rumah bersama anak-anak sekitar. Gerakan-gerakan lentur dan ritmis capoeira mengajarinya keseimbangan tubuh dan kelincahan.

Ia melihat bagaimana seorang petarung bisa mengalahkan lawan dengan teknik dan mental, bukan sekadar ukuran tubuh. Sejak saat itu, benih mimpi menjadi petarung mulai tumbuh di hatinya.

Memulai Muay Thai dan BJJ

Setelah jatuh cinta dengan seni bela diri, Gabi memutuskan untuk mempelajari lebih banyak disiplin. Ia beralih ke muay thai, di mana ia mengasah kemampuan striking. Tendangan kuat, lutut tajam, dan sikut mematikan menjadi senjata baru yang ia kembangkan dengan penuh semangat.

Pada usia 15 tahun, ia mulai mendalami Brazilian Jiu-Jitsu (BJJ), seni bela diri yang mengajarkan teknik kuncian dan ground control. Di sinilah Gabi menemukan kecintaannya yang baru. BJJ membuatnya merasa seolah menari di atas matras, memanfaatkan leverage dan teknik, bukan hanya kekuatan otot.

Perpaduan muay thai dan BJJ inilah yang akhirnya membentuk gaya bertarung khas Gabi — agresif, fleksibel, dan selalu penuh kejutan.

Membentuk Mental Baja

Gabi memulai pertarungan di level amatir pada usia 18 tahun. Ia mengikuti berbagai turnamen lokal di Brasil, sering kali menghadapi lawan yang lebih berpengalaman dan bertubuh lebih besar. Namun, Gabi tidak pernah gentar.

Salah satu momen yang paling dikenang adalah saat ia bertarung di turnamen muay thai nasional, di mana ia berhasil mengalahkan lawan favorit melalui kombinasi tendangan rendah dan pukulan beruntun. Meski hidungnya sempat berdarah, Gabi tetap maju dan menyelesaikan pertarungan dengan kemenangan mutlak.

Di BJJ, ia pun sukses menyabet beberapa gelar nasional. Pengalaman-pengalaman inilah yang membuat mentalnya terbentuk begitu kokoh — mental seorang pejuang sejati yang tak gentar pada siapa pun.

Membangun Nama di Kancah Internasional

Setelah mendominasi di kancah amatir, Gabi memutuskan beralih ke level profesional. Ia mulai bertarung di berbagai ajang MMA regional dan internasional di Amerika Selatan.

Dengan kombinasi striking mematikan dan kemampuan submission yang tajam, Gabi sering kali menyelesaikan pertarungan lebih cepat dari prediksi. Lawan-lawannya sering kali tidak mampu membaca gerakan Gabi yang lincah dan agresif.

Keberhasilan ini membuat namanya dikenal luas, hingga akhirnya menarik perhatian para talent scout UFC. Bagi Gabi, kesempatan ini adalah mimpi yang selama ini ia kejar sejak kecil

Mimpi Menjadi Kenyataan

Saat Gabi resmi menandatangani kontrak dengan Ultimate Fighting Championship, seluruh kampung halamannya di São Gonçalo merayakan dengan bangga.

Debut pertamanya di oktagon UFC menjadi bukti ketangguhan seorang Gabi. Meski menghadapi lawan yang lebih berpengalaman, Gabi tetap tampil tanpa rasa takut. Dengan footwork lincah, kombinasi pukulan cepat, dan taktik grappling yang matang, ia berhasil mengendalikan jalannya pertarungan dan memenangkannya dengan keputusan juri.

Kemenangan itu bukan hanya sekadar poin, tetapi simbol bahwa seorang gadis dari jalanan keras São Gonçalo mampu berdiri di panggung MMA di dunia

Gaya Bertarung: Perpaduan Seni dan Keberanian

    • Striking Cepat dan Variatif: Pukulan dan tendangan yang presisi, dikombinasikan dengan feint dan sudut serangan yang tidak terduga.
    • BJJ Agresif: Submission cepat yang sering mengejutkan lawan, terutama rear-naked choke dan armbar.
    • Mental Baja: Tidak mudah goyah meskipun diserang balik, selalu mencari peluang untuk menyerang.
    • Kecepatan Reaksi: Fleksibilitas tubuh yang luar biasa memudahkannya untuk menghindar atau melakukan counter.

Kisah Inspirasi Sejati

Gabriella Fernandes Hermogenes, sang “Gabi”, bukan hanya petarung biasa. Ia adalah simbol perjuangan, harapan, dan keberanian. Dari jalanan São Gonçalo yang keras hingga lampu sorot megah UFC, perjalanannya membuktikan bahwa mimpi setinggi apa pun bisa dicapai asal dijalani dengan ketulusan, dedikasi, dan kerja keras.

Kini, Gabi siap menulis babak-babak baru dalam sejarah divisi flyweight wanita UFC, membawa semangat Brasil dan menularkan inspirasi ke seluruh penjuru dunia.

(PR/timKB).

Sumber foto: essentiallysports.com

Download aplikasi Kulit Bundar untuk membaca berita dan artikel lebih mudah di gadget anda

Loading next article...