Rittidet Sor Sommai : Bintang ONE Championship

Piter Rudai • 11/11/2025 • 5 min read
Rittidet Sor Sommai : Bintang ONE Championship

Jakarta – Lahir pada 21 Agustus 1997 di Provinsi Sisaket, sebuah wilayah pedesaan di timur laut Thailand, Rittidet Sor Sommai dibesarkan di tengah budaya yang lekat dengan Muay Thai — seni bela diri yang tak hanya menjadi olahraga, tetapi juga bagian dari identitas nasional Thailand.

Sisaket dikenal sebagai salah satu “lumbung petarung” negeri gajah putih, tempat banyak juara lahir dari ring sederhana di desa-desa. Bagi Rittidet, aroma minyak pijat, dentuman pad, dan suara pelatih yang berteriak memberi instruksi bukan hal asing. Sejak kecil, dunia Muay Thai sudah menjadi bagian dari kehidupannya.

Ayahnya adalah seorang mantan petarung lokal yang memperkenalkan Rittidet pada dasar-dasar “seni delapan tungkai” — seni bela diri yang menggabungkan pukulan, tendangan, siku, dan lutut. Tak butuh waktu lama bagi sang ayah untuk menyadari bahwa anaknya memiliki bakat alami yang luar biasa.

“Ayah saya adalah pelatih pertama saya. Ia selalu bilang, ‘Jika kamu ingin menjadi petarung sejati, jangan hanya kuat, tapi harus sabar dan cerdas,’” kenang Rittidet dalam wawancara dengan media Thailand.

Kemenangan KO di Usia Enam Tahun

Tidak banyak petarung yang bisa mengatakan bahwa mereka menang KO dalam debut profesional pada usia 6 tahun — tetapi itulah kisah Rittidet.

Pertarungan itu digelar di sebuah festival desa, di mana anak-anak muda sering ditandingkan untuk menunjukkan keterampilan mereka. Dalam laga tersebut, Rittidet muda mengejutkan penonton dengan pukulan kanan yang membuat lawannya tumbang di ronde pertama.

Momen itu menjadi titik balik hidupnya. Sejak hari itu, Muay Thai bukan lagi sekadar olahraga — melainkan jalan hidup. Ia mulai berlatih lebih serius, mengikuti turnamen antarprovinsi, dan terus memperkuat teknik dasar: clinch, siku, dan tendangan tengah (teep), tiga ciri khas Muay Thai klasik.

Pada usia remaja, ia sudah rutin bertarung di stadion-stadion kecil di Isan, wilayah timur laut Thailand. Semangat pantang menyerah dan tekniknya yang semakin matang membuat namanya mulai dikenal di kalangan pelatih dan promotor.

Langkah Menuju Panggung Besar

Ketika bakatnya mulai diperhitungkan, Rittidet bergabung dengan Sor Sommai Gym, salah satu sasana Muay Thai paling legendaris di Thailand. Sasana ini dikenal sebagai rumah bagi banyak petarung top, termasuk juara dunia yang tampil di Lumpinee dan Rajadamnern Stadium.

Di Sor Sommai Gym, disiplin adalah segalanya. Rittidet menjalani rutinitas latihan yang keras — bangun pukul lima pagi, berlari sejauh 10 kilometer, diikuti sesi padwork, clinch, sparring, dan latihan teknik sore hari. Pelatih di sana melihat potensi luar biasa dalam kombinasi kecepatan, kekuatan, dan timing miliknya.

Bersama Sor Sommai, Rittidet mulai berlaga di stadion-stadion utama Bangkok seperti Lumpinee dan Channel 7 Stadium, dua arena paling bergengsi dalam dunia Muay Thai profesional. Ia menghadapi berbagai petarung elite, membangun reputasi sebagai petarung dengan tangan kanan mematikan dan clinch kuat.

Perpaduan Klasik dan Ketepatan Modern

Sebagai petarung orthodox, Rittidet Sor Sommai mengandalkan tangan kanan kuat, tendangan presisi, serta kemampuan clinch yang solid. Ia menguasai ritme tradisional Muay Thai — di mana kesabaran, pengendalian jarak, dan momen serangan adalah kunci kemenangan.

Beberapa ciri khas gaya bertarungnya meliputi:

    • Tendangan kanan presisi: digunakan untuk mengatur jarak sekaligus mengikis stamina lawan.
    • Siku cepat dan tajam: terutama dalam pertarungan jarak dekat, sering kali menjadi senjata penentu.
    • Clinch dominan: memanfaatkan kekuatan tubuh bagian atas untuk menahan dan menyerang dengan lutut.
    • Kontrol ritme: Rittidet tidak tergesa-gesa — ia membaca lawan, mencari celah, dan menyerang dengan efisiensi tinggi.

