Jakarta – Valentin Vacherot catatkan sejarah saat juarai Shanghai Open 2025. Kiprah petenis berkebangsaan Monako yang memukau di final Shanghai Open menjadi salah satu kisah paling luar biasa, tidak hanya pada musim ini, tetapi juga dalam sejarah turnamen ATP. Berada di peringkat 204 dunia, ia melejit dari babak kualifikasi hingga meraih trofi di turnamen Masters 1000 tersebut, mengalahkan sepupunya asal Prancis, Arthur Rinderknech di final yang mengesankan. Setelahnya, ia berusaha dengan sekuat tenaga untuk merangkum emosinya.
Petenis berusia 26 tahun berada di luar batas kualifikasi saat daftar peserta dirilis, tetapi masuk ke undian pertandingan setelah tiba di Shanghai karena beberapa petenis yang mengundurkan diri. Ia tertinggal dua poin dari kekalahan di babak kedua kualifikasi melawan Liam Draxl, tetapi berhasil lolos.
Ia kemudian menyingkirkan Laslo Djere, Alexander Bublik, Tomas Machac, dan Tallon Griekspoor untuk menjadi petenis berkebangsaan Monako pertama yang melaju ke perempatfinal turnamen Masters 1000. Kemenangan gemilang melawan Holger Rune dan juara empat kali di Shanghai, Novak Djokovic menyusul sebelum ia mengalahkan Rinderknech untuk menjadi juara dengan peringkat terendah dalam sejarah turnamen Masters 1000 (sejak 1990).
Petenis berkebangsaan Monako pun kini naik 164 peringkat ke peringkat 40 dunia, sehingga ia menembus peringkat 100 Besar dan 50 Besar untuk kali pertama dalam kariernya. Ia juga membawa pulang hadiah uang sebesar $1.124.380, setelah mengumpulkan $594.077 di sepanjang kariernya sebelum dua pekan terakhir.
Vacherot yang hanya mengantongi satu kemenangan di turnamen ATP sebelum melakoni Shanghai Open musim ini, menorehkan sejarah dengan menjadi petenis berkebangsaan Monako pertama yang memenangkan gelar turnamen ATP nomor tunggal.
(bP/timKB).
Sumber foto: google
Download aplikasi Kulit Bundar untuk membaca berita dan artikel lebih mudah di gadget anda