Kombinasi antara teknik klasik dan efisiensi modern membuatnya menjadi petarung yang bukan hanya keras, tetapi juga cerdas. Ia mampu mengatur tempo pertarungan, bertahan di bawah tekanan, dan mengubah arah laga dengan satu serangan presisi.

Membawa Nama Sisaket ke Dunia

Kesuksesan di arena domestik akhirnya mengantarkan Rittidet Sor Sommai ke ONE Championship, organisasi bela diri terbesar di Asia. Di sini, ia berkompetisi di divisi strawweight Muay Thai, salah satu kategori paling cepat dan teknikal.

Di ONE, Rittidet membawa gaya khas Muay Thai Thailand ke panggung internasional — memadukan kekuatan, ritme, dan keindahan teknik.

Ia menjadi bagian dari gelombang baru petarung Thailand muda yang menunjukkan bahwa generasi baru Muay Thai tidak hanya bisa bertarung di Lumpinee, tapi juga mendominasi dunia.

Pertarungannya di ONE menampilkan ciri khas yang sama seperti di Bangkok — disiplin tinggi, agresivitas terukur, dan kemampuan mengontrol jarak lewat clinch. Dalam berbagai laga, Rittidet membuktikan bahwa ia mampu bersaing dengan lawan dari berbagai negara yang membawa gaya berbeda seperti kickboxing Belanda atau striking Jepang.

Prestasi dan Rekor Profesional

Hingga kini, Rittidet Sor Sommai telah mencatatkan karier profesional yang mengesankan baik di tingkat nasional maupun internasional.

Beberapa pencapaiannya antara lain:

    • Menang KO pada debut profesional di usia 6 tahun
    • Berlaga di stadion legendaris Thailand seperti Lumpinee dan Channel 7
    • Bergabung dengan Sor Sommai Gym — salah satu sasana top Thailand
    • Berkompetisi di ONE Championship di kelas strawweight
    • Dikenal dengan kekuatan tangan kanan dan clinch kuat dalam gaya ortodoks klasik

Meskipun catatan statistik rinci di ONE masih berkembang, performanya telah membuat banyak penggemar menaruh perhatian lebih pada namanya. Dengan kombinasi teknik dan mental baja, ia diprediksi akan menjadi salah satu wajah penting Muay Thai modern.

Karakter dan Filosofi Bertarung

Rittidet dikenal bukan hanya karena kemampuan bertarungnya, tetapi juga kerendahan hati dan disiplin ekstrem. Ia memegang filosofi bahwa kemenangan bukanlah segalanya — yang paling penting adalah menghormati lawan dan menjaga semangat Muay Thai sejati.

“Ketika saya naik ke ring, saya membawa nama keluarga saya, gym saya, dan tradisi Muay Thai. Itulah alasan saya berjuang,” katanya usai salah satu laga di Bangkok.

Bagi Rittidet, Muay Thai bukan hanya tentang adu fisik, tetapi juga latihan spiritual. Ia tetap tinggal sederhana di kamp latihan, berlatih bersama rekan-rekan muda, dan membantu melatih anak-anak di desa asalnya saat pulang ke Sisaket.

Kehidupan yang disiplin ini membuatnya menjadi contoh ideal bagi generasi baru petarung Thailand yang ingin menggabungkan tradisi dengan ambisi global.

Misi Mengharumkan Muay Thai Thailand di Panggung Dunia

Di usianya yang masih 28 tahun, Rittidet Sor Sommai berada di masa keemasan kariernya.

Dengan pengalaman panjang sejak kecil, dukungan dari Sor Sommai Gym, dan kesempatan tampil di ONE Championship, masa depannya tampak sangat cerah.

Ia kini berfokus memperkuat kemampuan bertahan dan meningkatkan efisiensi serangan di level internasional — terutama menghadapi lawan dengan gaya non-tradisional seperti kickboxing atau striking hybrid.

Bagi penggemar Muay Thai, Rittidet bukan sekadar petarung baru — ia adalah perwujudan warisan tradisional yang menembus batas dunia modern.

Dari Desa Sisaket ke Ring Dunia

Perjalanan Rittidet Sor Sommai adalah kisah klasik tentang mimpi, disiplin, dan dedikasi. Dari ring kecil di festival desa hingga ring megah di ONE Championship, setiap langkahnya menunjukkan kerja keras dan cinta sejati pada seni bela diri Thailand.

Dengan gaya ortodoks yang kuat, kombinasi tendangan, siku, dan clinch khas Muay Thai, ia membuktikan bahwa semangat tradisional Thailand masih hidup dan terus berkembang.

Rittidet bukan hanya seorang petarung — ia adalah penjaga warisan Muay Thai, yang membawa nama Sisaket dan Thailand dengan bangga ke panggung dunia.

(PR/timKB).

Sumber foto: google

Download aplikasi Kulit Bundar untuk membaca berita dan artikel lebih mudah di gadget anda

Loading next article...